Mengenal Binary Option yang Tak Disadari Jutaan Orang

Waktu baca: 3 menit

“Jutaan orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka bisa menghasilkan 1.000 US dolar sehari tanpa meninggalkan rumah, dan anda adalah salah satu dari mereka.”

Budi Setiawan, Trader Profesional

Sudah tentu kamu familiar dengan kata-kata tersebut bukan? Ya, itu merupakan potongan monolog dari iklan salah satu platform binary option yang sedang hits di Youtube. Iklan tersebut dibintangi oleh tokoh yang bernama Budi Setiawan. Budi merupakan seorang trader profesional yang mengaku bisa menghasilkan uang sebesar 1.000 US dollar per hari. Sungguh nominal yang luar biasa wow bukan?

Namun, sebelum kamu tertarik untuk memulai menggunakan platform ini, ada baiknya kamu mengenal binary option terlebih dahulu. Di bawah ini akan dijelaskan terkait apa itu binary option, bedanya dengan investasi dan trading, serta kondisinya di negara-negara lain.

Pengertian Binary Option

Untuk mengenal binary option, secara singkat hal itu merupakan salah satu instrumen finansial di mana kamu bisa membeli kontrak dari suatu aset dan akan mendapatkan keuntungan saat kontrak itu sudah habis atau expire.

Adapun dalam binary option hanya ada dua kemungkinan, yaitu naik atau turun. Artinya, kamu bisa memilih apakah harga akan naik atau turun saat masa kontrak dari aset itu kadaluwarsa.

Di Indonesia sendiri, sudah banyak broker binary option. Di antaranya ialah Binomo, Olymtrade, dan IQ Option. Namun, situs resmi dari semua broker binary option sudah diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi. Meski sudah diblokir, mereka memiliki situs pengganti seperti Binomo.org, idnolymtrade.com, dan iqoption.org.

Mengenal broker binary option seperti iq option yang ada di Indonesia.
Salah satu broker binary option yang ada di Indonesia. Photo by Medium.

Perbedaan binary option, trading, dan investasi

Meski membawa istilah bursa dan bahkan membawa film The Wolf Wallstreet dalam iklan yang ditayangkan oleh Binomo, jika dilihat dari cara kerjanya binary option bukanlah sebuah instrumen investasi. Sebab, investasi adalah penempatan dana dalam jangka panjang dengan harapan nilai nominalnya bisa mengalami kenaikan di kemudian hari.

Baca juga: Jenis Investasi Jangka Panjang yang Menjanjikan di Hari Tua

Selain itu, binary option juga tidak bisa disebut sebagai salah satu instrumen trading. Memang, karakter instrumen trading itu cenderung jangka pendek, namun keuntungan hasil capital gain ini bergerak sesuai dengan kondisi pasar.

Binary option hanya meminta para penggunanya utnuk menebak nilai suatu aset apakah akan mengalami kenaikan atau penurunan dalam waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Jika benar, maka penggunakan akan mendapatkan keuntungan sesuai dengan kesepakatan dan ketentuan awal, begitu juga sebaliknya.

Dengan begitu, tidak ada pasar di binary option sehingga tidak bisa disebut instrumen investasi ataupun trading. Selain itu, risiko juga bisa dibilang sangat tinggi, bahkan bisa mengalami kerugian.

Berikut perbedaan singkat antara investasi, trading, dan binary option:

Investasi

  • Aktivitas penempatan dana dalam periode tertentu dengan harapan nilai uang bisa naik.
  • Penempatan dana jangka panjang, bisa lebih dari 1 tahun.
  • Untung rugi tidak menentu sesuai kondisi pasar.

Trading

  • Memburu keuntungan jangka pendek dari kenaikan harga instrumen trading.
  • Jangka pendek bisa dalam 1 hari perdagangan atau lebih.
  • Untung rugi tidak menentu sesuai kondisi pasar.

Binary Option

  • Menentukan naik atau turunnya nilai instrumen, lalu menunggu apakah tebakannya benar / tidak.
  • Sangat jangka pendek, bisa cuma 1 menit.
  • Nilai untung dan rugi sudah ditentukan di awal sebelum permainan.

Perkembangannya di negara lain

Jika di Indonesia, binary option diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi, tak beda jauh dengan binary option di negara-negara lain. Contohnya, di Amerika Serikat. FBI melaporkan bahaya binary option yang mana jadi modus penipuan bentuk baru.

Menurut Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan Securities and Exchange Commission (SEC), regulator industri berjangka dan sekuritas di Amerika Serikat, melakukan kompilasi modus penipuan dari oknum binary option, seperti menolak mengembalikan dana konsumen, mengabaikan kontak komunikasi dengan konsumen, hingga menuduh konsumen melakukan penipuan. Selain itu, ada pula modus pencurian identitas sampai manipulasi perangkat lunak sehingga mengganggu transaksi saat konsumen akan menang.

Di Eropa, aktivitas binary option juga sempat dilarang oleh The European Securities & Markets Authority (ESMA) pada pertengahan 2018 dengan alasan skema binary option sering disalahgunakan untuk penipuan investasi online. Namun, ESMA tidak memperpanjang larangan yang berakhir pada pertengahan 2019. Hal itu dikarenakan regulator di negara-negara Eropa sudah melakukan pengawasan dan kebijakan seketat ESMA.

Selanjutnya di Australia, Australian Securities and Investmen Commission (ASIC) memutuskan kalau binary option adalah investasi dengan risiko tinggi dan tidak bisa dianalisis. Bahkan, regulator pasar dan lembaga keuangan Australia itu menyamakan binary option dengan perjudian. Hal itu dikarenakan investor dinilai memiliki peluang 50/50 untuk kehilangan uang.

Sumber: Bisnis.com

You may also like...

Leave a Reply