Cara Mengatasi Jadi Korban Penjamin Pinjaman Online Tanpa Persetujuan

Penjamin Pinjaman Online
Cara Mengatasi Jadi Korban Penjamin Pinjaman Online Tanpa Persetujuan. Photo by Pexels
Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Waktu baca: < 1 menit

Belakangan ini sedang viral orang yang menjadi korban penjamin pinjaman online tanpa persetujuan. Mereka biasanya dihubungi terus menerus bahkan sampai diancam padahal hanya sebagai penjamin, bukan peminjam.

Apalagi, jika pinjaman online itu berasal dari perusahaan ilegal, akan ada banyak kerugian yang dialami seperti:

  • Telepon tiap hari
  • Dimasukkan dalam grup WhatsApp yang berisi keluarga, kerabat maupun rekan kerja peminjam
  • Diancam sampai pelecehan seksual untuk melunasi utang peminjam
  • Intimidasi dengan kata-kata tidak pantas dan kotor

Kalau sudah begini, tentu akan sangat mengganggu bukan TemanKlik. Nah, jika suatu saat kamu menjadi penjamin pinjaman online tanpa persetujuanmu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

Berikut ini langkah yang bisa kamu tempuh saat menjadi penjamin pinjaman online tanpa persetujuan yaitu sebagai berikut:

  • Kumpulkan semua bukti teror, ancaman, intimidasi atau pelecehan yang diterima
  • Adukan ke situs resmi OJK di https://konsumen.ojk.go.id/FormPengaduan
  • Biasanya kamu akan diminta untuk dengan datang ke kantor polisi untuk membuat laporan

Baca juga: 4 Cara Melunasi Pinjaman Online agar Tidak Menggunung

Dalam ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan, ada kode etik perusahaan pinjaman online yang harus diperhatikan dalam memperlakukan penagihan:

  • Perusahaan aplikasi (pinjaman online) wajib mencantumkan seluruh biaya yang timbul dari pinjaman, termasuk biaya yang timbul di muka (pada saat pinjaman dicairkan), bunga pinjaman, biaya asuransi, provisi, biaya keterlambatan, dan lainnya.
  • Setiap pinjaman mempertimbangkan dan menyesuaikan ekonomi penerima pinjaman untuk pengembalian.
  • Dilarang menagih menagih utang dengan kekerasan, baik fisik maupun mental, termasuk risak-maya dan merendahkan harga diri penerima pinjaman.
  • Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) juga pernah menjelaskan dengan gamblang bahwa persekusi dan penyalahgunaan data pribadi pelanggan melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Peraturan Menteri Kominfo No.20/2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik.

Jadi, apabila kamu merasa tidak pernah diminta persetujuan untuk menjadi penjamin pinjaman online, tak ada salahnya untuk melaporkan masalah ini ke pihak berwajib.


Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Mungkin Anda juga menyukai