4 Cara Memutus Rantai Generasi Sandwich

Memutus rantai generasi sandwich
Waktu baca: 3 menit

Apakah saat ini kamu masih mendapat “subsidi” dari orang tua? Lalu, bagaimana dengan kakek dan nenekmu? Apakah orang tuamu juga masih menyokong finansial mereka? Kalau kamu menjawab iya, kemungkinan besar keluarga kamu termasuk golongan generasi sandwich, nih.

Istilah generasi sandwich pertama kali dicetuskan oleh Dorothy Miller, seorang pekerja sosial, pada 1981. Generasi sandwich mengacu pada orang-orang middle age (antara usia 30-50 tahun) yang “terjepit” (seperti sandwich) untuk memenuhi kebutuhan finansial anak-anak sekaligus orang tua mereka. Tentunya kondisi ini bisa membuat frustrasi, Teman Klik. Kalau saat ini orang tua kamu termasuk golongan generasi sandwich, ada kemungkinan kamu juga bisa mengalami hal yang sama.

Jangan panik dulu. Kabar baiknya, rantai generasi sandwich bisa diputus asalkan kamu mau memiliki niat dan komitmen untuk melakukannya. Salah satu faktor utama penyebab terjadinya generasi sandwich adalah orang tua yang kurang maksimal dalam mengelola dana. Lalu, apa yang harus kamu lakukan?

Jangan malas merapikan cashflow pribadi

Kunci untuk memutus rantai generasi sandwich terletak pada perencanaan yang matang. Hal pertama yang harus kamu lakukan untuk mencapainya adalah merapikan cashflow pribadi. Buatlah daftar pemasukan dan pengeluaran. Setiap kali kamu mendapatkan uang, baik dari gaji atau misalnya fee dari freelancer, catatlah dalam daftar tersebut. Begitu juga ketika kamu mengeluarkan uang, mau itu secara tunai atau tidak.

Kenapa, sih, merapikan cashflow itu penting?

Dengan adanya cashflow yang rapi, kamu jadi tahu ke mana selama ini uangmu dialokasikan, jadi kamu pun bisa melakukan analisis finansial. Misalnya, dari cashflow diketahui bahwa dalam dua bulan terakhir kamu sering nongkrong. Jadi, untuk bulan selanjutnya, kamu pun bisa mengerem pengeluaran untuk nongkrong dan mengalokasikannya pada hal-hal lain yang lebih bermanfaat.

Siapkan dana pensiun kamu dari sekarang!

Coba dipikir-pikir lagi, kira-kira kenapa sampai sekarang kakek dan nenek kamu masih bergantung kepada orang tua kamu untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka? Kemungkinan besar mereka tidak memiliki dana pensiun. Kalaupun ada pun mungkin jumlahnya tidak terlalu banyak alias minim. Agar hal seperti itu tidak terjadi pada kamu, kamu disarankan untuk menyiapkan dana pensiun dari sekarang.

dana pensiun
Dana pensiun bagi kamu dan pasanganmu nanti via pexels.com

Oke, mungkin kamu berpikir bahwa hal ini belum penting dilakukan karena kamu masih muda. Namun, justru karena usia kamu masih muda, maka dari itu kamu harus menyiapkan dana pensiun sedini mungkin. Semakin cepat kamu menyiapkan dana pensiun, semakin banyak pula dana yang bisa kamu kumpulkan. Jadi, saat pensiun nanti, kamu tidak perlu merepotkan anak-anakmu.

Coba tentukan pada usia berapa kamu akan pensiun. Lalu, hitung pengeluaranmu selama sebulan. Katakanlah sekarang kamu berusia 25 tahun dan berencana untuk pensiun pada usia 60 tahun. Kamu merencanakan dana pensiun untuk kebutuhan selama 20 tahun, sedangkan kebutuhan per bulanmu adalah Rp10 juta. Artinya, kamu butuh dana minimal Rp200 juta untuk masa pensiun nanti. Dari hasil hitungan ini, kamu pun bisa menentukan jumlah dana yang harus kamu sisihkan per bulannya selama 35 tahun ke depan nanti.

Jangan cuma menabung, pertimbangkan juga investasi

Sejak kecil, orang tua sering menyuruh kita untuk menabung. Tidak ada yang salah dari hal ini, kok. Namun, di era modern seperti sekarang, menabung saja tidak cukup untuk menyiapkan dana kehidupan di masa depan. Apalagi kamu sedang berusaha untuk memutus rantai generasi sandwich di keluarga.

Oleh sebab itu, ada baiknya kamu mulai mempertimbangkan untuk investasi. Apabila dibandingkan dengan menabung di bank, investasi mampu memberikan nilai return yang relatif lebih menguntungkan. Kamu pun bisa mencapai target dana pensiun secara lebih cepat. Apalagi sekarang pilihan instrumen investasi sudah sangat beragam. Bagi pemula seperti kamu, salah satu jenis investasi yang bisa kamu pertimbangkan adalah peer-to-peer (P2P) lending seperti KlikCair.

Memanfaatkan online platform, KlikCair menghubungkan UMKM potensial dengan para investor seperti kamu. Jadi, tidak hanya berinvestasi, kamu juga bisa sekaligus membantu mengembangkan industri UMKM tanah air. Menariknya lagi, di KlikCair kamu juga bisa menyesuaikan dana investasi dengan profil risiko kamu, lho!

Melindungi diri dengan asuransi kesehatan

Tidak dapat dipungkiri bahwa semakin bertambahnya usia, kondisi tubuh justru akan menurun. Saat tua nanti, tubuh kamu pasti tidak akan se-fit saat masih muda dulu. Alhasil, kamu pun jadi rentan terkena penyakit. Nah, untuk mengantisipasi hal ini, ada baiknya kamu mendaftar asuransi kesehatan dari sekarang. Bahkan kalau memungkinkan, kamu juga sebaiknya mengajak orang tua untuk ikut daftar asuransi kesehatan.

pentingnya asuransi proteksi
Inget safety comes first Teman Klik via pexels.com

Ini jugalah yang biasanya menjadi penyebab generasi sandwich. Saat kakek atau nenek, yang tidak punya asuransi jiwa, mendadak jatuh sakit, orang tua kamu pun kelimpungan melunasi biayanya. Namun, dengan adanya asuransi kesehatan, kamu bisa jauh lebih tenang karena dana kesehatan akan di­-cover. Kamu jadi bisa lebih fokus memulihkan kondisi tubuh.

Jangan sampai rantai generasi sandwich terus berlanjut sampai anak cucu kamu nanti. Mulai sekarang, coba terapkan cara-cara di atas agar rantai generasi sandwich bisa putus dan kamu serta keluarga bisa merdeka secara finansial!M

You may also like...

Leave a Reply