Hal yang Dihindari Setelah Interview Kerja Agar Bisa Diterima

Interview kerja
Hal yang harus dihindari setelah menghadiri interview kerja. Photo by @punttim
Waktu baca: 4 menit

Proses seleksi kerja yang dilakukan oleh suatu perusahaan memang tidak mudah. Umumnya, kamu perlu melewati beberapa tahapan seperti, screening cv dan interview. Namun, setelah tahapan interview, ada beberapa hal yang harus kamu hindari agar kesempatanmu untuk direkrut lebih besar.

Masih banyak yang menganggap jika setelah proses interview, maka proses seleksi telah usai. Padahal, ada beberapa hal yang dilakukan setelah interview kerja malah bisa membuat peluangmu direkrut makin kecil. Bisa jadi kebiasaanmu tiap harinya bisa membuat kamu gagal direkrut oleh perusahaan tersebut. Maka dari itu, kamu harus coba menghindari kebiasaan tersebut. Berikut beberapa kebiasaan yang harus dihindari setelah wawancara kerja.

Jangan kepoin media sosial milik pewawancara

Kepo sosial media
Jangan kepoin sosial media rekruter. Photo by @charlesdeluvio

Menurut Business News Daily, hal pertama yang harus dihindari setelah interview ialah kepoin sosial media milik pewawancara atau HRD. Selain bikin risih, hal ini juga mengganggu privasi orang. Alangkah lebih baik jika kamu belajar sabar karena proses penentuan kamu diterima atau tidak biasanya membutuhkan waktu maksimal 2 minggu pasca wawancara.

Sering bertanya terkait hasil wawancara

Email
Terlalu sering menanyakan hasil interview tidak baik. Photo by Pixabay

Selepas interview terkadang kamu merasa tidak sabar untuk menerima informasi terkait hasilnya. Biasanya, hasil seleksi ditanyakan melalui email. Sah-sah saja memang menanyakan hasil interview karena berkaitan dengan pekerjaan yang akan kamu jalani. Namun, jangan terlalu sering menanyakan hasil tersebut. Lebih baik, kamu tanyakan paling banyak 1 atau 2 kali setiap tahapan rekrutmen yang kamu ikuti.

Mengubah ekspektasi gaji

Negosiasi gaji
Melakukan negosiasi gaji lagi setelah interview itu tidak baik. Photo by Pexels

Biasanya, saat interview kerja kamu akan ditanya mengenai ekspektasi gaji yang diinginkan. Namun, tidak sedikit pelamar yang mengubah ekspektasi gaji setelah mengetahui beban kerja yang akan diterimanya saat wawancara berlangsung. Agar kamu tidak perlu mengubah ekspektasi gajinya, kamu harus rajin melakukan riset dan mencari informasi terkait gaji rata-rata karyawan dengan posisi yang kamu lamar.

Baca juga: Trik Negosiasi Gaji Agar Penghasilan Bertambah

Terlalu pede diterima kerja

Terlalu pede
Jangan terlalu pede diterima kerja karena akan berdampak negatif dan terkesan arogan. Photo by @huntersrace

Memang lebih baik kamu memiliki kepercayaan diri yang baik selama proses rekrutmen. Namun, jika kamu terlalu percaya diri itu tidak bagus karena apapun yang berlebihan itu pasti tidak baik. Rasa percaya diri terlalu tinggi membuat kamu terlihat terlalu arogan dan negatif di depan pewawancara. Alhasil, mereka akan berpikir dua kali untuk meng-hire kamu sebagai karyawannya.

Tidak follow-up hasil interview

tidak follow up interview kerja
Follow up hasil interview wajib, tapi jangan terlalu sering bertanya. Photo by Pexels

Kalau sebelumnya terlalu sering menanyakan hasil wawancara itu hal yang harus dihindari, kali ini tidak menanyakan hasil wawancara itu juga hal yang harus dihindari. Pasalnya, hal itu bisa dipandang negatif oleh pelamar kerja dan terlihat seperti tidak serius untuk mengisi lowongan yang dilamar tersebut. Sebaiknya, paling tidak kamu bertanya sekali kepada HRD tentang status di proses rekrutmen.

Bertanya di media sosial

Menanyakan hasil interview kerja di medsos
Hindari menanyakan terkait hasil interview di medsos. Photo by Pexels

Untuk memperoleh informasi, biasanya orang-orang akan secara kreatif mencari kesempatan yang tersedia. Beberapa di antaranya ialah bertanya melalui kolom komentar di media sosial suatu perusahaan. Alih-alih akan dijawab, justru orang tersebut akan masuk ke daftar blacklist calon karyawan karena hal itu sangat tidak etis dilakukan oleh siapapun.

Baca juga: Ketahui Pentingnya Personal Branding Di Era Digital

Memperbarui status media sosial terkait tahapan rekrutmen

Update status terkait interview kerja
Jangan terlalu sering mengupdate status media sosial terkait tahapan wawancara. Photo by Pexels

Memperbarui status media sosial boleh-boleh saja, namun jika terkait dengan tahapan rekrutmen di suatu perusahaan lebih baik gak usah deh. Pasalnya, hal itu bisa dianggap membocorkan kegiatan rekrutmen tersebut.

Itulah beberapa hal yang harus dihindari setelah melakukan interview kerja di sebuah perusahaan. Semoga penjelasan di atas sudah jelas dan kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari sebelumnya.

Mungkin Anda juga menyukai