Hal yang Investor Pemula Wajib Pahami Tentang Apa Itu IPO

Apa Itu IPO
Hal yang Investor Pemula Wajib Pahami Tentang Apa Itu IPO. Photo by Pexels
Bagikan:

Waktu baca: 3 menit

Mungkin kamu sudah sering mendengar istilah IPO. Namun, apakah kamu tahu apa artinya? Bisa saja kamu tahu apa yang dimaksud dengan istilah yang satu ini. Hanya saja, kamu tidak bisa menjelaskan secara gambling apa yang apa yang disebut dengan IPO.

Untuk investor pemula, biasanya mereka malas untuk mempelajari istilah-istilah saham. Akan tetapi, jika kamu ingin serius melakukan investasi, setidaknya kamu harus tahu istilah dasar dalam dunia saham. Mengetahui istilah akan membuat kamu lebih smart. Bukan hanya investor yang ikut-ikutan saja.

Yang Perlu Dipahami dari Istilah IPO

Istilah initial public offering. Photo by @chrisliverani

Apa itu IPO? Ini singkatan dari initial public offering. Istilah ini merujuk pada kondisi di mana sebuah perusahaan sudah berani menawarkan saham ke masyarakat luas. Jadi, saham perusahaan mereka sudah bisa diperjualbelikan.

Perusahaan manapun pasti ingin menerbitkan IPO. Hanya saja, tidak semua perusahaan berani. Mana ada investor yang mau membeli saham perusahaan yang tidak berkemban? Jadi, syarat utama perusahaan bisa melantai di bursah saham itu ketika perkembangannya bagus dan cenderung naik. Ketika profit perusahaan tersebut naik, siapa saja pasti ingin menaruh uang untuk berinvestasi di sana. Dengan harapan mereka bisa mendapatkan profit juga.

Makanya, hanya perusahaan yang besar dan berkembang cepat saja yang sudah melantai di bursa. Di sisi lain, kamu sebagai investor, kamu lebih yakin untuk investasi. Karena hal itu menunjukkan bahwa perusahaan itu bagus.

Baca juga: Tantangan Perusahaan Fintech yang Akan IPO di Bursa Saham

Mengapa Perusahaan Ingin IPO?

Index saham hari ini
Beberapa perusahaan yang sudah melantai di bursa saham. Photo by Saham Online Indonesia

Lalu, muncul pertanyaan lagi. Jika perusahaan profit tinggi, mengapa harus IPO? Mengapa mereka harus menjual saham mereka? Bukankah lebih baik mereka memiliki saham sendiri dan mendapatkan profit penuh?

Dalam hal ini, kamu harus tahu tujuan perusahaan melakukan IPO. Coba bayangkan jika sebuah perusahaan menerbitkan IPO. Akan banyak investor yang menaruh uang mereka. Secara otomatis, perusahaan memiliki fresh money, bukan? Uang dari para investor itulah yang kemudian dikelola untuk mengembangkan perusahaan.

Jadi, secara mudahnya, uang dari investor diperlukan untuk berakselerasi. Perusahaan bisa berkembang lebih cepat karena adanya tambahan dana dari investor. Mereka tidak perlu berhutang dengan menanggung bunga. Karena model investasi itu model bagi hasil antara perusahaan dengan investor. Saling menguntungkan, bukan?

Jadi, pada dasarnya IPO itu diperlukan untuk percepatan pengembangan perusahaan. Ini tujuan utama dari hal itu tersebut.

Meskipun demikian, tidak semua perusahaan yang IPO itu berhasil. Ada juga perusahaan yang melakukan buyback atau pembelian saham kembali. Jadi, saham ditarik kembali. Biasanya ini disebabkan kondisi perusahaan yang kurang baik. Atau harga saham cenderung menurun. Agar investor tidak semakin dirugikan, perusahaan akan melakukan buyback sambil memperbaiki hal yang menjadi permasalahan di dalam perusahaan.

Baca juga: Persyaratan serta Tata Cara IPO Perusahaan Terbaru

Mekanisme Menerbitkan IPO Perusahaan

Perencanaan keuangan.
Buat laporan keuangan. Photo by Pixabay

Jika sebuah perusahaan ingin menerbitkan IPO, ada beberapa langkah yang harus dilakukan.

  • Menggelar Rapat

Hal paling awal yang harus dilakukan oleh pihak perusahaan adalah menggelar rapat. Rapat ini dinamakan Rapat Umum Pemegang Saham atau yang sering disingkat dengan RUPS. Rapat ini digelar dengan satu tujuan, yaitu menyamakan pendapat ketika perusahaan akhirnya mau IPO.

  • Menentukan Siapa yang Menjadi Penjamin Emisi

Dalm RUPS, tidak ada persetujuan seluruh pemegang saham yang harus didapatkan tapi juga penunjukan siapa yang menjamin emisi. Dalam dunia saham, penjamin emisi ini disebut dengan under writer. Inilah pihak yang nantinya akan membantu proses penawaran saham kepada masyarakat.

  • Menyiapkan Laporan Keuangan Perusahaan

Langkah selanjutnya adalah Menyusun laporan keuangan. Ini tidak hanya dilakukan oleh auditor internal tapi juga eksternal. Notaris juga akan dilibatkan dengan perannya dalam membuat akta serta dokumen legalitas yang dibutuhkan.

  • Pengajuan Pendaftaran

Setelah semua dokumen lengkap, langkah berikutnya adalah mendaftarkan ke Bursa Efek Indonesia atau BEI.

  • Menawarkan Saham ke Masyarakat

Ketika BEI sudah memberikan approval, saham bisa langsung ditawarkan ke masyarakat.

Cukup panjang, bukan penjelasannya? Sekarang, kamu sudah tahu apa itu IPO mulai dari awal hingga akhir. Semoga pengetahuan yang satu ini membuat kamu lebih tahu tentang dunia investasi saham dan lebih bijak dalam menentukan di perusahaan mana kamu sebaiknya berinvestasi.


Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai