Rumus Cash Ratio: Pengertian, Cara Menghitung, dan Contoh

Rumus Cash Ratio
Rumus Cash Ratio: Pengertian, Cara Menghitung, dan Contoh. Photo by Pexels
Waktu baca: 3 menit

Apakah kamu pernah mendengar tentang rumus cash ratio? Kali ini kita akan membahas mengenai cash ratio dan fungsinya. Hal ini penting untuk diketahui supaya kamu bisa belajar mengelola bisnis dengan baik.

Pengertian Cash Ratio

Ratio cash adalah rasio kas yang dapat digunakan untuk menilai total kas dengan kas dalam perusahaan. Biasanya kegiatan ini dilakukan untuk penilaian perbankan  sehingga kondisi keuangan bisnis kamu aman terkendali.

Supaya kamu bisa mengetahui jumlah cash ratio, maka kamu bisa menghitung dengan rumus cash ratio. Hal ini penting untuk dilakukan supaya kamu bisa mengetahui kemampuan perusahaan untuk membayar hutang jangka pendek.

Cara Menghitung Cash Ratio

Bagaimana cara menghitung cash ratio yang tepat? Terdapat beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghitung jumlah cash ratio, sebagai berikut:

1. Analisis Cash Ratio

Penting bagi kamu untuk menganalisis cash ratio dengan baik. Hal ini penting supaya kamu bisa mengetahui permasalahan finansial di dalam sebuah perusahaan. Berapa cash ratio yang baik? Biasanya sekitar 0,5 hingga 1,0.

Jika kamu sudah memahami rumus cash ratio dengan baik, maka tidak akan sulit untuk melakukan analisis. Pastikan saja kamu mencatat setiap kegiatan finansial di perusahaan dengan baik.

2. Menafsirkan Cash Ratio

Kamu perlu memahami dengan baik mengenai apa yang dimaksud dengan cash ratio. Hal ini akan membantu kamu menghitung cash ratio dengan benar. Kamu bisa menafsirkan cash ratio dengan baik jika memahaminya pengertiannya dengan benar.

Cara menghitung cash ratio yang bisa kamu lakukan adalah dengan menafsirkannya. Kamu perlu melihat kondisi cash ratio perusahaan dengan teliti. Jika perusahaan kamu memiliki cash ratio sekitar 1,0 maka dapat ditafsirkan bahwa perusahaan masih aman.

3. Menggunakan Rumus

Lakukan perhitungan dengan menggunakan rumus cash ratio. Adapun rumus yang bisa kamu gunakan adalah

rasio kas = (setara kas + kas) : liabilitas lancar

Rumus tersebut bisa kamu gunakan untuk menghitung cash ratio perusahaan.

Perhitungan cash ratio yang baik akan membantu kamu mengetahui jumlah cash ratio dengan jelas. Sehingga penting sekali untuk melakukan perhitungan dengan benar sesuai dengan rumus yang telah diberikan.

Baca juga: Cara Menghitung Biaya Penyusutan dengan Benar

Kapan Menggunakan Cash Ratio?

Kamu bisa melakukan perhitungan cash ratio dengan menggunakan rumus cash ratio untuk mengetahui finansial perusahaan. Perhitungan dapat dilakukan secara berkala, sehingga kondisi finansial perusahaan bisa terpantau dengan baik.

Pastikan saja kamu memahami pengertian cash ratio dengan baik. Sehingga kamu bisa menghitung, menafsirkan, dan menganalisis kondisi finansial dengan baik. Jangan ragu untuk memperhatikan kondisi cash ratio perusahaan kamu.

Perbedaan Cash Ratio dan Rasio Likuiditas

Cash ratio dengan rasio likuiditas memiliki persamaan yaitu membantu melihat kondisi keuangan perusahaan. Meskipun demikian, terdapat perbedaan yang mencolok terkait dengan manfaatnya. 

Rumus rasio likuiditas dapat digunakan untuk menghitung kondisi keuangan perusahaan untuk membayar kebutuhan jangka pendek dengan memperhatikan keuntungan. Misalnya, pembayaran gaji karyawan, pembayaran PDAM, dan sebagainya.

Sedangkan, rumus cash ratio dapat digunakan untuk menghitung nilai finansial perusahaan secara keseluruhan. Sehingga kamu bisa mengetahui jumlah kas setara dan kas perusahaan secara menyeluruh.

Bagaimana cara menghitung rasio likuiditas? Kamu bisa menghitung rasio dengan menggunakan rumus setiap bulannya. Sehingga kamu bisa mengetahui keuntungan dan kerugian perusahaan setiap bulan dengan baik.

Contoh Menghitung Cash Ratio

Jika kamu ingin mencoba menghitung dengan menggunakan rumus cash ratio, maka kamu perlu memperhatikan contoh. Misalnya sebuah perusahaan A menampilkan data sebagai berikut:

Perusahaan A memiliki uang tunai sebesar Rp 60 juta dengan jumlah setara kas 40 juta. Perusahaan tersebut memiliki properti senilai Rp 80 juta. Sedangkan, perusahaan A memiliki utang usaha Rp 30 juta dengan utang jangka pendek 40 juta. Berapakah cash rasionya?

Maka, cash ratio perusahaan = (60 juta + 40 juta) : (30 juta + 40 juta) = 1,40.  Sehingga dapat ditafsirkan bahwa kondisi keuangan perusahaan A di atas 1,0. Sehingga perusahaan A dapat membayar hutang jangka pendek.

Kamu bisa melakukan perhitungan ini untuk mengetahui cash rasio perusahaan kamu. Sehingga kamu bisa merencanakan keuangan perusahaan dengan baik. Yuk, segera hitung cash rasio perusahaan kamu.

Cara Agar Cash Ratio dalam Bisnis Tetap Aman dan Terkendali

Setelah kamu melakukan menghitung current ratio dan mengetahui kondisi finansial perusahaan. Sekarang kamu perlu mengetahui cara supaya jumlah cash ratio tetap aman. Hal ini penting supaya kamu bisa membayar hutang perusahaan dalam jangka pendek.

1. Menyimpan Laba Bersih

Supaya kamu bisa mendapatkan cash ratio yang maksimal, maka kamu perlu menyimpan laba bersih. Dalam artian, kamu bisa menyimpan laba bersih berupa uang tunai dengan jumlah yang setara. Sehingga kamu bisa mengamankan cash ratio perusahaan dengan baik.

2. Memangkas Biaya Operasional

Selanjutnya, kamu bisa memangkas biaya operasional yang terlalu tinggi. Sehingga kamu bisa mengurangi jumlah hutang yang dimiliki perusahaan. Hal ini tentu saja dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan kamu.

3. Investasi Jangka Panjang

Jika nilai cash ratio perusahaan kamu terlalu tinggi, maka kamu bisa menggunakan kas perusahaan untuk  kebutuhan investasi jangka panjang. Sehingga jumlah cash ratio perusahaan kamu tetap stabil, aman dan terkendali.

Demikianlah pembahasan mengenai rumus cash ratio dan cara menghitungnya yang perlu diketahui. Pastikan kamu mengetahui cara menghitung dengan tepat sehingga kondisi finansial perusahaan tetap aman. Pastikan jumlah cash ratio perusahaan aman dan terkendali.

Artikel Lainnya