Alasan Mengapa Memiliki Keuangan Perusahaan yang Sehat Begitu Penting

Keuangan Perusahaan yang Sehat
Alasan Mengapa Memiliki Keuangan Perusahaan yang Sehat Begitu Penting. Photo by Pexels
Bagikan:

Waktu baca: 3 menit

Salah satu patokan apakah sebuah bisnis itu berjalan dengan baik atau tidak bisa dilihat dari laporan keuangan perusahaan yang sehat. Jika tidak sehat, maka proses bisnis harus dikaji ulang.

Sayangnya, banyak pemilik perusahaan, terutama perusahaan kecil tidak tahu bagaimana cara mengetahui seberapa sehat keuangan perusahaan. Yang jelas, ini tidak berarti profit yang dimiliki perusahaan itu tinggi. Bukan itu patokannya. Keuangan yang sehat bukan berarti profit perusahaan yang tinggi.

Alasan Keuangan Perusahaan Harus Sehat

Keuangan Perusahaan yang Sehat
Alasan keuangan perusahaan harus sehat. Photo by Pixabay

Ada beberapa alasan kenapa setiap pemilik perusahaan harus memastikan memiliki keuangan yang sehat. Setidaknya, laporan keuangan seperti ini bisa dijadikan acuan untuk mengetahui apakah bisnis baik atau tidak serta kebijakan apa yang sebaiknya dilakukan untuk perkembangan bisnis ke depan. Jadi, ini alasan internal yang tidak bisa dielakkan.

Di sisi lain, ada juga alasan lain yang sifatnya untuk eksternal. Yaitu untuk membuat pelanggan percaya. Coba kamu bayangkan. Apakah pelanggan akan percaya melakukan transaksi atau berbisnis dengan perusahaan yang keuangannya kacau? Tentu saja tidak.

Begitu juga untuk meraih kepercayaan investor jika perusahaan memiliki investor. Dengan keuangan yang sehat, investor tidak ragu untuk terus menanamkan modal atau bahkan menambah modal agar bisnis berkembang lebih pesat.

Jadi, tujuan memiliki keuangan perusahaan yang sehat tidak hanya untuk memudahkan pemangku memutuskan sebuah kebijakan. Lebih dari itu, ini juga sebagai cara untuk mendapatkan trust atau kepercayaan dari pelanggan dan juga investor. Ini juga berkaitan dengan jalannya bisnis, bukan?

Baca juga: Diversifikasi Usaha Dibutuhkan untuk Menaikkan Omset Perusahaan

Bagaimana Cara Mengetahui Keuangan Perusahaan Sehat?

Keuangan Perusahaan yang Sehat
Cara mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Photo by Pixabay

Lalu, bagaimana cara agar perusahaan bisa memiliki keuangan yang sehat? Tentu saja harus ada laporan. Lalu, pertanyaannya selanjutnya adalah laporan apa saja yang harus disiapkan? Apakah hanya laporan laba-rugi saja? Tentu saja tidak.

Setidaknya ada 4 jenis laporan yang harus dilaporkan, yaitu:

Laporan Laba Rugi

Ini jenis laporan wajib yang harus dibuat. Ini sangat sederhana karena laporannya ini berupa laporan berapa uang yang digunakan untuk menjalankan bisnis dan berapa uang yang didapatkan dari bisnis tersebut.

Laporan Harga Pokok Penjualan

Hampir semua perusahaan memiliki laporan laba rugi. Namun, tidak semuanya memiliki laporan berapa harga pokok penjualan. Dan ini bukan tanpa alasan. Laporan ini termasuk yang sangat rumit. Ini tidak hanya melibatkan bahan pokok produksi tapi juga persediaan bahan yang hitungannya tidaklah mudah. Makanya, perusahaan harus memiliki seorang akuntan yang handal yang bisa membuat jenis laporan keuangan ini.

Laporan Neraca

Laporan ini beda dengan laporan laba rugi. Pasalnya, neraca itu termasuk aset, utang, dan juga ekuitas perusahaan. Laporan neraca ini harus dibuat di halaman terpisah dari laporan lainnya.

Laporan Arus Kas

Untuk mengetahui valid atau tidaknya keuangan, maka dibutuhkan buku arus kas. Ini buku catatan uang yang keluar atau masuk sesuai dengan periode tertentu.

Memang sedikit rumit karena banyak jenis laporan yang harus dibuat. Namun, harus dipahami semakin detail laporan keuangan  perusahaan, maka semakin jelas bagaimana kondisi perusahaan sebenarnya. Semakin mudah juga pemangku kebijakan untuk membuat sebuah kebijakan baru untuk ke depannya.

Laporan perusahaan yang sehat seperti ini harus dibuat secara berkala. Setidaknya satu atau dua kali dalam satu tahun. Frekuensinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Jangan sampai bisnis terlihat baik dan memiliki profit tapi ternyata dilihat dari keuangannya perusahaan mengalami masalah yang membuat perusahaan sulit berkembang.


Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai