Contoh Sociopreneur yang Bisa Kamu Jadikan Teladan 

Contoh Sociopreneur
Contoh Sociopreneur yang Bisa Kamu Jadikan Teladan. Photo by @kattyukawa
Waktu baca: 4 menit

Ada banyak sekali anak muda yang kini ingin menjadi seorang sociopreneur. Sudah ada banyak contoh sociopreneur Indonesia atau pun dari negara lain yang menginspirasi. Mungkin hal inilah yang membuat anak-anak muda sekarang ini lebih tergerak di bidang ini.

Meskipun demikian, terkadang ada ambiguitas mengenai apa yang dimaksud dengan sociopreneur. Tidak sedikit orang yang salah paham tentang hal ini. Ada yang menganggap sociopreneur itu hanya kedok melakukan hal yang bersifat sosial padahal fokusnya profit. Di sisi lain, ada juga yang beranggapan menjadi seorang sociopreneur itu artinya harus siap untuk hidup serba kekurangan. Tidak seperti seorang entrepreneur yang memiliki kehidupan yang mapan dan tercukupi.

Kamu tidak boleh salah memahami hal ini. Ada baiknya kamu pahami pengertian sociopreneur. Apalagi jika kamu memiliki niat untuk terjun di bidang ini. Wajib bagi kamu untuk tahu apa yang dimaksud dengan sociopreneur.

Apa sih yang Dimaksud dengan Sociopreneur?

Sociopreneur merupakan konsep bisnis yang fokus pada isu sosial. Karena ini bisnis, maka orientasinya tetap saja, yaitu profit. Hanya saja, profit yang didapatkan digunakan semaksimal mungkin untuk kebaikan sosial.

Oleh sebab itu, jika seseorang berniat terjun di bidang sociopreneur, ia harus lihat dulu contoh sociopreneur yang ada saat ini. Sudah bisa dipastikan bisnis mereka pasti berdampak besar untuk sosial. Ketika kamu ingin menjadi sociopreneur, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah melihat masalah sosial. Kemudian, cari bagaimana mengatasi masalah tersebut dengan sistem di mana bisnis kamu juga tetap mendapatkan keuntungan.

Itulah mengapa salah besar ketika ada yang menganggap sociopreneur itu tidak menguntungkan. Konsep bisnis ini tetap saja menguntungkan. Ini tidak beda dengan bisnis lainnya. Hanya saja, keuntungan yang didapatkan tidak untuk pribadi tapi digunakan untuk kebaikan bersama.

Jadi, sudah jelas kan apa pengertian sociopreneur?

Perbedaan Entrepreneurship dan Sociopreneurship 

Dari penjelasan mengenai apa itu sociopreneur, kamu mungkin sudah paham apa yang dimaksud dengan konsep bisnis tersebut. Lalu, muncul satu pertanyaan lagi. Apakah kamu tahu perbedaan antara entrepreneurship dan sociopreneurship?

Keduanya sama-sama sebuah bisnis. Hanya saja, konsepnya berbeda. Entrepreneurship itu konsep bisnis di mana fokus utamanya untuk mendatangkan profit secara pribadi. Dalam hal ini, pemilik bisnis itulah yang ingin mendapatkan keuntungan besar. Sementara itu, sociopreneurship itu berusaha mendapatkan keuntungan untuk bersama, bukan untuk pribadi.

Tidak hanya itu. Keuntungan sociopreneurship juga langsung digunakan lagi untuk kebaikan bersama yang lebih luas. Jadi, sama-sama fokus pada keuntungan, penggunaan keuntungan yang berbeda.

Banyak orang yang akhirnya terjun di bidang sociopreneur karena satu alasan. Yaitu kepuasan batin. Jadi, fokus utama adalah membantu lebih banyak orang atau mengatasi masalah bersama agar batin senang dan puas. Di sisi lain, tetap saja bisnis tersebut mendatangkan untung sehingga sociopreneur bukan termasuk orang yang tidak punya. 

Baca juga: 11 Kunci Hidup Sukses di Dunia Maupun Akhirat

Tokoh Sociopreneur Indonesia yang Patut Dijadikan Contoh 

Agar kamu lebih paham lagi mengenai sociopreneur, ada baiknya kamu langsung lihat contoh sociopreneur Indonesia. Faktanya, banyak lho tokoh-tokoh inspiratif dalam negeri yang menjadi sociopreneur. Ada yang masih muda. Ada juga yang tidak. Yang pasti, kepeduliannya terhadap masalah sosial mengantarkan mereka menjadi tokoh sociopreneur Indonesia yang hebat.

Salah satu tokoh sociopreneur Indonesia adalah Mohammad Bijaksana Junerosano. Ia adalah yang berada di balik Waste4Change. Ini sociopreneurship yang bergerak di bidang pengolahan sampah. Tujuannya jelas, yaitu mengatasi problematika sampah yang kian hari kian membahayakan bumi serta umat manusia.

Waste4Change ini memiliki 4 prinsip yang dikenal dengan 4C, yaitu Consult, Campaign, Collect, dan Create. Consult artinya konsultasi. Mereka menawarkan jasa konsultasi pengolahan sampah. Campaign artinya edukasi masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah. Collect artinya mengumpulkan sampah yang kemudian di create atau dibuat menjadi barang daur ulang. Barang inilah yang kemudian dijual dan menghasilkan keuntungan secara ekonomi.

Tokoh sociopreneur Indonesia lainnya adalah Mesty Ariotedjo. Ia seorang wanita muda yang pintar dan cantik. Ia lulusan dari jurusan kedokteran. Keprihatinannya terhadap kesehatan membuatnya membuat perusahaan yang bergerak di bidang sosial bernama WeCare.id. Perusahaannya tersebut berusaha membantu pasien dari kalangan orang miskin yang tidak mendapatkan akses BPJS. Mesty melalui perusahaannya tersebut menggalang dana dari orang-orang kaya dan peduli untuk membantu pasien dari kalangan kurang mampu.

Masril Koto adalah contoh tokoh sociopreneur selanjutnya. Ia menjadi bukti bahwa yang bergerak di bidang sociopreneurship bukan hanya dari kalangan anak muda saja. Koto sudah tidak lagi muda. Ia seorang petani yang tahu persis apa permasalahan yang dihadapi oleh petani, yaitu permodalan. Untuk itu, ia menawarkan solusi berupa LKMA atau Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis yang ia namakan Prima Tani. Melalui lembaga tersebut, ia berusaha untuk membantu rekan tani agar semakin sejahtera. Caranya dengan menawarkan produk tabungan untuk persiapan persalinan, tabungan pendidikan anak, dan lain sebagainya.

Masril Koto kabarnya sedang mengembangkan apa yang disebut dengan Lumbung Pangan Rakyat. Ini akan memiliki peran yang mirip dengan Bulog yang menurutnya fungsi Bulog belum maksimal. Tujuannya sama, yaitu mensejahterakan petani

Setelah tahu beberapa tokoh sociopreneur dan apa yang mereka lakukan, semakin tertarik untuk menggeluti jenis bisnis ini?

Karakter Seorang Sociopreneur Sejati

Tidak semua orang bisa menjalankan bisnis sociopreneurship. Apakah kamu salah satu orang yang memiliki jiwa sociopreneurship? Kamu bisa cek sekarang juga dengan mengetahui karakter sociopreneur berikut ini:

  1. Senang dengan Melakukan Kegiatan Sosial

Apakah kamu tipe orang yang suka sekali melakukan kegiatan sosial? Coba lihat kembali apa yang kamu sudah lakukan di beberapa tahun belakang. Apakah ada waktu yang kamu gunakan untuk kegiatan sosial? Jika ya, ada kemungkinan kamu cocok di bidang sociopreneur.

  1. Visi dan Misi Sosial

Sociopreneur merupakan bisnis. Namun, visi dan misinya untuk kebaikan sosial, bukan untuk keuntungan pribadi. Orang yang memiliki jiwa sociopreneur akan selalu memburu profit, bukan untuk dirinya sendiri tapi untuk kebaikan bersama.

  1. Berani Berbeda 

Tidak banyak orang yang mau menjadi sociopreneur. Keberanian yang membuat orang mampu menjalankan bisnis ini. Ia berani berbeda. Lihat saja apa yang dilakukan oleh Mohammad Bijaksana Junerosano. Ia berani melawan hal yang mungkin sudah biasa. Banyak orang yang terbiasa membuang sampah sembarangan atau membuat semua jenis sampah termasuk yang tidak bisa diurai. Ia berani untuk mencari solusi dan inovasi bagaimana agar sampah bisa didaur ulang dan bisa bernilai ekonomi. Ia juga berani untuk mengubah kebiasaan buruk masyarakat berupa membuang sampah sembarangan.

  1. Inovatif dan Solutif 

Keberanian untuk berbeda membuat seorang sociopreneur mampu berpikir inovatif. Dan produk inovasi yang mereka buat itu menjadi solusi bagi masyarakat secara umum.

Itulah beberapa ciri dari seorang sociopreneur. Apakah kamu memiliki ciri-ciri tersebut?

Artikel Lainnya