Zakat Emas dan Perak: Pengertian, Ketentuan, Syarat, dan Penghitungannya

Emas dan perak
Zakat Emas dan Perak: Pengertian, Ketentuan, Syarat, dan Penghitungannya. Photo by Pixabay
Waktu baca: 4 menit

Perlu kamu ketahui bahwasannya emas dan perak merupakan salah satu jenis harta yang wajib dizakati. Perintah untuk mengeluarkan zakat atas emas dan perak ini ada pada QS.At-Taubah ayat 34 yang singkatnya hukum mengenai menyimpan emas dan perak tetapi melupakan Allah.

Untuk penjelasan lebih lengkapnya mengenai pengertian zakat emas dan perak, ketentuan, syarat, dan cara hitung akan kita simak pada ulasan di bawah ini. 

Sebelumnya jika kita mengingat kembali bahwa salah satu rukun dari rukun Islam adalah zakat. Nah..kewajiban untuk mengeluarkan atau membayar zakat ini tentu dapat dilaksanakan jika sudah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat sendiri sebenarnya adalah mengeluarkan sebagian harta yang kita miliki sebagai umat muslim untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam yang berlaku.

Secara umum kita mengetahui bahwa zakat yang dikeluarkan adalah zakat fitrah ternyata tidak. Selain itu terdapat zakat mal atau zakat harta  yang terdiri dari zakat emas dan perak, zakat profesi, zakat perdagangan, pertanian, dan lainnya. 

Baca juga: Yuk Belajar Dulu Tentang Cara Menghitung Zakat Fitrah

Ketentuan Zakat Emas dan Perak

Setiap barang yang akan dizakati pasti memiliki ketentuan masing-masing, di sini akan dijelaskan ketentuan zakat emas dan perak seperti apa. Seseorang wajib mengeluarkan zakat emas dan perak apabila telah mencapai nisab atau batas minimum wajib zakat dan haul (satu tahun). Dalam bentuk apapun itu mulai dari emas dan perak batangan, logam, dan lain sebagainya.

Syarat Zakat Emas dan Perak

Terdapat beberapa syarat zakat emas dan perak yang perlu diketahui sebelum mengeluarkan zakat, karena tidak sepenuhnya mereka yang mempunyai emas dan perak dapat mengeluarkan zakat. Berikut ini adalah beberapa syaratnya :

  • Emas dan Perak Milik Sendiri

Maksudnya adalah secara sah emas dan perak milik sendiri/pribadi bukan milik orang lain atau bahkan pinjaman.

  • Sampai pada Haulnya

Emas dan perak tersebut telah tersimpan selama satu tahun berjalan setelah itu baru dapat dikeluarkan sebagai zakat.

  • Sampai pada Nisabnya 

Emas dan perak tersebut dapat dikategorikan sebagai harta yang wajib dizakati ketika sudah mencapai batasnya. Nisab zakat emas sebesar 85 gram sedangkan untuk nisab perak sebesar 595 gram.

  1. Pemilik emas atau perak tidak terikat hutang dalam tempo dekat pembayaran zakat.
  2. Emas dan perak yang wajib dizakati bukan perhiasan yang digunakan sehari-hari

Artinya di sini yang wajib dizakati adalah yang diperdagangkan. Pengecualian untuk perhiasan yang digunakan jumlahnya melebihi nisab tetap dikenakan zakat juga.

  1. Emas dan perak tersebut merupakan barang yang diperoleh dengan cara yang benar dan halal.

Artikel Lainnya