7 Pernikahan Adat di Indonesia dengan Biaya dan Mahar Paling Tinggi

ilustrasi pernikahan adat Jawa
7 Pernikahan Adat di Indonesia dengan Biaya dan Mahar Paling Tinggi. Photo by idewedding
Waktu baca: 6 menit

Pernikahan adat di Indonesia terbilang beragam. Hal ini karena banyaknya suku dan budaya yang ada di Indonesia. Dari banyaknya ada pernikahan, ada beberapa yang membutuhkan biaya tidak sedikit.

Penasaran ingin tahu urutan mahar pernikahan termahal di Indonesia? Mari lihat bahasannya pada artikel berikut ini!

  1. Pernikahan Adat Banjar
ilustrasi pernikahan adat Banjar
Pernikahan adat Banjar. Photo by Kompasiana

Pernikahan adat Banjar dari Kalimantan Selatan tergolong sangat meriah dan mahal. Besaran menikah dengan adat ini sangat bisa mencapai angka ratusan juta Rupiah. Tentu saja versi budget pernikahan adat ini tetap ada, tapi untuk versi yang otentik, besaran modal yang diperlukan sangat besar. Besaran modal budget untuk adat ini tetap dipatok sekitar 20 sampai 30 juta Rupiah.

Menikah dengan adat ini melibatkan satu desa dan prosesnya bisa memakan beberapa hari. Besaran acara yang melibatkan banyak orang dan lama prosesnya ini bisa berupa pesta makan – makan, panggung, perarakan dan berbagai cara pesta desa lainnya.

Besaran biaya acara ini tentu mahal, tapi yang biasanya membuat pernikahan adat Banjar masuk list pernikahan termahal adalah uang mahar-nya. Pada adat Banjar, uang mahar disebut Jujuran dan merupakan bentuk tanggung jawab pihak lelaki untuk membiayai semua kebutuhan istri setelah menikah.

Membiayai semua kebutuhan ini tentu abstrak, tapi dalam adat ini, semua kebutuhannya berarti semua. 

Contoh saja uang rumah, uang hidup, tabungan, uang mobil, biaya baju dan perhiasan dan kebutuhan semua tagihan harus dihitung dalam Jujuran ini. Jika dihitung serius, besarannya bisa ratusan juta Rupiah. Jadi tidak aneh banyak yang bilah mahar dan biaya nikah adat Banjar adalah yang termahal.

Baca juga: Menentukan Jenis Investasi Sebelum Menikah yang Tepat

  1. Pernikahan Adat Nias
ilustrasi pernikahan adat Nias
Pernikahan adat Nias. Photo by Tanoniha

Modal pernikahan adat yang besar juga bisa ditemukan pada adat Nias. Hal ini karena mahar tidak boleh berupa uang dan perhiasan saja. Proses pernikahan membutuhkan perarakan hewan ternak subur untuk menjadi simbol kekayaan pihak lelaki. Hewan ternak yang dipilih juga harus strategis.

Umumnya di adat Nias tradisional, hewan ternak seperti sapi perah dan babi adalah pilihan utama. Sapi perah bisa diambil hasil susunya sebagai bentuk memenuhi kebutuhan calon istri sehari–hari, sedangkan babi adalah hewan ternak yang harga dagingnya mahal di Nias.

Pada aturan adat, harga minimal seluruh hewan ternak yang diarak harus capai nilai 25 babi pada waktu pernikahan. Di tahun 2022 ini, harga babi per ekor mencapai 1,7 juta Rupiah. Jika dikalikan 25, total besaran modal menjadi 42,5 juta Rupiah. Perlu diingat hal ini adalah biaya minimalnya!

  1. Pernikahan Adat Minangkabau
ilustrasi pernikahan adat Minangkabau
Pernikahan adat Minangkabau. Photo by Liputan6

Biaya pernikahan adat Minangkabau sama seperti adat Bugis dari segi besarannya. Proses mengundang pesta, mengadakan seserahan dan tukar berbagai hadiah prosesnya mirip dengan adat Bugis juga. Hal yang berbeda adalah pesta adat Minangkabau lebih meriah dan melibatkan lebih banyak orang.

Contoh saja soal pesta, hal ini bisa berlangsung lebih dari sehari. Umumnya mengundang acara panggung gembira dengan musik. Selain itu, pesta arakan juga lebih meriah. Perarakan bisa menggunakan rute keliling desa dan menggunakan tarian serta musik. Para warga yang berpartisipasi juga ikut berkeliling karena ada insentif bagi uang.

Total biaya pernikahan ini bisa sampai ratusan juta Rupiah jika ingin meriah. Untuk biaya minimal, persiapan modal tetap memakan sekitar 150 juta Rupiah. Wah, ternyata mahal ya!

  1. Pernikahan Adat Bali
ilustrasi pernikahan adat Bali
Pernikahan adat Bali. Photo by IDN Times

Pernikahan dengan biaya mahal berikutnya dapat dilihat di Pulau Bali. Pernikahan ala Bali mahal karena adanya perarakan. Memang bagian perarakan ini tidak harus ada, tapi jika ingin diadakan, biaya bisa sampai ratusan juta Rupiah.

Sebenarnya pernikahan adat Bali sangat simpel. Prosesnya hanya mulai dari rapat besar keluarga yang berupa pertemuan seluruh anggota dari pihak laki laki dan perempuan. Hal ini dilanjutkan siraman dan terakhir adalah rombongan pihak lelaki mengetuk pintu pihak perempuan. Jika dibukakan pintu, pesta pernikahan baru dilaksanakan.

Hal ini adalah jalur simpel modern-nya. Jika kembali ke jalan tradisional, perarakan pasangan bisa lebih jauh. Contoh saja saat siraman. Perarakan wanita akan menuju pantai atau sumber air besar terdekat dari rumah. Proses ini dilakukan rombongan besar warga sekitar plus lagu. Selanjutnya wanita kembali ke rumah dan tidak boleh bertemu siapapun kecuali keluarga sendiri.

Selanjutnya rombongan pria yang mendatangi rumah si mempelai juga bisa meriah. Membawa group musik dan tari – tarian adalah hal biasa pada rombongan ini. Jika ingin lebih meriah, tidak jarang ada yang sewa kereta kuda dan bahkan mobil hias mahal. Biaya dari bayar rombongan ini sendiri bisa makan puluhan juta Rupiah padahal masih belum hitung pesta nikahnya.

  1. Pernikahan Adat Bugis
ilustrasi pernikahan adat Bugis
Pernikahan adat Bugis. Photo by Popbela

Biaya pernikahan adat Bugis juga dipandang yang paling mahal di Indonesia. Pernikahan adat ini cukup unik karena melibatkan beberapa step. Pertama adalah Madduta, tahapan ini melibatkan investigasi tiap keluarga tentang pasangan yang akan menikah. Proses ini awalnya hanya tanya – tanya ke tetangga atau kenalan saja, tapi pada beberapa keluarga kaya dan besar, mereka bisa saja sewa investigator privat yang makan biaya banyak.

Tahapan berikutnya disebut Mappasiarekeng. Tahapan mengharuskan pihak laki – laki memberikan simbolis perhiasan untuk mengikat calon mempelai wanita. Di sisi lain, keluarga laki – laki akan memberikan banyak hadiah pada keluarga pihak wanita sebagai simbol memperlancar proses penyerahan untuk pernikahan. Besaran hadiah akan didiskusikan oleh kedua belah pihak keluarga.

Berikutnya adalah tahapan Mappaisseng dan Mattampa. Kedua tahapan ini mirip karena berupa pengumuman ke tetangga dengan undangan dan meminta arahan pada tokoh masyarakat yang berhubungan. Penyebaran informasi ini harus dilakukan 10 hari sebelum waktu pernikahan.

Tahapan terakhir adalah Mappatetong Sareto dimana warga sekitar ikuti serta pada proses pernikahan. Mulai dari membersihkan tempat menikah bersama, membantu memasak dan membantu proses pesta. Di sisi lain, pihak keluarga memberi apresiasi dengan membuat acara meriah yang membuat para warga bisa bersenang–senang dan pesta. Total biaya dari melakukan semua tahapan ini bisa ratusan juta Rupiah.

  1. Pernikahan Adat Batak
ilustrasi pernikahan adat Batak
Pernikahan adat Batak. Photo by Indozone

Pernikahan adat Batak juga terkenal mahal dan penuh banyak proses. Pada adat ini, besaran uang yang keluar lebih fokus pada uang mahar atau lebih dikenal pada adat ini sinamot. Sinamot adalah simbolis uang untuk keluarga sang mempelai wanita bahwa pihak lelaki ingin “membeli” anak perempuan mereka. Bisa dibilang, uang tersebut adalah timbal balik yang diberikan pihak lelaki.

Besaran uang panai termahal pada adat ini ditentukan keluarga pihak wanita tergantung dari kualitasnya. Contoh saja wanita yang hanya lulusan SD dan bekerja sebagai penjaga warung, uang yang dibayar bisa hanya 6 jutaan Rupiah. Namun untuk wanita lulusan universitas luar negeri dan memiliki pekerjaan pramugari misalnya, besaran uang ini bisa capai 150 juta Rupiah.

Uang itu hanya untuk meminang saja. Jika ditambahkan dengan biaya pernikahan, uang keluar minimal bisa capai 300 jutaan Rupiah. Jika ingin lebih meriah dan tidak pakai budget minimal, besaran nikahan bahkan bisa sampai miliaran.

  1. Pernikahan Adat Keraton Kejawen
ilustrasi pernikahan adat Jawa
Pernikahan adat Jawa. Photo by GoofnewsfromIndonesia

Biaya pernikahan adat Jawa bisa dipandang murah jika melihat prosesnya secara umum. Namun, jika berbicara model adat Kraton, biaya yang dikeluarkan bisa lebih tinggi. Pada saat pernikahan keluarga Keraton Yogyakarta, biaya yang dikeluarkan sampai miliaran Rupiah. Hal ini tentu tidak aneh mengingat besaran acara yang terjadi termasuk even kenegaraan.

Anggota Keraton menikah artinya ada perubahan pada struktur Kraton. Di Yogyakarta, perubahan pada Keraton akan berimbas pada semua perangkat Kraton. Perangkat Kraton di sini meliputi semua aparat kenegaraan di DIY.

Event juga lebih besar dibandingkan pernikahan adat Jawa biasa. Masyarakat mendapatkan bazar besar sebagai tempat pesta rakyat. Tidak jarang juga ada pagelaran seni seperti nanggap wayang yang makan waktu sehari untuk digelarkan. Dibandingkan pesta pernikahan biasa, biaya adat Keraton Kejawen ini sangat besar bukan?

Sekian bahasan tentang biaya pernikahan tiap adat yang tergolong mahal. Memang list ini tidak terlalu akurat memberi info termahalnya, tapi untuk gambaran kasar urutan mahar pernikahan termahal di Indonesia, list ini sudah bisa jadi referensi. 

Alasannya tidak akurat tentu sudah jelas, versi budget dari adat pernikahan di atas juga tersedia. Jadi tidak mungkin bilang termahal jika pernikahannya tetap bisa dilakukan versi murah. Anggap saja penjelasan list di atas dilihat dari “kemungkinan termahal” yang ada di Indonesia.

Artikel Lainnya