Ramainya Hari Belanja Online Nasional di Indonesia

ilustrasi ikut belanja online
Ramainya Hari Belanja Online Nasional di Indonesia. Photo by Pixabay
Bagikan:

Waktu baca: 5 menit

Belanja secara daring atau online sudah menjadi kebiasaan banyak orang di Indonesia dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Seolah menjadi keistimewaan tersendiri, tak hanya satu dua penyedia jasa belanja online yang memikat para konsumsen. Berbagai toko online ramai-ramai membuat strategi menarik perhatian pelanggan, salah satunya dalam bentuk hari belanja online nasional.

Tak semua orang akan berbelanja melalui aplikasi penyedia jasa ini namun setidaknya jika diberikan iming-iming voucher ditambah berbagai syarat ketentuan menarik yang diberikan mampu mendongkrak traffic toko online tersebut. Hari belanja online di Indonesia diperingati setiap tanggal 12 Desember dan berbagai toko online memberikan penawaran menarik.

Inisiasi hari belanja nasional diprakarsai oleh enam toko online besar di Indonesia, di antaranya Lazada Indonesia, Zalora, Blanja, PinkEmma, Berrybenka dan Bukalapak. Enam toko online atau e-commerce ini berada di bawah naungan Asosiasi E-commerce Indonesia atau IdeA. Hari belanja nasional pertama kali digelar pada 2012 silam.

Tujuan ditetapkannya hari belanja nasional adalah untuk mendorong dan mengedukasi masyarakat di Indonesia mengenai mudahnya berbelanja online. Mendapat respons yang positif setiap tahunnya, hari belanja nasional kemudian berlanjut setiap tahunnya, hingga saat ini dan seiring itu memunculan banyak e-commerce lainnya.

Lewat hari belanja nasional setiap 12 Desember, pemerintah Indonesia mendorong platform niaga-el guna menyediakan program gratis ongkos kirim atau ongkir serta program-program promosi belanja lainnya. Beberapa e-commerce yang sering menghadirkan promosi menarik tak hanya di setiap hari belanja online nasional tetapi juga hari-hari spesial lainnya.

Hari Belanja Online Terbesar di Indonesia

  • Singles’s Day
ilustrasi promo Single's Day
Promo Single’s Day. Photo by Kompas.com

Bukan pertama kali digelar di Indonesia, istilah singles’s day perdana muncu di China pada tahun 1990 dan merupakan sebuah acara sekolah bagi yang belum memiliki pasangan alias pacar untuk mencari pasangan. Setelah itu pada 2009 istilah itu dipopulerkan sebagai online sale oleh Alibaba ke seluruh dunia.

Karena saking populernya, online sale ini mampu mengalahkan penjualan saat Cyber Monday pada tahun 2012. Total transaksi pada saat itu mencapai 17,8 miliar dolar AS di tahun 2016, hal ini tentu sebuah pencapaian terbesar bagi satu-satunya e-commerce terbesar pada saat itu. Dan saat ini banyak digunakan e-commerce lainnya, termasuk di Indonesia guna menarik pelanggan.

  • Online Revolution
Tampilan homepage Lazada
Online revolution Lazada. Photo by Lazada

Istilah ini muncul di tahun 2012 dan dengan Lazada Indonesia sebagai pelopor kampanye belanja online nasional di Indonesia. Istilah ini dikatakan lebih populer dari singles’s day karena itu tak heran mengapa online revolution lebih memiliki segi penjualan yang meningkat. Pada 2016 nilai transaski yang masuk mencapai 40 miliar dolar AS.

  • Festival Belanja Online
salah satu jenis promo belanja online
Festival belanja online. Photo by Pexels

Ferstival belanja online dimulai pertama kali pada 2014 dan didirikan atas dasar kerja sama penggiat industri belanja online di Indonesia. Ketimbang hari belanja nasional yang lain, acara tahunan ini turut mendapatkan dukungan dari UNICEF pada 2015 contohnya. Tujuannya pun sama yang menarik minat pembeli beralih ke belanja online.

  • Black Friday
Salah satu promo yang ada, yaitu black friday sale
Black Friday. Photo by Pexels

Istilah ini mungkin terasa asing bagi masyarakat Indonesia, karena memang tidak ada hubungannya dengan belanja online. Namun, istilah ini akhirnya diperingati sebagai hari diskon terbesar bagi para pemilik retail, tak jarang jika memasuki hari ini akan muncul banyak antrian yang sangat besar di gerai-gerai toko di seluruh dunia.

Melihat fenomena tersebut, black friday kemudian diadaptasi ke dalam online shopping oleh para penggiat e-commerce. Tujuannya tetap sama yakni meningkatkan gairah pembeli terhadap belanja online, benar saja pada 2016 total transaksi penjualan di hari ini mencapai nilai sebesar 3,34 miliar dolar AS.

  • Cyber Monday
promo cyber monday sale
Cyber monday sale. Photo by Pexels

Jauh sebelum online shop menjamur, dunia belanja online lebih dulu mengenal cyber monday yang pertama kali dipopulerkan oleh Shop.org pada 2005 silam. Menurut riset, dinaman cyber monday karena menjadi hari paling populer untuk melakukan belanja online yakni pada hari Senin. Selain itu cyber monday juga disebut-sebut masih lebih unggul ketimbang black friday.

Transaksi cyber monday pada 2016 bahkan menembus angka 3,45 miliar, merupakan torehan terbesar sejak pertama kali dipopulerkan. Tak heran jika penggiat e-commerce kemudian beramai-ramai mengadaptasinya ke toko online dengan tujuan menarik minat pembeli lebih banyak dan mau melakukan transaksi pembelian di hari itu.

Baca juga: Ekspektasi Vs Realita Belanja Online dalam Masyarakat

Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas)

ilustrasi seseorang sedang berbelanja secara online
Harbolnas. Photo by Pexels

Lahir pada 2012 dan terkenal sebagai event yang lahir di tanggal unik, yakni 12-12-12 sekaligus merupakan puncak festival belanja online terbesar di Indonesia. Meskipun di awal kemunculannya hanya diikuti sebanyak tujuh e-commerce saja, namun saat ini sudah lebih dari 100 e-commerce yang ikut bergabung.

Di Indonesia berbagai macam platform belanja online ranai-ramai memberi penawaran menarik mulai diskon besar-besaran, tawar-menawar hingga hadiah lainnya guna menarik minat pembeli dan menjadi hari yang paling ditunggu-tunggu para pembeli untuk berbelanja secara online pada tanggal tersebut.

Kesuksesan harbolnas sebagai hari belanja online murah membuatnya kini tak lagi sakral, banyak e-ommerce kemudian menduplikasi antusiasme yang sama di luar bulan Desember. Bahkan saat ini setiap bulan pun terdapat promosi layaknya harbolnas hanya disesuaikan tanggal dan bulan, seperti 1.1, 2.2, 9.9 dan yang lainnya. 

Perayaan ini semakin semarak setelah mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak, termasuk industri telekomunikasi, logistik, perbankan hingga media. Bahkan di tahun 2020 seperti laporan resmi IdEA, harbolnas 2020 diikuti lebih dari 250 platform belanja yang terdapat di seluruh Indonesia raya, berikut tips membeli barang saat harbolnas.

  • Tentukan Budget

Diskon dan belanja besar-besaran tentu membuat para calon pembeli bernafsu membeli barang apa pun yang harganya murah. Bahkan ketika tak membutuhkan barang tersebut, pertimbangkan lagi untuk membeli barang terutama dalam segi budget yang dimiliki.

  • Riset

Lakukan riset mengenai produk apa saja yang dibutuhkan saat memasuki harbolnas, utamanya barang yang dicari. Langkah ini dilakukan agar pembeli mengetahui berapa harga dari barang yang akan dibeli apakah lebih murah ataukah lebih mahal.

  • Pertimbangkan Cara Membayar

Banyak metode pembayaran yang bisa digunakan dalam melakukan belanja online, termasuk saat harbolnas. Metode pembayaran juga merupakan faktor penting seseorang mendapatkan barang incaran, utamanya yang mendapat dikson besar-besaran.

Mulai dari kartu debit, kredit, kredit pihak ketiga hingga pembayaran langsung saat bertemu atau cash on delivery (COD). Penting untuk melunasi pembayaran sesegera mungkin agar barang yang dibeli tidak dialihkan ke pembeli yang lain.

  • Cermati Hak Pembeli

Perhatikan durasi garansi yang diberikan saat membel produk kecuali makanan, karena terdapat beberapa produk yang memberi garansi selama setahun. Meski begitu akan mematok harga lebih besar jika melakukan perbaikan atau servis di kemudian hari.

  • Pikir Panjang

Pertimbangkan kegunaan dan ketahanan produk yang akan dibeli dan pastikan produk yang dibeli dari penjual yang terpercaya. Sehingga pembeli tidak akan tertipu dengan barang yang dijual, terlebih jika membawa embel-embel promo dan diskon.


Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai