Mengenal IMF Lebih Dekat: Pengertian, Sejarah, Tujuan, dan Aktivitasnya

ilustrasi IMF
Mengenal IMF Lebih Dekat: Pengertian, Sejarah, Tujuan, dan Aktivitasnya. Photo by @krisetya
Waktu baca: 4 menit

Kamu tahu dari mana suatu negara mendapatkan pinjaman? IMF adalah jawabannya. Organisasi ini dibentuk oleh sejumlah negara yang salah satunya bertujuan untuk menciptakan kestabilan keuangan dari setiap negara.

Praktiknya, organisasi ini siap memberikan bantuan seperti pinjaman uang. Nantinya, pinjaman ini dapat dimaksimalkan untuk menguatkan kembali perekonomian dari negara peminjam.

Tentunya, tidak hanya itu saja tujuannya. Tetapi, ada banyak sekali tujuan yang diharapkan dari pembentukan organisasi ini.

Di sini, mari luangkan waktu beberapa menit untuk mengenal IMF, sejarah pembentukannya hingga tujuan dan kegiatan yang dilakukannya. Berikut ini informasi lengkapnya!

Apa Itu IMF?

Ilustrasi tampak depan IMF
Pengertian IMF. Photo by Kompas.com

IMF singkatan dari International Monetary Fund atau dikenal dengan Dana Moneter Internasional. Ini merupakan organisasi internasional yang dibentuk untuk menangani masalah keuangan.

Perannya sebagai organisasi dunia tidak lain untuk mengatur sistem moneter di seluruh dunia. Ini meliputi pembayaran hingga menilai alat tukar mata uang asing.

Bahkan, IMF adalah organisasi yang dijadikan sebagai sumber dana ketika suatu negara mengalami permasalahan neraca keuangan. Contohnya memberikan pinjaman dengan kesepakatan tertulis.

Sejauh ini, IMF sudah mengalokasikan dana bantuan mencapai US$1 triliun untuk negara anggotanya. Tentunya, alokasi ini disertai dengan perjanjian pinjaman yang dinilai saling menguntungkan.

Anggota yang tergabung di dalam organisasi ini tercatat mencapai 189 negara. Di dalamnya terdapat sekitar 24 direktur eksekutif. Tentu saja negara yang memiliki kekuatan ekonomi global akan memiliki suara yang kuat di dalam organisasi tersebut.

Baca juga: Mengenal Berbagai Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kurs Valas

Sejarah Pendirian IMF

Ilustrasi tampak depan IMF
Sejarah IMF. Photo by Jojonomic

Bicara mengenai sejarah IMF, tentunya hal ini tidak bisa dilepaskan dari Kerjasama ekonomis di masa lalu. Hampir sebagian dari negara perwakilan menyetujui kerangka Kerjasama tersebut.

Tercatat jika IMF ini dibentuk pada tahun 1944. Organisasi ini dibentuk ketika berlangsungnya konferensi PBB di Bretton Woods, Amerika Serikat.

Sekitar 45 perwakilan negara mengambil bagian di dalamnya. Tepatnya menyetujui rencana tentang Kerjasama ekonomi tersebut.

Awal mulanya, pembentukan ini ditujukan untuk menghindari depresi besar untuk kedua kalinya. Yakni yang pertama terjadi pada tahun 1930 silam. Ketika terjadi masalah tersebut, sebagian besar negara mengalami kelumpuhan ekonomi.

Seakan tidak ingin mengulanginya, dibentuklah sebuah organisasi dunia yang disebut dengan IMF. Pembentukannya ditujukan untuk mempertahankan perekonomian dari negara di dunia.

Seperti diketahui bahwa sejumlah negara di tahun 1930 sudah berusaha keras untuk menjaga perekonomiannya. Salah satu kebijakannya ialah membatas impor. Sayangnya, kebijakan tersebut membuat perekonomian negaranya semakin melemah.

Menyadari situasi yang tak kunjung membaik, sejumlah negara mengirimkan perwakilannya ke konferensi PBB di Bretton Woods. Tentunya, kunjungan ini dilakukan untuk mendiskusikan sejumlah kesepakatan.

Kesepakatan ini berkaitan dengan pengawasan sistem moneter internasional, penghapusan batas tukar menukar dari valuta asing hingga menstabilkan nilai tukar. Hal ini terus didiskusikan untuk memperoleh jalan tengah.

Hingga pada Desember 1945, organisasi IMF ini terbentuk secara resmi. Di awal pembentukannya, hanya ada sekitar 29 negara yang menjadi anggota dan menandatangani pasal perjanjian.

Tujuan Pembentukan IMF

Gambar uang dan jam
Tujuan pembentukan IMF. Photo by Pixabay

IMF adalah organisasi dunia yang mengurusi keuangan. Dan organisasi ini telah lama menangani masalah tersebut. Tentunya, negara yang tergabung memperoleh bantuan untuk menangani neraca keuangannya.

Meskipun begitu, tujuan IMF sendiri tidak hanya sebatas itu. Secara umum, ada beberapa tujuan yang ada di belakangnya.

Pertama, organisasi ini didirikan untuk memantau kebijakan dan perkembangan ekonomi. Organisasi ini akan memantau kebijakan dari negara anggotanya perihal perkembangan ekonomi.

Ketika ditemukan adanya ketidaksesuaian atau kurang baik, organisasi ini biasanya akan memberikan saran. Tentunya suatu kebijakan yang dinilai lebih baik untuk menangani permasalahan dari suatu negara.

Kedua, menyuntikkan dana pinjaman. Ini pun sudah sering dilakukan oleh organisasi dunia tersebut. Terlebih ketika anggotanya memerlukan bantuan keuangan untuk memperbaiki neraca keuangannya.

Di samping membantu pendanaan, organisasi ini pun memberikan bantuan teknis bagi negara peminjam. Contohnya memberikan pelatihan terkait masalah keuangan.

Adanya pelatihan ini dimaksudkan agar negara tersebut segera terbebas dari pelemahan ekonomi. Bahkan, bisa berkembang atau maju dalam waktu yang lebih cepat.

Ketiga, membahas perekonomian dunia secara tahunan. Maksudnya, organisasi ini akan terus mengadakan pertemuan rutin. Tepatnya di bulan Oktober di tiap tahunnya.

Pertemuannya dilakukan di kantor pusat selama 2 tahun berturut-turut. Sedangkan pertemuan pada tahun ketiga biasanya diadakan langsung di negara anggota yang terpilih.

Aktivitas IMF

Ilustrasi uang
Aktivitas IMF. Photo by Pexels

Ada sejumlah aktivitas yang diakukan IMF untuk merealisasikan tujuan utamanya. Yakni mengatasi hingga mencegah krisis keuangan secara global.

Poin paling penting dalam merealisasikannya, IMF akan bertindak sebagai pengawas nilai tukar dari setiap negara. Kemudian, organisasi ini akan mendukung pemerintah dalam mengelola nilai tukar dari mata uang utamanya.

Hingga akhirnya, pinjaman sesuai kesepakatan akan diberikan. Tujuannya agar setiap negara dapat memulihkan neraca keuangannya.

Singkatnya, IMF adalah organisasi yang didirikan untuk mendorong pemulihan ekonomi internasional. Bahkan, mendorong setiap negara dapat berkembang sehingga dapat meminimalisir kemiskinan atau krisis perekonomian.

Artikel Lainnya