Rumus Biaya Marginal dan Cara Menghitungnya 

Rumus Biaya Marginal
Rumus Biaya Marginal dan Cara Menghitungnya. Photo by Pexels
Waktu baca: 3 menit

Pernahkan kamu mendengar  rumus biaya marginal? Diketahui biaya marginal adalah biaya yang perlu dihitung dan berkaitan erat dengan produksi yang dilakukan. Setiap produksi memiliki peningkatan dan penurunan. Hal ini perlu disesuaikan dengan menghitung biaya marginal. 

Pihak perusahaan harus mengelola berapa yang harus dikeluarkan agar proses produksi dan keuntungan yang diperoleh dapat diketahui. Seperti apa rumus biaya marginal dan bagaimana cara menghitungnya? Mari simak penjelasan berikut ini. 

Apa Itu Biaya Marginal 

Pengertian dari biaya marginal adalah biaya tambahan yang diberikan oleh pihak penyedia jasa atau perusahaan agar bisa mendapatkan unit tambahan produk usaha. 

Jadi, konsep biaya marginal menjelaskan tentang naiknya biaya dari per unit karena jumlah unitnya bertambah. Cara menghitung biaya marginal ini dapat dilakukan dengan menggunakan rumus biaya marginal. 

Data yang diperlukan untuk menghitung biaya marginal adalah biaya produksi tetap dan biaya variabel. 

Biaya produksi selalu dipakai di dalam rumus biaya marginal. Sedangkan biaya tetapnya dapat dimasukkan dalam perhitungan jika ada produk tambahan. Apa saja contoh biaya marginal?

Contoh soal biaya marginal adalah ada perusahaan snack yang membutuhkan biaya produksi sebesar Rp 1 juta untuk membuat 100 snack. 

Lalu, jika ingin membuat 150 snack, diperlukan biaya tambahan sebesar Rp 1,5 juta. Itulah contoh sederhana dari biaya marginal. 

Pentingnya Biaya Marginal 

Setelah mengetahui pengertian marginal cost atau biaya marginal, bagi yang bergelut di dunia bisnis penting untuk mengetahui fungsi biaya marginal. Tujuan dari biaya marginal ini adalah untuk menentukan titik mana perusahaan bisa meraih skala ekonomi tertentu. 

Ini dimaksudkan untuk mengukur nilai pendapatan yang diperoleh dari suatu produk sehingga lebih efisien. Dari biaya marginal ini, pebisnis dapat memikirkan dan menganalisa bagaimana meningkatkan sistem operasional secara meluas. 

Jenis-jenis Komponen Biaya Marginal 

Jenis-jenis komponen yang terkait dengan biaya marginal yaitu ada biaya produksi. Biaya ini berasal dari biaya tetap dan biaya variabel seperti yang sudah disinggung sebelumnya. 

Berikut akan dijabarkan lebih rinci. 

1. Biaya Tetap 

Biaya tetap adalah biaya yang tidak akan berubah meski ada peningkatan produksi. Biaya tetap bersifat konstan terlepas dari produksi yang mengalami perubahan. Contohnya adalah gaji karyawan, asuransi, biaya peralatan kantor, biaya sewa. 

Jadi, semua biaya tersebut perlu dibayarkan dengan nominal yang tetap meskipun penghasilan dari perusahaan tidak stabil. 

2. Biaya Variabel 

Biaya variabel adalah biaya yang bisa berubah karena bergantung dari fluktuasi produksi perusahaan. Biaya variabel ini merupakan jumlah konstan tiap unit yang akan diproduksi. Jadi, ketika produksi mengalami peningkatan, biaya variabel ini juga ikut bertambah. 

Sedangkan jika produksi menurun, biaya variabelnya juga ikut berkurang. Contoh biaya variabel adalah biaya bahan baku, biaya komisi penjualan, dsb. 

Baca juga: Komoditas Adalah Barang dengan Nilai Jual, Apa Saja Jenisnya?

Cara Menghitung Biaya Marginal 

Rumus biaya marginal sebenarnya sangat mudah, yaitu = perubahan biaya / perubahan kuantitas. Perubahan biaya adalah biaya produksi yang mengalami peningkatan atau penurunan selama waktu tertentu. 

Perubahan biaya dapat terjadi terutama ketika ada produksi yang banyak atau berkurang. Sedangkan yang dimaksud perubahan kuantitas adalah perubahan jumlah barang dari hasil produksi dikurangi volume keluaran diproduksi selanjutnya. 

Cara menghitung biaya marginal ini dapat diketahui dengan melakukan langkah-langkah berikut ini. 

1. Tentukan Perubahan Kuantitas 

Langkah pertama untuk menghitung biaya marginal yaitu mengumpulkan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk membuat satu produk barang atau jasa dari perusahaan. Biaya total ini dihitung dari biaya tetap dan biaya variabel. 

Perhitungan biaya tetap wajib sama di semua analisis biaya. Oleh sebab itu, perhatikan dengan baik di bagian apa biaya tetap nantinya berubah.

2. Hitung Perubahan Biaya 

Perubahan biaya didapatkan dari selisih total biaya produksi lama dengan yang baru. Nilai semua biaya produksi ini didapatkan dengan menjumlahkan biaya tetap dan biaya variabel. 

Setelah melakukan perhitungan dan didapatkan hasil biaya produksi tetap dan variabel, maka total biaya dari produksi dapat diketahui. Selanjutnya, perubahan biaya juga bisa dihitung dengan mudah. 

3. Mendapatkan Biaya Marginal 

Perhitungan biaya marginal didapatkan dari mengetahui kenaikan biaya yang  diperlukan untuk setiap tambahan produksi. 

Untuk menghitungnya, kamu bisa melakukannya dengan rumus biaya marginal yaitu membagi hasil dari perubahan biaya produksi dengan perubahan kuantitas atau jumlah produk. Rumusnya juga bisa ditulis sebagai berikut: MC = TC/Q. 

Dengan penjelasan MC artinya Marginal Cost, TC adalah perubahan biaya produksi dan Q merupakan perubahan kuantitas atau jumlah produk yang ditambahkan. 

Biaya marginal dengan output maksimal ditandai dengan samanya biaya marginal dengan total unit produk pada rata-rata biaya. 

Jika data tersebut dibuatkan grafik akan muncul kurva dengan bentuk huruf U yang menunjukkan bahwa perusahaan beroperasi dengan keluaran atau output yang maksimal.

Lalu, kapan biaya marjinal akan meningkat? Hal tersebut terjadi ketika biaya produksi rata-ratanya minimum. 

Apa yang dimaksud dengan biaya marginal? Biaya marginal adalah biaya tambahan yang dikeluarkan oleh usaha agar bisa mendapatkan penambahan hasil produksi. Untuk bisa mendapatkannya, cukup dengan menggunakan rumus biaya marginal seperti di atas.

Artikel Lainnya