Kamus Istilah Saham yang Wajib Diketahui Para Investor Milenial

Kamus Istilah Saham
Kamus Istilah Saham yang Wajib Diketahui Para Investor Milenial. Photo by Pexels
Bagikan:

Waktu baca: 3 menit

Banyak sekali anak milenial saat ini yang mencari kamus istilah saham. Pasalnya, mereka lah yang kebanyakan berinvestasi di dunia saham. Mereka sadar pentingnya investasi. Daripada uang ditabung di bank yang nilainya terus menerus, mereka lebih memilih berinvestasi di dunia saham.

Apalagi sekarang sudah ada software trading yang bisa diinstal di smartphone. Jadi, mereka bisa trading kapan saja dan di mana saja. Bahkan, mereka bisa tetap bekerja seperti biasanya. Trading menjadi sampingan. Namanya juga investasi.

Meskipun mereka sudah dimudahkan dengan adanya software trading, tetap saja ada pengetahuan fundamental yang harus diketahui. Setidaknya mereka tahu istilah-istilah penting terkait dengan investasi saham. Dan semua istilah tersebut ada di dalam kamus istilah saham.

Kamu yang mulai belajar investasi saham sebaiknya meluangkan waktu untuk menghafalkan istilah saham yang penting. Setidaknya, 8 istilah saham berikut ini harus kamu hafalkan dan ketahui:

  • IPO

Salah satu istilah dalam kamus saham yang pertama kali harus kamu kenali adalah IPO. Apakah kamu tahu apa itu IPO?

IPO itu singkatan dari Initial Public Offering. Ini istilah yang dipakai untuk menunjukkan bahwa ada perusahaan yang akan menjual saham mereka ke publik atau ke masyarakat luas. Nah, ketika ada perusahaan yang IPO dan perusahaan tersebut terlihat maju pesat, tidak salah kamu membeli saham perusahaan tersebut. Apalagi jika belum banyak yang membeli. Bisa saja harga saham masih sangat terjangkau. Dan nilainya akan semakin tinggi.

Mungkin kamu bertanya buat apa perusahaan menjual saham mereka? Bukannya mereka justru lebih untung dengan memiliki saham secara keseluruhan? Logika seperti itu memang masuk akal. Akan tetapi, ada strategi lain. Dengan IPO, maka perusahaan mendapatkan fresh cash. Nah, fresh cash dari para investor itulah yang akan digunakan untuk mengembangkan perusahaan. Jadi, mereka juga mendapatkan keuntungan, bukan?

  • Pasar Sekunder

Ada yang namanya pasar perdana dan sekunder. Apakah kamu tahu apa perbedaannya? Secara sederhana, pasar perdana itu pasar di mana saham diperjualbelikan pertama kali kepada investor. Ada pihak yang memediasi yang biasanya disebut dengan broker. Tidak ada biaya transaksi dalam pasar perdana ini.

Lain hal dengan pasar sekunder. Ini saham yang diperjualbelikan antara investor. Dan biasanya ada biaya transaksi.

Baca juga: 9 Sektor Saham yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia

  • Saham Gorengan

Istilah ini aneh? Memang aneh. Tapi, bisa dipastikan ini ada di dalam kamus istilah saham.

Namanya saja gorengan. Pasti kurang sehat. Apalagi jika gorengan seperti tempe digoreng dengan minyak yang sudah digunakan berkali-kali. Pasti sangat tidak sehat.

Begitu juga dengan saham gorengan. Ini istilah yang digunakan untuk menjelaskan suatu saham yang di”goreng”. Artinya, harga saham direkayasa oleh orang tertentu sehingga harganya naik tidak logis.

Baca juga: Cara Membedakan Saham Gorengan dan Blue Chip

  • Bullish

Istilah bullish didapatkan dari suku kata bull yang artinya banteng. Makanya, jika kamu sedikit lebih jeli, tanda atau logo yang digunakan mirip seperti banteng, kan? Namun, apa artinya? Ini berarti pasar saham sedang bagus. Ini bisa disebabkan oleh kondisi ekonomi atau politik yang stabil.

  • Capital Gain vs Capital Loss

Dua istilah ini sangat mudah untuk dipahami. Gain artinya dapatkan. Bisa juga diartikan profit atau keuntungan. Sementara itu, loss artinya kalah atau kerugian. Jadi, yang dimaksud dengan capital gain adalah keuntungan yang kamu dapatkan saat berinvestasi di pasar saham. Sebaliknya, capital loss adalah kerugian.

Mudah, kan?

  • Stock Split

Split artinya memecah. Jadi, stock split ini artinya pemecahan saham sehingga menjadi lebih banyak dengan nominal yang lebih kecil. Tujuannya agar saham yang beredar di masyarakat semakin banyak. Investor dengan dana yang terbatas pun bisa ikut membeli saham. Biasanya, stock split ini dilakukan oleh perusahaan yang nilai sahamnya semakin naik signifikan.

  • Blue Chip

Jika kamu ingin menginvestasikan uang di pasar saham yang stabil, pilih saja blue chip. Ini merupakan istilah yang menunjukkan suatu harga saham perusahaan yang profitnya stabil. Jadi, risiko rugi sangat kecil.

  • Buyback

Dari namanya saja, kamu sudah bisa menebak apa itu buyback. Yaps, betul sekali. Pembelian kembali. Jadi, sebuah perusahaan yang membeli atau menarik kembali saham dari pasar disebut dengan buyback.

Lho, kok dibeli lagi? Kenapa? Alasannya bermacam-macam. Ada yang disebabkan saham tidak begitu bagus dan masyarakat tidak tertarik untuk membelinya. Agar harga saham tidak terus menurun, maka perusahaan melakukan buyback lalu memperbaiki apa yang perlu diperbaiki. Tujuannya tidak lain agar mendapatkan kepercayaan dari para investor lagi.

Nah, setelah tahu kamus istilah saham tersebut di atas, semoga kamu bisa lebih bijak dalam menaruh uang kamu dalam sebuah investasi. Jangan asal investasi ya. Kamu harus terus belajar agar semakin pintar menaruh uang dalam bentuk investasi saham.


Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai