3 Masalah Keuangan 30 Tahun yang Banyak Dihadapi Pekerja Milenial

Masalah Keuangan 30 Tahun
3 Masalah Keuangan 30 Tahun yang Banyak Dihadapi Pekerja Milenial. Photo by @officestock
Bagikan:

Waktu baca: 3 menit

Sebenarnya, banyak pekerja milenial yang usianya 30 tahun sudah memiliki gaji tinggi. Namun, kebanyakan dari mereka memiliki masalah keuangan 30 tahun. Padahal secara matematis kondisi finansial mereka sangat baik.

Masalah keuangan itu tidak selalu selaras dengan pendapatan. Artinya, bukan berarti pendapatan kecil selalu membuat kondisi finansial bermasalah. Sementara itu, mereka yang berpenghasilan besar tidak memiliki masalah keuangan.

Masalah keuangan itu terkait dengan management. Sebesar apapun gaji kamu, kamu tetap akan terus menerus menghadapi masalah keuangan jika uang tidak diatur dengan baik. Sebaliknya, sekecil apapun gaji kamu, kamu akan bahagia dan merasa kecukupan ketika kamu berhasil mengatur uang tersebut.

Untuk itu, salah jika kamu merasa gaji kamu kecil lalu kondisi keuangan kamu bermasalah. Karena saat gaji kamu besar, tetap saja masalah itu muncul. Karena kamu tidak mengatur uang dengan baik.

Baca juga: Tips Keuangan 30 Tahun untuk Masa Depan yang Lebih Bahagia

3 Masalah Keuangan yang Dihadapi Pekerja 30an Tahun

Masalah Keuangan 30 Tahun
Masalah keuangan yang dihadapi. Photo by Pexels

Tidak perlu jauh-jauh membahas tentang mengatur keuangan. Pertama-tama, kamu harus tahu apa saja masalah keuangan 30 tahun yang sering dihadapi, terutama oleh mereka para pekerja milenial.

  • Tidak Bisa Menabung

Sejak kecil, kamu pasti sudah diajarkan oleh orang tua untuk menabung. Dan cara mengajarkan orang tua itu sangat sederhana, yaitu memasukkan koin yang terlihat tidak berharga ke dalam sebuah celengan atau tabungan. Setelah 1 tahun, celengan dipecah lalu uang tersebut ternyata bisa dipakai untuk membeli sepeda, mainan, atau yang lain.

Namun, ketika kamu sudah bekerja, kenapa justru kamu sulit menabung? Kamu sebaiknya terapkan lagi apa yang sudah kamu lakukan di waktu kecil. Tentu saja bukan uang receh lagi yang harus kamu sisihkan dan tabung.

Mungkin kamu bisa tetapkan nominal angka yang ingin kamu tabung secara rutin, entah itu setiap hari, minggu, ataupun setiap bulan. Lalu, siapkan satu tabungan di bank khusus untuk menaruh uang tersebut. Jangan buka tabungan yang ada fasilitas ATM-nya agar kamu malas untuk mengambil uang tersebut. Kamu bisa ambil uang tersebut setelah 1, 2 atau 3 tahun.

  • Hutang yang Tak Pernah Selesai

Masalah keuangan 30 tahun yang satu ini sangat sering dimiliki oleh kaum milenial. Yaitu hutang. Tentu tidak masalah jika itu hutang produktif seperti hutang untuk usaha. Hanya saja, kebanyakan hutang tersebut hutang konsumtif seperti hutang untuk membeli motor atau mobil.

Tentu saja berhutang itu tidak masalah asalkan kamu memiliki kemampuan secara finansial untuk membayar. Dan itu tidak mengganggu keuangan kamu untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Sayangnya, kebanyakan orang berhutang di luar jangkauan. Hingga akhirnya kebutuhan pokok tidak tercukupi karena uang digunakan untuk membayar hutang. Jadi, hidup seolah-olah hanya dihabiskan untuk membayar hutang.

Belum lagi ketika hutang ditutup atau sudah selesai lalu berhutang lagi. Ini membuat hutang rasanya tidak pernah selesai. Setelah berhasil menyelesaikan satu hutang konsumtif, selalu ada keinginan lagi untuk berhutang lagi.

Sebaiknya hal tersebut tidak perlu kamu lakukan. Jika kamu sekarang sudah terlanjur berhutang dan jenisnya adalah hutang konsumtif, niatkan untuk segera menyelesaikan hutang tersebut. Dan sebaiknya jangan lagi berhutang semacam itu.

Jika kamu ingin membeli sesuatu, sebaiknya kamu menabung. Ketika tabungan sudah cukup, kamu bisa membeli sesuatu tersebut. Menunda membeli jauh lebih baik daripada cepat membeli tapi kamu terus dikejar hutang.

  • Pengeluaran yang Tak Terkendali

Sudah jamak diketahui jika generasi milenial memiliki pengeluaran yang sangat banyak. Bahkan cenderung tak terkendali. Misalnya saja pengeluaran untuk liburan, mengejar gengsi, nongkrong, dan lain sebagainya.

Pengeluaran seharusnya dikendalikan. Siapkan budget tertentu. Jika di luar budget, tidak perlu kamu mengeluarkan tambahan uang lagi. Tetapkan budget untuk post pengeluaran tertentu. Jika masih ada sisa dari pendapatan, postkan uang tertentu untuk investasi. Jangan biarkan sisa pendapatan kamu itu masih berupa uang. Karena selalu ada keinginan untuk menghabiskan uang tersebut.

Investasikan uang kamu dalam bentuk barang, seperti emas atau properti jika mencukupi. Atau yang paling mudah sekarang ini adalah investasi di reksadana.

Nah, itulah beberapa masalah keuangan 30 tahun yang sering menjerat kaum milenial. Semoga kamu bukan salah satu dari mereka.


Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai