Pengertian, Perbedaan, serta Contoh Barang dan Jasa

Contoh salah satu jasa yang dilakukan
Pengertian, Perbedaan, serta Contoh Barang dan Jasa. Photo by Pexels
Waktu baca: 4 menit

Dalam dunia bisnis, tentu familiar dengan istilah barang dan jasa. Secara umum, barang dan jasa adalah produk yang merupakan keluaran (output) dari serangkaian proses bisnis mulai dari tahap produksi hingga pemasaran dari produsen atau perusahaan. 

Selanjutnya, produk-produk tersebut akan ditawarkan, dijual dan didistribusikan kepada konsumen yang menjadi target pasar mereka.

Pertanyaan yang mungkin muncul di pikiran kamu saat ini adalah “apakah barang dan jasa itu adalah satu jenis produk yang sama atau berbeda?” Untuk mengetahui pertanyaan tersebut, cek penjelasan tentang pengertian barang dan jasa di bawah ini.

Pengertian Barang dan Jasa

Secara sederhana, barang adalah suatu hal atau benda yang dapat berwujud atau tidak berwujud, memiliki bentuk atau tidak berbentuk, dapat dilihat, dirasakan, serta memiliki sifat.

Sebagian besar barang dapat dilihat wujud atau bentuknya secara langsung dengan mata telanjang. Tetapi, ada juga barang yang tidak berwujud namun dapat dirasakan keberadaanya seperti angin, dan lain-lain. Untuk memperdalam pemahaman tentang barang beserta jenis-jenisnya, simak lebih lanjut pada artikel ini.

Sedangkan, jasa merupakan suatu hal yang tidak berwujud atau tidak dapat dilihat secara langsung dengan mata. Jasa biasanya adalah bentuk pelayanan yang memiliki keunggulan, nilai dan dibutuhkan atau dapat memberikan manfaat untuk orang lain. 

Pelayanan tersebut biasanya terlebih dahulu ditawarkan oleh suatu perusahaan yang memang menyediakan jasa tersebut. Atau sebaliknya, bisa juga merupakan permintaan dari seseorang kepada orang lain atas suatu pekerjaan atau kegiatan tertentu.

Mursaid juga menambahkan bahwa jasa adalah suatu bentuk kegiatan tidak teraba yang memiliki manfaat untuk memenuhi kebutuhan dan tidak terikat pada suatu penjualan produk.

Walaupun secara pengertian berbeda, tetapi barang dan jasa merupakan produk dari suatu perusahaan yang sama-sama bertujuan untuk memberikan manfaat atau memenuhi kebutuhan konsumen mulai dari kebutuhan primer, sekunder hingga tersier.

Untuk mendapat keduanya, baik barang maupun jasa, seorang konsumen harus mengeluarkan sebuah harga (biasanya dalam bentuk uang) yang sepadan untuk memperoleh produk yang diinginkan kepada produsen.

Baca juga: Begitu Mudahnya Cara Membuat Surat Izin Usaha Perdagangan

Perbedaan Barang dan Jasa

Selain dari pengertiannya, barang dan jasa juga memiliki beberapa perbedaan karakteristik, antara lain sebagai berikut.

Barang

  • Barang bisa memiliki wujud atau bisa juga tidak berwujud
  • Barang dapat dirasakan dengan indra manusia yaitu dilihat, dirasa, dicium, disentuh, didengar dan lain-lain.
  • Barang dihasilkan melalui beberapa tahap produksi, biasanya menggunakan mesin
  • Proses produksi dan konsumsi barang dilakukan pada waktu yang berbeda.
  • Barang dapat disimpan dalam kurun waktu tertentu sesuai jenis barangnya.
  • Barang dapat dipindahkan, dikembalikan atau ditukar hak kepemilikannya.
  • Barang dapat dinilai dari segi kuantitas maupun kualitas
  • Bersifat objektif
  • Barang memiliki pengukuran standar seperti mutu, rasa, ketahanan, dan lain sebagainya.

Jasa

  • Jasa tidak memiliki wujud
  • Jasa tidak dapat dilihat secara langsung wujudnya, tetapi, dapat dirasakan manfaatnya.
  • Jasa dihasilkan dari tenaga manusia 
  • Proses produksi dan konsumsi dari sebuah jasa dilakukan dalam waktu bersamaan.
  • Jasa tidak dapat disimpan beberapa jasa dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang.
  • Jasa tidak dapat dipindahkan, dikembalikan atau ditukar hak kepemilikannya.
  • Jasa biasanya dinilai dari kualitas, karena apabila dilihat dari segi kuantitas, suatu jasa tidak dapat dihitung secara pasti
  • Bersifat subjektif.
  • Jasa tidak memiliki pengukuran standar yang pasti.

Contoh Barang dan Jasa

Barang dapat dibedakan menjadi beberapa jenis atau macam berdasarkan sifat atau jenisnya yaitu barang bergerak, tidak bergerak, berwujud dan tidak berwujud, mentah, setengah jadi, serta barang jadi (olahan). 

  • Barang bergerak merupakan jenis barang yang dapat dipindahkan atau bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Contohnya: pesawat, kereta, kapal, mobil, motor, dan sebagainya.
  • Barang tidak bergerak adalah barang yang tidak dapat dipindahkan atau bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya dan biasanya sudah menetap dalam kurun waktu yang lama. Contohnya: Gedung, rumah, pohon, sawah, tugu, dan lain-lain.
  • Barang berwujud secara sederhana adalah barang yang dapat dilihat secara langsung dengan mata. Karena mayoritas barang memiliki wujud baik padat, cair atau gas. Contohnya: laptop, kipas, handphone, kasur, lemari, minyak, air, kopi, oksigen, dan lain-lain.
  • Barang tidak berwujud adalah jenis barang yang walaupun tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, tetapi, keberadaan barang tersebut dapat dirasakan dengan indra lainnya seperti didengar, dicium. Contohnya: udara, bau, dan lain-lain.
  • Barang mentah biasanya berupa komoditas yang berasal dari alam dan belum mengalami perubahan atau pengolahan. Contohnya: wortel, bayam, kedelai, padi, rempah, dan lain sebagainya.
  • Barang setengah jadi biasanya adalah bahan baku yang belum siap untuk diperjual belikan karena harus diolah kembali menjadi barang baru agar nilainya meningkat. Contoh: kayu diolah menjadi kertas, meja atau kursi, benang diolah menjadi kain, singkong diolah menjadi kripik, gandum diolah menjadi mie, dan masih banyak lagi.
  • Barang jadi merupakan barang yang telah melalui beberapa tahap produksi, siap untuk dijual ke konsumen dan memiliki nilai yang tinggi. Contoh: roti, minuman kemasan, keripik, baju, buku, dan lain-lain.

Berbeda dari barang yang memiliki banyak jenis, jasa hanya dapat dibedakan berdasarkan kegunaan atau manfaat yang akan diperoleh dan dinikmati oleh konsumen. Contoh jasa:

  • Jasa potong rambut
  • Jasa SPA
  • Jasa pengiriman barang
  • Jasa transportasi pribadi maupun umum
  • Jasa penulisan artikel
  • Jasa foto
  • Jasa desain
  • Jasa EO (event organizer)
  • Jasa laundry
  • Jasa bengkel atau servis
  • Jasa catering
  • Jasa pengetikan
  • Jasa cuci mobil
  • Jasa sopir
  • Jasa buruh tani

Selain beberapa contoh jasa di atas, kamu masih bisa menemukan contoh jasa lainnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Usaha Jasa

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa sebuah barang dapat dihasilkan melalui beberapa tahap produksi di pabrik dan produknya dapat secara langsung dilihat. Sedangkan, jasa dihasilkan atau produk dari sebuah usaha jasa. Lantas, apakah yang dimaksud dengan usaha jasa?

Usaha jasa merupakan suatu bentuk bisnis dimana seorang penjual atau produsen menawarkan jasa pelayanan atas suatu kegiatan yang dapat memberikan manfaat atau keuntungan bagi konsumen.

Kapan atau dalam keadaan apa kamu akan menggunakan jasa?

Sebagai contoh, Ketika sedang sibuk dengan suatu pekerjaan dan tidak memiliki waktu yang cukup untuk membeli makanan favorit karena jarak yang terlalu jauh, maka kamu bisa menggunakan jasa pengiriman makanan yang disediakan oleh aplikasi di ponselmu.

Atau ketika kamu sedang terdesak membutuhkan sebuah desain logo untuk produk barumu, tetapi tidak memiliki keahlian di bidang tersebut, maka, dapat menggunakan jasa desain dari seorang ahli.

Di era modern ini, semua orang ingin segalanya jadi cepat dan praktis, sehingga usaha jasa ini pun menjadi salah satu yang berkembang pesat dan menarik banyak konsumen. Setiap usaha jasa selalu menawarkan keunggulan yang dapat mendatangkan pengguna jasa.

Konsumen yang menggunakan jasa atau pelayanan dari suatu perusahaan atau instansi dapat menilai dari besarnya manfaat yang diperoleh, hingga kepuasaan yang dirasakan.

Adanya usaha jasa saat ini semakin populer dan banyak peminatnya karena dapat membantu orang lain menyelesaikan beberapa permasalahan.

Nah, itulah penjabaran singkat tentang pengertian, persamaan dan perbedaan, serta contoh dari barang dan jasa yang dapat menambah wawasan terkait dunia bisnis. 

Lalu, untuk kamu yang ingin menjalankan bisnis, tetapi masih bingung bisnis apa yang akan dijalankan, beberapa contoh di atas mungkin bisa menjadi pertimbangan.

Artikel Lainnya