9 Sektor Saham yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia

Sektor Saham
9 Sektor Saham yang Tercatat di BEI. Photo by IDX
Bagikan:

Waktu baca: 4 menit

Sektor saham untuk saat ini, sesuai dengan peraturan yang ada dibagi menjadi 9 sektor saham. Sembilan sektor tersebut tercatat pada BEI (Bursa Efek Indonesia). Pengelompokkan ini dilakukan agar masyarakat umum mudah untuk memilih saham yang ingin dimilikinya. Lantas, apa saja sektor saham yang ada di BEI saat ini? Simak penjabarannya di bawah ini!

Saham sendiri ialah suatu produk yang ada di pasar modal bisa diperjual belikan serta merupakan satu di antara berbagai elemen penting dalam investasi jangka panjang. Dengan mempunyai saham pada suatu perusahan, berarti kamu merupakan pemilik perusahan tersebut walaupun memang tidak memilikinya secara langsung.

BEI mempunyai beragam saham yang jumlahnya mencapai ratusan. Perusahan-perusahan tersebut telah lolos syarat dan ketentuan yang berlaku untuk menjual sahamnya kepada masyarakat umum, tentunya dengan pengawasan serta pendampingan BEI.

Terdapat 9 sektor saham yang melantai pada pasar modal BEI. Dengan dibaginya beragam sektor saham ini, diharapkan investor atau pemegang saham dapat mengelola portfolio serta manajemen risiko yang ada dengan gampang.

Biasanya pembagian tersebut dibagi menurut jenis industri yang perusahan tersebut miliki. Nah, untuk mengetahui apa saja sektor saham dan sub sektor tersebut, simak penjabaran di bawah!

Baca juga: Tips Investasi Saham Dengan Mudah Jaman Sekarang

Sektor Saham yang Ada di Bursa Efek Indonesia

Sektor Pertanian (Agriculture)

Sektor pada pertanian ini berisikan perusahaan bisnis yang meliputi berbagai macam bidang seperti, bidang peternakan, tanaman pangan, kehutanan, perkebunan, perikanan, sampai dengan jasa-jasa yang ada dalam industri pertanian itu sendiri. Sedangkan sub sektor yang ada meliputi sebagai berikut:

  • Perikanan,
  • Tanaman pangan,
  • Peternakan,
  • Perkebunan,
  • Kehutanan,
  • Dan pertanian lainnya.

Pertambangan (Mining)

Pada bidang ini lebih menekankan industri yang ada di pertambangan, misalnya seperti pertembangan batu bara, pertambangan minyak bumi, penggalian batu-batuan, tanah liat, pasir, pertambangan mineral, sampai dengan penambangan aspal serta batu gamping. Sub yang ada adalah:

  • Crude Petroleum & Natural Gas Production (pertambangan minyak dan gas bumi),
  • Coal Mining (pertambangan batubara),
  • Land / Stone Quarrying (pertambangan batu-batuan),
  • Metal and Mineral Mining (pertambangan logam dan mineral lainnya),
  • Dan lain sebagainya.

Industri Dasar dan Kimia (Basic Industry & Chemicals)

Seperti namanya pada sektor ini, klasifikasi industri dalam bidang bahan dasar dan kimia terdiri dari beberapa sub sektor seperti:

  • Cement (semen),
  • Chemicals (kimia),
  • Animal Feed (pakan ternak),
  • Metal and Allied Products (logam dan sejenisnya),
  • Plastics and Packaging (plastik dan kemasan),
  • Wood Industries (kayu dan pengolahannya),
  • Ceramics, Glass, Porcelain (keramik, kaca, dan porselen),
  • Pulp and Paper (pulp dan kertas),
  • Dan lain sebagainya.

Aneka Industri (Miscellaneous Industry)

Klasifikasi sub sektor yang ada pada sektor Miscellaneous Industry merupakan bidang yang bergerak pada pembuatan beragam mesin beserta komponen pendukungnnya, baik mesin berat hingga ringan. Sub sektor tersebut meliputi sebagai berikut:

  • Automotive and Components (otomotif dan komponennya),
  • Machinery And Heavy Equipment (mesin dan alat berat),
  • Textile and Garment (tekstil dan garmen),
  • Electronics (elektronik),
  • Footwear (alas kaki),
  • Cable (kabel),
  • Dan lain sebagainya.

Industri Barang Konsumsi (Consumer Goods Industry)

Pada sektor ini terdiri dari perusahaan yang bergerak pada bidang pengolahan bahan dasar maupun bahan setengah jadi menjadi produk yang bernilai jual untuk dikonsumsi. Beberapa sub sektor tersebut meliputi:

  • Cosmetics and Household (kosmetik dan barang keperluan rumah tangga),
  • Food and Beverages (makanan dan minuman),
  • Houseware (peralatan rumah tangga),
  • Pharmaceuticals (farmasi),
  • Tobacco Manufacturers (rokok),
  • Dan lain sebagainya.

Properti, Real Estate, serta Konstruksi Bangunan (Property, Real Estate & Building Construction)

Untuk sektor ini, sesuai dengan namanya sektor Property, Real Estate, Building Construction berkaitan dengan dunia properti yang meliputi beberapa sub sektor sebagai berikut:

  • Property and Real Estate (properti dan real estate),
  • Building Construction (konstruksi bangunan),
  • Dan lain sebagainya.

Infrastructure, Utility, and Transportation (Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi)

Sektor ini terdiri dari perusahaan-perusahaan yang bergerak pada bidang penyediaan energi terbarukan, infrakstruktur, bangunan, telekomunikasi, sampai dengan jasa penunjangnya. Sub sektor ini meliputi sebagai berikut:

  • Energy (Energi),
  • Transportation (Transportasi),
  • Non Building Construction (Konstruksi Non Bangunan),
  • Telecommunication (Telekomunikasi),
  • Toll Road, Airport, Harbor and Allied Products (Jalan Tol, Pelabuhan, Bandara, dan Sejenisnya),
  • Dan Lain Sebagainya.

Finansial (Finance)

Sektor ini tentu paling yang dikenal oleh masyarakat, karena bergerak pada bidang keuangan. Dalam bidang ini membahas tentang laporan keuangan, audit going concern yang terdiri dari berbagai sub sektor sebagai berikut:

  • Bank,
  • Insurance (Asuransi),
  • Mutual funds (Reksa Dana),
  • Securities Company (Perusahaan Efek),
  • Financial Institution (Lembaga Pembiayaan),
  • Dan lain sebagainya.

Perdagangan, Jasa, dan Investasi (Trade, Service, and Investment)

Sub sektor yang ada pada bidang ini merupakan bermacam usaha perdagangan yang meliputi partai besar atau kecil. Ada pula industri yang mencakup pada bidang jasa meliputi, hotel, restoran, sampai dengan perusahaan yang bergerak pada bidang pariwisata. Sub sector yang ada diantaranya adalah:

  • Wholesale (Grosir),
  • Healthcare (Kesehatan),
  • Retail Trade (Pedagang Eceran),
  • Investment Company (Perusahaan Investasi),
  • Computer and Services (Jasa Komputer dan Perangkatnya),
  • Advertising, Printing and Media (Periklanan, Percetakan, sertaMedia),
  • Restaurant, Hotel and Tourism (Restoran, Hotel, dan Pariwisata),
  • Dan sektor lainnya.

Dengan mempelajari terlebih dahulu apa saja yang ada pada sektor beserta sub sektornya yang terdaftar di BEI, merupakan faktor yang penting untuk pemilihan portfoliomu. Hal ini akan meminimalisirkan kerugian yang ada. Mengingat juga sekarang ini instrumen investasi saham pada pasar modal cukup ramai dikalangan milenial jaman now.

Jika kamu ingin melakukan diversifikasi saham sebaiknya cermati juga apa saja keuntungan serta kerugian yang akan diterima kedepan. Sebab, tidak semua instrumen investasi membuatmu kaya mendadak.

Keuntungan Investasi Saham

Bila dilihat dari metodenya, paling tidak ada dua keuntungan yang bisa didapat oleh pemegang saham atau investor saat mempunyai saham. Keuntungan itu dapat diterima lewat:

Dividen

Dividen ialah kebijakan perusahaan untuk memberikan keuntungan perusahaan mereka pada beberapa pemegang sahamnya. Pembagian keuntungan ini sendiri diberi jika sudah mendapatkan kesepakatan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Supaya bisa mendapatkan pembagian dividen, paling tidak pemegang saham harus sudah memegang saham perusahaan terkait dalam saat yang cukup lama. Waktu ini sifatnya tidak pasti, sebab yang diperlukan sesungguhnya yaitu kamu dianggap selaku pemegang saham yang memiliki hak mendapatkan dividen perusahaan itu.

Bila dilihat berdasar dividen yang dibagi ke pemegang saham, dividen dapat dikelompokkan jadi dua macam, yaitu dividen tunai serta dividen saham.

Dividen tunai adalah dividen berbentuk uang tunai dengan nominal tertentu yang dibagi kepada yang menerima saham. Sementara, dividen saham adalah pembagian dividen dberupa beberapa saham yang dipunyai oleh perusahaan. Bila dividen saham ini diberikan, maka saham yang dipunyai investor bertambah pada saat pembagian dividen saham dijalankan.

Capital Gain

Secara sederhana, capital gain ialah keuntungan yang diperoleh dari beda harga beli dengan harga jual saat kamu melakukan transaksi saham. Capital gain sendiri umumnya berlangsung jika ada rutinitas perdagangan saham di pasar sekunder.

Sebagai contoh, misalkan kamu beli saham XYZ pada harga saham Rp5.000 per lembarnya. Lantas, selang sekian hari, kamu jual saham XYZ itu sebesar Rp6.000 per lembar sahamnya. Dari contoh itu, berarti kamu mendapatkan capital gain sebesar Rp1.000 untuk tiap lembar saham yang dijual.

Capital Gain adalah beda antara harga membeli dan harga jual. Capital gain tercipta adanya rutinitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalkan Investor beli saham ABC pada harga per saham Rp 3.000 selanjutnya menjualnya pada harga Rp 3.500 per saham yang bermakna pemodal itu memperoleh capital gain sejumlah Rp 500 untuk tiap saham yang dijualnya.

Demikian penjelasan mengenai sektor saham yang ada BEI dan keuntungan berinvestasi saham. Bagi kamu yang memang ingin berinvestasi saham, pahamilah fundamentalnya terlebih dahulu agar bisa memperoleh keuntungan.


Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai