5 Kiat Sukses Bangun Bisnis Bareng Sahabat Agar Langgeng

Sukses Bangun Bisnis Bareng Sahabat
Sukses Bangun Bisnis Bareng Sahabat. Photo by Pexels
Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Waktu baca: 3 menit

Bangun bisnis bareng sahabat memang terkesan seru dan menyenangkan. Namun pada praktiknya tidak semudah yang dibayangkan. Terkadang pasti akan bersitegang sedikit, bahkan hingga bisnis yang dijalankan tersebut bisa hancur berantakan dan hubungan persahabatan akan berantakan pula. Maka dari itu kamu perlu tahu kiat-kiat sukses bangun bisnis bareng sahabat.

Ada banyak contoh sukses sahabat yang mendirikan sebuah bisnis. Sebut saja Microsoft yang dibangun oleh Bill Gates dan Paul Allen sementara untuk contoh lokal ialah Warunk UpNormal yang didirikan oleh 7 sekawan.

Nah, agar kamu bisa sukses bangun bisnis bareng sahabat seperti contoh di atas, berikut kiat-kiat yang perlu dicoba.

Pilih partner bisnis yang tepat

Sukses Bangun Bisnis Bareng Sahabat
Pilih partner bisnis yang tepat. Photo by @officestock

Setiap orang pasti memiliki sahabat lebih dari satu. Namun, saat ingin membangun bisnis dengan sahabat, usahakan pilih partner yang tepat. Pilih sahabat yang memiliki passion dalam berbisnis, visi dan misi sejalan, kreatif, inovatif, dan pekerja keras. Terakhir, yang paling penting kamu dan sahabatmu harus saling paham betul bagaimana baik buruknya masing-masing. Meski begitu, dalam berbisnis nantinya keduanya harus tetap saling mengingatkan. Tidak melulu harus memaklumi sifat buruk masing-masing.

Tentukan peran masing-masing

Ketahui cara instrumen investasi bekerja jadi salah satu strategi investasi untuk pemula.
Tentukan peran masing-masing. Photo by Pixabay

Meski memiliki status yang sama yaitu sebagai founder, kamu dan sahabat yang jadi partner bisnis harus menentukan peran masing-masing. Misalnya, kamu mengurus bagian produksi dan pelayanan sementara sahabatmu mengurus bagian marketing dan keuangan.

Namun perlu diingat bahwa dalam menentukan peran, sebaiknya menyesuaikan dengan kemampuan dan passion masing-masing. Hal itu dilakukan agar lebih mudah dalam pelaksanaannya. Diskusikan baik-baik agar terhindar dari pengambilan peran yang salah.

Baca juga: 6 Tips Merintis Usaha dari Sandiaga Uno

Ada perjanjian atau hitam di atas putih

Perjanjian hitam di atas putih
Perjanjian hitam di atas putih sangat diperlukan saat akan berinvestasi. Photo by Pixabay

Bisnis dengan siapapun terlebih dengan sahabat tidak boleh hanya mengandalkan sistem saling percaya. Tetap harus ada hitam di atas putih. Hal itu dilakukan agar masing-masing menjalankan perjanjian dan kontrak yang sudah disepakati seperti bagi untung, modal bersama, dan sebagainya.

Selalu berkomunikasi dalam hal bisnis

Ikuti pelatihan.
Bekomunikasi dalam hal bisnis. Photo by Pexels

Bisnis yang dibangun oleh dua orang atau lebih memang harus selalu dikomunikasikan bersama. Jadi, tidak ada pengambilan keputusan secara sepihak, Selain itu, dengan komunikasi bisnis bisa tetap langgeng karena mengurangi dan bahkan tidak akan terjadi miscommunication. Sebab, miscommunication bisa menimbulkan banyak perpecahan dan perselisihan. Terlebih jika bisnisnya dikelola oleh dua orang atau lebih. Jadi, penting dilakukan komunikasi secara rutin untuk jadi bahan evaluasi dan menghindari pengambilan keputusan secara sepihak.

Hindarkan campur tangan dari orang lain

Diajak hang out.
Hindarkan campur tangan orang lain. Photo by Pexels

Bisnis yang dibangun oleh kamu dan sahabatmu ini sudah tentu harus dikelola oleh kalian. Sebab, nasib dari bisnis tersebut ada di tangan kalian. Segala persoalan harus diselesaikan secara bersama.

Namun, jangan pernah melibatkan orang lain di dalamnya. Sebab, belum tentu orang tersebut akan bersikap netral. Jika ada keberpihakan maka bisa timbul perselisihan. Lebih baik, jika ada masalah selesaikan secara internal dan cari solusinya bersama. Jika ada perbedaan pendapat, lebih baik saat diskusi saja. Hal itu jangan sampai dibawa ke luar ya.

Demikianlah kiat-kiat bangun bisnis bareng sahabat agar langgeng. Intinya ialah hilangkan sifat egois dari masing-masing founder lalu satukan perbedaan demi tujuan bersama. Fokus pada visi dan misi yang sudah kamu diskusikan dengan sahabatmu.


Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Mungkin Anda juga menyukai