Pentingnya Investasi Leher ke Atas untuk Milenial

Seorang wanita belajar hal baru
Pentingnya Investasi Leher ke Atas untuk Milenial. Pexels
Bagikan:

Waktu baca: 3 menit

Saat ini, ada banyak sekali orang yang sudah mulai berinvestasi. Terutama mereka para generasi milenial. Alasannya sederhana. Mereka ingin hidup lebih mapan, nyaman, dan bahagia. Sayangnya, tidak banyak yang melakukan investasi leher ke atas.

Mungkin kamu juga baru tahu istilah yang satu ini. Selama ini, kamu hanya belajar investasi emas, reksadana, bitcoin, dan lain sebagainya. Tentu hal tersebut tidak salah. Namun, selain investasi tersebut, ada baiknya kamu juga mulai nih investasi leher ke atas.

Apa Sih yang Dimaksud dengan Investasi Leher ke Atas?

tulisan go up and never stop
Yang dimaksud investasi leher ke atas. Photo by @fossy

Lalu, apa sih itu investasi leher ke atas? Ini hanya istilah saja. Namanya leher ke atas, maka itu menunjuk ke kepala. Lebih spesifiknya ke otak. Jadi, bisa dikatakan investasi jenis ini sama saja dengan investasi otak. Sebuah investasi yang bisa membuat otak lebih banyak isinya. Yang dimaksud isi adalah ilmu, pengetahuan, pengalaman, dan lain sebagainya.

Jadi, sederhananya, investasi yang satu ini investasi untuk meningkatkan intelijen, kecerdasan, dan pengalaman. Menurut Warren Buffet, ini merupakan investasi yang paling penting. Jauh lebih penting daripada jenis investasi lainnya. Ia mengatakan “The best investment you can make is an investment in yourself. The more you learn, the more you will earn” Kira-kira artinya seperti ini. Investasi terbaru adalah investasi pada diri sendiri. Semakin banyak kamu belajar, semakin banyak yang akan kamu dapatkan.

Investasi pada emas bisa saja naik bisa juga turun. Begitu juga dengan jenis investasi fisik lainnya. Sementara itu, jika kamu investasi leher ke atas dengan terus belajar, maka pendapatan yang diperoleh juga semakin cepat dan besar. Karena setiap keputusan yang dibuat itu berdasarkan nalar atau logika yang baik. Bukan karena ikutan tren apalagi karena emosi.

Nah, sekarang sudah tahu kan apa itu investasi leher ke atas dan betapa pentingnya jenis investasi yang satu ini?

Beberapa Contoh Investasi Leher ke Atas

Seorang wanita membaca buku
Macam-macam investasi leher ke atas. Photo by Pixabay

Seperti apa contoh investasi model ini? Sebenarnya, ada lagi nih jenis-jenis investasi leher ke atas yang harus kamu ketahui, yaitu investasi keterampilan, spiritual, dan sosial. Kita bahas satu per satu ya.

  • Investasi keterampilan
Seorang wanita belajar hal baru
Meningkatkan keterampilan. Photo by @dchuck

Ini investasi yang berkaitan dengan bagaimana kamu bisa mengupgrade skill yang sudah kamu kuasai. Atau bisa juga kamu ingin melatih skill baru. Dengan cara ini, potensi diri semakin dan kamu diharapkan bisa memperoleh pendapatan yang jauh lebih banyak dan jauh lebih cepat.

Baca juga: Intensif Kartu Pra Kerja untuk Mengembangkan Keahlian

  • Investasi Spiritual
Seorang wanita sedang bermeditasi di atas bukit
Investasi spiritual. Photo by Pixabay

Dalam hidup, tidak hanya finansial saja yang penting. Spiritual juga tak kalah penting. Terdengar tidak ada kaitannya antara spiritual dan finansial. Namun, faktanya ada. Karena bagaimanapun juga, upaya yang kamu lakukan itu hanya sekedar usaha. Sementara itu, yang menentukan adalah Tuhan yang Maha Esa. Itulah mengapa kamu harus punya kesadaran penuh tentang agama atau spiritual. Dengan cara ini, kamu juga lebih semangat untuk menjalani pekerjaan setiap hari.

  • Investasi Sosial
5 mainan berbentuk karakter manusia duduk di meja
Investasi sosial. Photo by Pixabay

Ini jenis investasi di mana kamu harus belajar bersosial. Yaitu belajar bertemu dengan orang baru, menjalin persahabatan, partnership, dan lain sebagainya. Karena bisnis apapun akan berkembang jika pemilik usaha memiliki jiwa sosial yang tinggi.

Nah, itulah hal-hal yang terkait dengan investasi leher ke atas. Kamu bisa melakukannya dengan cara membudayakan membaca buku, ikut seminar, workshop, dan lain sebagainya. Ini cara yang harus kamu perlukan jika ingin melakukan self investment seperti yang dikatakan oleh Warren Buffet.


Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai