Biaya-biaya yang Harus Disiapkan Saat Ingin Sewa Apartemen

Biaya sewa apartemen yang harus dipertimbangkan
Biaya-biaya yang Harus Disiapkan Saat Ingin Sewa Apartemen. Photo by Pexels
Waktu baca: 4 menit

Tinggal di apartemen mungkin menjadi salah satu pilihan saat kamu sedang merantau ke kota-kota besar. Terlebih lokasi apartemen biasanya cukup strategis dan bisa membantu mobilisasi sehari-hari yang kamu lakukan. Namun, perlu diingat bahwa biaya sewa apartemen itu tidaklah murah.

Berbeda dengan saat kamu memutuskan untuk menyewa rumah kos atau kontrakan. Biasanya perbandingan harganya cukup signifikan lho TemanKlik. Kamu perlu menyiapkan biaya bulanan apartemen. Belum lagi harga apartemen yang melonjak, bisa jadi berpengaruh dengan biaya sewa apartemen bulanan.

Akan tetapi, dengan kelebihan-kelebihan yang diberikan seperti fasilitas lengkap, lingkungan bersih, serta keamanan yang selalu dijaga oleh security dan CCTV 24 jam bisa dikatakan sangat worth it.

Lantas, seberapa besar sih uang yang harus dikeluarkan untuk sewa apartemen? Agar kamu bisa menghitungnya, yuk simak beberapa biaya-biaya yang harus disiapkan saat kamu ingin sewa apartemen.

Biaya Tinggal di Apartemen

Renovasi apartemen
Lakukan renovasi pada apartemen yang akan disewakan. Photo by Pexels
  • Biaya sewa

Saat memutuskan untuk swa apartemen namun belum bisa membayar full di awal, kamu bisa mencicilnya. Biaya cicilan nanti dihitung dari biaya total hunian dikurangi biaya DP lalu dibagi dengan jangka waktu cicilan yang kamu pilih.

Biasanya, biaya cicilan ini dihitung per bulan. Namun itu kembali lagi bagaimana perjanjian awal dengan pemilik apartemen. Jika memang harus dilunasi di awal, kamu harus menyiapkan dana yang cukup besar untuk menyewa apartemen.

  • Biaya perpanjang HGB (Hak Guna Bangunan)

Selain biaya sewa, kamu juga harus memperhatikan biaya perpanjangan hak guna bangunan atau biasa disebut dengan biaya perpanjangan HGB. Biaya ini berbeda dengan iuran pengelolaan dan iuran perawatan.

Untuk diketahui, biasanya apartemen di Indonesia memiliki status kepemilikan HGB dengan masa kepemilikan yang akan kadalurasa dalam jangka waktu 25-30 tahun.

maka dari itu, jika kamu memang akan menyewa apartemen dalam jangka waktu yang lama, pikirkanlah biaya ini. Sebab, proses perpanjangan sertifikat ini harus dilakukan dua tahun sebelum masa HGB habis.

Adapuh untuk biaya proses perpanjangan yaitu sebesar 5 persen dari luas lahan x Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

  • Biaya dekorasi

Jika kamu memiliki niat untuk mendekorasi apartemen yang kamu sewa, tentu harus menyiapkan dananya.

Besarnya biaya yang disiapkan tergantung dari seberapa besar ukuran serta desain yang diinginkan. Jangan lupa untuk melapor terlebih dahulu kepada pengelola dan pemilik apartemen ya!

Baca juga: Rumah atau Apartemen: Mana yang Harus Dipilih sebagai Hunian Pertama Kamu?

Biaya Bulanan Apartemen

Ilustrasi menghitung biaya bulanan apartemen
Biaya bulanan apartemen. Photo by @kellysikkema
  • Biaya listrik

Biaya bulanan apartemen yang perlu diperhatikan ialah biaya listrik. Sebagai informasi, tarif dasar listrik (TDL) di apartemen umumnya lebih mahal jika dibandingkan TDL rumah tapak.

Sebab, ada regulasi dari PLN yang mengenakan biaya berbeda pada bangunan kategori bisnis, salah satunya apartemen. Apartemen dan rumah susun masuk dalam kategori pelanggan listrik bisnis besar B-3 dengan batas daya di atas 200 KVa (kilo Volt Ampere).

Adapun TDL kategori bisnis B-3 ialah Rp1.115 untuk Biaya Pemakaian Waktu Beban Puncak (WBP) ataupun Luar Waktu Beban Puncak (LWBP).

  • Biaya air

Seperti halnya biaya listrik, biaya air di apartemen juga lebih mahal daripada yang dibayar oleh penghuni rumah tapak atau konvensional. Hal ini dikarenakan apartemen menerapkan tarif untuk rumah khusus.

Untuk kategori tersebut, pemakaian air bersih hingga 10 ribu liter adalah Rp3,70 per liter dan pemakaian lebih dari 10 ribu liter ialah Rp7,15 per liter.

  • Biaya atau iuran pengelolaan

Biaya atau iuran pengelolaan sering disebut juga dengan IPL. Biaya ini dikeluarkan untuk kepentingan operasional gedung seperti listrik, air, dan kebersihan.

IPL ditentukan oleh P3SRS, yang mana besarnya dihitung dari tarif dasar yang sudah ditentukan dikalikan dengan luas unit apartemen.

Besarnya biaya IPL juga biasanya mengikuti tingkat inflasi sehingga bisa meningkat setiap tahunnya.

  • Iuran perawatan atau sinking fund

Iuran ini bisa dikatakan sebagai tabungan pengelola gedung yang digunakan untuk biaya penggantian atau perawatan komponen-komponen gedung seperti instalasi listrik dan saluran air.

Perawatan tersebut biasanya dilakukan secara tahunan, tergantung pada kondisi gedung. Dan biasanya, iuran ini bisa diangsur per bulan sebelum masa satu tahun berakhir. Atau bisa juga langsung dilunasi sekaligus per tahun.

Besarnya sinking fund biasanya 10-15 persen dari IPL.

  • Biaya parkir

Biaya parkir merupakan biaya yang terlihat sepele namun sebenarnya sangat penting. Apalagi jika kamu memiliki kendaraan bermotor. Kamu harus menghitung biaya parkir per bulannya.

Dan perlu diingat, meski kamu sudah membayar biaya parkir langganan tiap bulan, masih ada kemungkinan tidak mendapat lahan parkir. Hal ini terutama terjadi pada apartemen bersubsidi karena memiliki lahan parkir terbatas.

  • Biaya laundry

Laundry menjadi salah satu pilihan jika apartemen yang kamu sewa tidak terlalu luas untuk menampung mesin cuci. Biasanya, di dalam kompleks apartemen sudah tersedia jasa mencuci atau laundry.

Biasanya, biaya laundry sekitar Rp6ribu hingga Rp10ribu. Hitung biaya per kilogramnya dan jumlahkan selama sebulan.

Demikianlah beberapa biaya sewa apartemen yang harus disiapkan. Perlu diingat kan lagi ya TemanKlik, bahwa biaya yang dikeluarkan sudah pasti akan berbanding lurus dengan apa yang kamu dapatkan.

Jadi jika memang kamu sudah memiliki niat sedari awal ingin tinggal di apartemen, silakan siapkan biaya-biaya yang sudah disebutkan di atas.

Artikel Lainnya