Manajemen Risiko: Pengertian, Komponen, Jenis, serta Tujuannya Dalam Sebuah Bisnis

Manajemen risiko
Manajemen Risiko: Pengertian, Komponen, Jenis, serta Tujuannya Dalam Sebuah Bisnis. Photo by @mvdheuvel
Waktu baca: 4 menit

Manajemen risiko merupakan salah satu aktivitas penting yang keberadaannya tidak bisa dipisahkan dari proses bisnis. Hal tersebut bisa terjadi karena manajemen risiko akan membantu perusahaan dalam mencapai tujuan dengan mengidentifikasi dan mengantisipasi faktor-faktor risiko yang mungkin terjadi.

Faktor risiko adalah hal-hal yang bisa menyebabkan terjadinya risiko pada perusahaan dalam mencapai tujuannya, sehingga perlu dilakukan pengamatan yang mendalam mengenai faktor risiko dalam bisnis.

Artikel ini akan membahas lebih lengkap mengenai pengertian, komponen penting, jenis-jenis, hingga tujuan manajemen risiko dalam sebuah bisnis. 

Pengertian Manajemen Risiko

Manajemen Risiko atau biasa juga disebut dengan risk management adalah sebuah proses identifikasi, analisis, penilaian, pengendalian, penghindaran, dan minimalisasi atau bahkan penghapusan risiko yang tidak dapat diterima. 

Manajemen risiko ini biasanya dilakukan oleh para investor atau fund manager pada saat melakukan analisis untuk mengukur potensi kerugian dalam investasi. Setelah berhasil dianalisa, mereka akan mengambil tindakan yang tepat sesuai dengan tujuan investasi dan juga toleransi risiko.

Komponen Penting Manajemen Risiko

Berikut adalah beberapa komponen-komponen penting risk management:

  1. Lingkungan Internal

Komponen pertama adalah lingkungan internal, yaitu lingkungan yang terbentuk di dalam suatu perusahaan sebagai hasil dari filosofi, struktur organisasi perusahaan, dan juga gaya operasional. Lingkungan internal ini memiliki pengaruh yang besar dalam suatu organisasi, sehingga struktur organisasi, budaya kerja, dan juga pembagian tugas atau wewenang harus jelas dan tertulis. 

  1. Penentuan Sasaran

Komponen selanjutnya adalah menentukan sasaran. Untuk bisa mencapai tujuan perusahaan, hal pertama yang harus Kamu lakukan adalah menentukan sasarannya terlebih dahulu.Tentukan apa saja yang menjadi tujuan perusahaan, sehingga risiko yang mungkin untuk terjadi bisa lebih mudah untuk diidentifikasi dan dikelola. 

Oleh karena itu, semua kegiatan yang dilakukan oleh manajemen akan menunjang dan mengarahkan perusahaan untuk sampai pada tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

  1. Identifikasi Peristiwa

Komponen selanjutnya adalah manajemen harus mengidentifikasi kejadian-kejadian yang memiliki potensi untuk mempengaruhi strategi dan pencapaian tujuan perusahaan. Manajer risiko harus mengidentifikasi apakah peristiwa tersebut memberikan dampak yang positif atau negatif bagi perusahaan. 

  1. Penilaian Risiko

Setelah selesai mengidentifikasi peristiwa, langkah selanjutnya adalah menilai peristiwa-peristiwa tersebut, apakah peristiwa tersebut bisa mendekatkan perusahaan pada tujuannya atau malah justru menjauhkan perusahaan dari tujuannya.

  1. Tanggapan Risiko

Setelah penilaian risiko selesai, perusahaan harus menentukan tanggapannya terkait dengan risiko tersebut. Tanggapan ini bisa berupa aksi untuk menghindari, mengurangi, memindahkan, atau bahkan menerima risiko tersebut. 

  1. Aktivitas Pengendalian

Komponen yang satu ini merupakan proses pembuatan kebijakan untuk memastikan bahwa tanggapan yang sebelumnya ditentukan sudah dilaksanakan dengan baik.

  1. Informasi dan Komunikasi

Selanjutnya adalah manajemen harus mengidentifikasi informasi dan juga berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait agar setiap orang bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

  1. Pemantauan

Pada komponen yang terakhir ini, manajemen akan melakukan pemantauan untuk memastikan bahwa setiap komponen sebelumnya berjalan dengan baik.

Baca juga: Memahami Skala Prioritas, Kegunaan Dan Cara Menyusunnya!

Jenis-jenis Manajemen Risiko

Setelah mengetahui apa itu risk management dan juga komponen nya, kamu perlu mengetahui jenis-jenisnya agar lebih memahami prosesnya. Berikut adalah jenis-jenis manajemen risiko:

Manajemen Risiko Operasional

Manajemen risiko operasional adalah manajemen risiko yang didasarkan pada terjadinya masalah-masalah yang muncul dan diakibatkan oleh faktor internal, seperti sumber daya yang kurang berkualitas, kinerja pegawai yang rendah, modal tidak sehat, dan lain sebagainya.

Pada umumnya, cakupan pada jenis manajemen ini adalah faktor manusia, proses, sistem, dan permasalahan eksternal namun yang tidak terkait dengan pelanggan dan muncul dengan sendirinya, seperti musibah. Itulah yang menjadi bidang penyelesaian dalam manajemen risiko operasional ini. 

Manajemen Risiko Strategis

Manajemen risiko strategis merupakan jenis manajemen yang berkaitan dengan pengambilan keputusan. Risiko yang biasanya muncul adalah kondisi tidak terduga yang dapat mengurangi kemampuan pelaku bisnis untuk menjalankan rangkaian strategi yang telah direncanakan sebelumnya.

Ada beberapa hal penting yang bisa Kamu lakukan  dalam risk management strategis, yaitu membuat beberapa daftar berikut :

  1. Daftar risiko
  2. Penilaian risiko dengan kecenderungan dan juga dampaknya
  3. Penilaian pada kondisi yang saat ini sedang terjadi
  4. Rencana tindakan bila resiko terburuk benar-benar terjadi

Manajemen Risiko Finansial

Sesuai dengan namanya, manajemen risiko finansial merupakan manajemen yang berfokus pada keuangan perusahaan. Deteksinya akan diarahkan pada bagaimana dan sebisa mungkin agar perusahaan tidak mengalami kolaps hanya karena masalah dana, modal, laba, dan lainnya yang berkaitan dengan finansial.

Dengan adanya manajemen risiko finansial, tentunya pihak perusahaan akan memberikan perlindungan yang bagus kepada semua aset perusahaan dengan tujuan agar sistem keuangan tetap sehat dan bisa dikontribusikan untuk pengembangan usaha kedepannya.

Manajemen Hazard

Manajemen hazard merupakan jenis risk managementyang berfokus pada masalah yang berpotensi membuat perusahaan mengalami kerugian atau gulung tikar. Biasanya, masalah yang dideteksi adalah masalah yang besar dan berbahaya.

Manajemen hazard memiliki tiga unsur yang diprioritaskan, yaitu masalah hukum, bahaya fisik, dan juga penurunan moral. Ketiga hal tersebut lah yang kemudian harus diantisipasi.

Tujuan Manajemen Risiko dalam Bisnis

Setelah mengetahui jenis-jenisnya, selanjutnya ada beberapa tujuan risk managementyang penting untuk kamu ketahui, antara lain:

  • Melacak Sumber-Sumber Risiko

Tujuan pertama adalah untuk melacak sumber-sumber risiko. hal tersebut digunakan untuk melakukan mitigasi atau pelacakan pada sumber-sumber yang memiliki potensi mengancam produktivitas dan juga keamanan bisnis. 

Proses pelacakan tersebut bisa dilakukan dengan melakukan riset dan analisa prosedural terhadap semua aktivitas perusahaan, mulai dari proses produksi hingga pengelolaan aset.

  • Menyediakan Informasi Risiko Untuk Perusahaan

Tujuan selanjutnya adalah menyediakan informasi mengenai sumber-sumber potensi risiko yang mungkin terjadi di perusahaan. Setelah melakukan analisa, manajer risiko harus menyusun laporan mengenai risiko yang berdasarkan pada data dari proses mitigasi.

  • Minimalisasi Terjadinya Kerugian Akibat Terjadinya Risiko

Setelah risiko dalam bisnis ditemukan dan dianalisa dengan baik, maka pihak-pihak terkait akan melakukan upaya agar risiko tersebut tidak sampai terjadi dan mengancam keberlangsungan bisnis. 

Dalam hal tersebut, risk management bisa membantu para pihak yang terlibat dalam menemukan solusi penanganan risiko, seperti meminimalisasi dan melenyapkan potensi, ataupun mentransfer risiko ke pihak yang lain.

  • Memberikan Rasa Aman Untuk Stakeholder

Tujuan selanjutnya adalah memberikan rasa aman kepada stakeholder, sehingga stakeholder akan percaya dengan integritas bisnis. Stakeholder disini tidak hanya sebatas investor saja, namun juga sebagai pekerja, supplier, penyedia asuransi, dan juga pihak-pihak lainnya yang berkepentingan dengan perusahaan. 

  • Menjaga Stabilitas dan Pertumbuhan Perusahaan

Tujuan terakhir adalah menjaga stabilitas dan juga pertumbuhan perusahaan. Hal tersebut ditujukan agar perusahaan bisa berkembang dengan stabil dan sesuai dengan target bisnisnya. Dengan adanya proses manajemen risiko, perusahan akan bisa melakukan penanganan yang lebih cepat terhadap sumber-sumber risiko yang memiliki potensi mengancam pertumbuhan usaha.

Demikianlah penjelasan mengenai apa itu manajemen risiko beserta dengan komponen, jenis, dan juga tujuannya. Kamu bisa mempelajari hal-hal yang telah dijelaskan diatas, karena manajemen risiko akan sangat penting dalam mencapai tujuan perusahaan.

Artikel Lainnya