Mengenal Peluang Investasi Hijau di Indonesia

potensi investasi hijau
Waktu baca: 3 menit

Dunia investasi dari hari ke hari semakin mengalami perkembangan. Kini, muncul sebuah konsep baru dalam bidang investasi, yakni investasi hijau. Investasi ini sudah mulai dikembangkan di negara-negara besar dunia. Investasi hijau dinilai memiliki berbagai macam manfaat pada kehidupan dan perekonomian. Lalu, apa itu investasi hijau, manfaat, serta peluangnya di Indonesia? Kamu bisa simak ulasannya berikut ini.

Apa itu Investasi Hijau?

Mungkin kamu sudah sering mendengarkan tentang permasalahan lingkungan yang terjadi di dunia. Permasalahan tersebut ternyata memiliki dampak luas sehingga berbagai macam cara dilakukan untuk mengatasinya, termasuk pula dalam ranah investasi dan industri. Dari situlah kemudian muncul istilah investasi hijau, termasuk juga di Indonesia.

Sebenarnya investasi ini memiliki konsep yang sama halnya dengan investasi pada umumnya. Letak perbedaannya adalah mengenai tujuan dan komitmen para investor terhadap kelestarian lingkungan. Terutama bagi perusahaan besar dengan mengedepankan konsep green industry yakni reduce, reuse, recycle, dan recovery. Selain itu, teknologi yang digunakan haruslah bersahabat dengan lingkungan. Contohnya adalah penggunaan energi panel surya, listrik tenaga angin, dan biofuel.

mengenal investasi hijau
Mengenal Investasi Hijau via pixabay.com

Investasi hijau tidaklah bisa dijalankan tanpa adanya kerja sama antara banyak pihak seperti pengusaha, pemerintah, hingga pemerhati lingkungan. Selain itu, untuk mendukung berjalannya investasi ini, diperlukan pula kebijakan dan aturan yang jelas dari pemerintah suatu negara. Harapannya agar investasi hijau dapat dilakukan oleh perusahaan maupun perorangan.

Manfaat Investasi Hijau

Ada banyak manfaat yang akan didapatkan bagi perusahaan maupun perorangan yang melakukan investasi hijau. Beberapa manfaat tersebut di antaranya bisa kamu lihat pada poin-poin di bawah ini:

Kelestarian lingkungan dan alam

Manfaat pertama jelas adalah untuk menjaga kelestarian lingkungan dan alam dalam jangka panjang. Hal ini dikarenakan pada perusahaan yang menerapkan investasi hijau, sebagian nilai maupun keuntungan investasinya akan diperuntukkan bagi perbaikan kerusakan alam, menjaga ekosistem, dan kelestarian alam. Efek jangka panjangnya adalah bencana yang disebabkan kerusakan alam akibat industri dapat berkurang secara drastis. Selain itu juga menciptakan iklim yang sehat.

Pengembangan sektor energi terbarukan

Berikutnya adalah sebagai pengembangan sektor energi terbarukan. Baik di Indonesia maupun negara-negara besar dunia, sektor energi memang menjadi motor utama penggerak industri. Namun, lambat laun keberadaan energi ini akan semakin berkurang bahkan habis. Maka dari itu diperlukan sebuah inovasi untuk menciptakan energi terbarukan. Investasi ini adalah salah satu cara untuk menciptakan industri yang sehat dan ramah lingkungan.

Baca juga: Sustainable Investing: Investasi Aman dan Berkelanjutan

Kemudahan dalam hal perpajakan

Manfaat lain dari investasi hijau adalah kemudahan dalam hal perpajakan. Mengingat mahalnya biaya investasi jenis ini, membuat pemerintah memberikan kemudahan dalam pengurusan perihal perpajakan kepada perusahaan yang menerapkan konsep hijau. Kemudahan tersebut berupa insentif, selain itu juga ada pemberian tax holiday untuk pengembangan usaha tenaga panas bumi. Perizinan pun akan semakin mudah bagi para investor dengan konsep investasi hijau yang ditawarkan.

Bagaimana Peluangnya di Indonesia?

Pertanyaan tentang peluang investasi hijau di Indonesia adalah hal yang menarik. Jika kita lihat, sebenarnya Indonesia memiliki potensi besar dalam menerapkan investasi ini. Di Indonesia sendiri setidaknya ada sekitar tujuh sektor untuk mendukung jalannya investasi hijau. Sektor tersebut adalah pertanian, kehutanan, perikanan, geotermal, manufaktur ramah lingkungan, energi terbarukan, hingga pengelolaan.

Investasi Ramah Lingkungan
Investasi Hijau untuk Ramah Lingkungan via pexels.com

Pemerintah Indonesia pun sudah memberikan perhatian terhadap pengembangan investasi yang satu ini. Contohnya saja berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada tahun 2010-2014, total realisasi investasi hijau sekitar 3.3 persen dari total nilai investasi.

Komitmen investasi hijau pun juga diperkuat oleh pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam diskusi bertajuk ‘How to Mobilize Private Investment for Green Infrastructure Promoting Intraregional Connectivity’ di Nusa Dua, Bali pada 11 Oktober 2018 lalu. Menurutnya, investasi ramah lingkungan mampu mencegah perubahan iklim yang bisa mengurangi pertumbuhan positif perekonomian.

You may also like...

Leave a Reply