Menelisik Apa Itu Kapitalisme Beserta Kelebihan, Kekurangan dan Contohnya di Indonesia

Contoh kapitalisme di Indonesia
Menelisik Apa Itu Kapitalisme Beserta Kelebihan, Kekurangan dan Contohnya di Indonesia. Photo by @fikry_anshor
Waktu baca: 4 menit

Kamu pasti sudah tidak asing dengan istilah kapitalisme karena ideologi ini merupakan salah satu dari jenis sistem ekonomi yang banyak dipelajari saat di bangku sekolah. Namun sebenarnya apa definisi kapitalisme dan seperti apakah kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi kapitalis jika diterapkan di sebuah negara? Simak penjelasan lebih lanjut mengenai ideologi kapitalisme beserta ciri dan contoh kapitalisme di Indonesia. 

Definisi Kapitalisme

Kapitalisme merupakan sistem organisasi ekonomi yang memberikan kebebasan pada pelaku usaha swasta selaku pemilik modal untuk mengatur dan mengendalikan kegiatan ekonomi berupa aset, industri dan distribusi agar sejalan dengan tujuan serta kepentingan yang ingin dicapai secara kompetitif. Dalam sistem ini, pemilik modal memiliki hak untuk menentukan harga sebuah produk di pasaran

Ideologi kapitalisme dalam sistem ekonomi sangat identik dengan pasar bebas dimana harga produk dan sumber daya manusia ditentukan berdasarkan hubungan transaksi jual beli di pasar dan bukan bagian dari perencanaan ekonomi dari pemerintah pusat. Meski begitu pemerintah memiliki kewenangan untuk menetapkan peraturan-peraturan dasar seperti upah minimum, aturan pelarangan diskriminasi hingga kebijakan cuti bersama.

Ciri-ciri Sistem Kapitalisme

Setelah mengetahui apa itu kapitalisme, kamu bisa mengenali jenis sistem ekonomi ini dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Adanya Pengakuan Terhadap Hak Milik Pribadi

Ciri sistem ekonomi kapitalisme yang pertama adalah pengakuan terhadap hak milik pribadi sehingga mereka dapat menguasai faktor produksi maupun sumber daya alam. Sebuah perusahaan swasta memiliki hak penuh pada alat produksi dan aktiva seperti bahan baku, gedung hingga mesin yang digunakan. 

Hal tersebut membuat penimbunan kekayaan pribadi bisa terjadi secara besar-besaran tanpa memperdulikan posisi orang lain yang tidak mempunyai kemampuan yang sama. 

  • Identik dengan Persaingan Bebas

Sistem kapitalisme memungkinkan terjadinya persaingan antar pelaku ekonomi yaitu antara penjual dan pembeli. Para penjual bersaing untuk memberikan harga dan kualitas terbaik kepada pembeli sedangkan para pembeli juga saling bersaing untuk menawarkan harga terbaik.

  • Tidak Ada Campur Tangan Pemerintah

Dalam sistem kapitalisme pemerintah tidak secara langsung mengendalikan kegiatan dan proses ekonomi. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah tidak bisa membatasi kepemilikan modal serta aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh pelaku bisnis swasta.

  • Individualis atau Mementingkan Diri Sendiri

Setiap individu diberikan kebebasan secara penuh dalam melakukan segala bentuk persaingan bisnis menggunakan berbagai macam cara sehingga individu atau perusahaan swasta tersebut dapat memperoleh keuntungan dengan sebanyak-banyaknya.

Hal ini memunculkan sikap individualisme yang materialistik dan bisa mengarah pada hedonisme karena semua kegiatan ekonomi sepenuhnya dilakukan hanya untuk kepentingan diri sendiri

  • Harga Menjadi Penentu

Karena pemerintah tidak bisa ikut campur atau melakukan intervensi dalam sistem ekonomi kapitalisme, apabila terjadi penurunan harga maka pemerintah diminta untuk diam. Mekanisme pasar pada sistem kapitalisme akan menentukan harga yang baru dengan sendirinya. 

Negara hanya memiliki peran yang sangat minim yaitu menjaga keamanan dan ketertiban, persaingan ekonomi serta menentukan hak-hak kekayaan perorangan

Baca juga: Pelaku Ekonomi Sebagai Objek Dalam Perjalanan Ekonomi Dunia

Keuntungan dan Kerugian Sistem Kapitalisme

Terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi kapitalis yang perlu kamu ketahui diantaranya:

Kelebihan 

  1. Kapitalisme dapat menjadi pemicu terjadinya kompetisi bisnis. Para pelaku usaha akan berkompetisi menjual barang atau jasa dengan harga terbaik yang bisa ditawarkan kepada pembeli
  2. Sistem kapitalisme ini juga secara tidak langsung memicu munculnya inovasi produk yang menjadi faktor penentu berkembangnya sebuah bisnis
  3. Selain dapat menciptakan inovasi produk, sistem ekonomi ini juga memunculkan persaingan harga jual. 
  4. Kapitalisme dapat meningkatkan produktivitas para pelaku bisnis untuk berusaha lebih giat dalam menghasilkan barang atau jasa dengan modal yang minim namun dapat memberikan keuntungan yang maksimal
  5. Sistem ekonomi kapitalis mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam menciptakan sebuah bisnis. Setiap orang bebas untuk menentukan dan memulai bisnis yang diinginkan. 

Kekurangan

  1. Sistem kapitalisme membuat akses modal yang dimiliki oleh pelaku usaha kecil menjadi lebih terbatas. Hal tersebut bisa memberikan dampak buruk pada kompetisi bisnis yang terjadi di pasar bebas sehingga bisa menciptakan pasar monopoli
  2. Karena sistem ekonomi kapitalis hanya berfokus pada keuntungan, membuat para pelaku bisnis tidak mengindahkan kesejahteraan dan upah pekerja.
  3. Kapitalisme dinilai tidak memperdulikan kesetaraan yang terjadi di masyarakat karena memiliki sifat individualis. Pelaku bisnis dengan sistem kapitalisme juga biasanya mewariskan usaha pada keturunannya sehingga menimbulkan kesenjangan. 
  4. Sistem kapitalisme juga menyebabkan eksploitasi alam yang tidak terkendali karena hanya ingin meraup keuntungan sebesar-besarnya.
  5. Jika sebuah perusahaan swasta berhenti melakukan proses produksi karena tidak mampu bersaing di pasar bebas, maka hal tersebut bisa meningkatkan angka kriminalitas disebabkan banyaknya pekerja yang menganggur. 

Contoh Kapitalisme di Dunia 

Beberapa negara yang terkenal menganut sistem ekonomi kapitalisme diantaranya Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Kanada, Singapura, Australia dan masih banyak lagi. Beberapa contoh sistem ekonomi kapitalis di beberapa negara yaitu:

  1. Banyak perusahaan dengan nama besar yang memiliki semua outlet berita yang ada di Amerika
  2. Amazon menjual lebih dari 80% pembelian belanja selama musim Natal di Amerika pada tahun 2017. Hal ini menyebabkan banyak ritel kelas atas Amerika menutup tokonya. 
  3. Walmart memberikan upah karyawannya dengan nominal yang sedikit sementara Walmart sendiri mendapatkan keuntungan lebih dari 100 miliar dollar Amerika setiap kuartalnya
  4. Jerman memberlakukan tarif pajak yang tinggi di berbagai macam kepentingan di bidang industri
  5. Di Australia, pembangunan pipa gas dilakukan secara publik namun dilesensikan pada operator swasta

Contoh Kapitalisme di Indonesia

Indonesia menjalankan roda perekonomian dengan menganut Sistem Ekonomi Pancasila. Meski begitu siapa yang menyangka jika di Indonesia pun sebetulnya telah banyak terjadi praktek kapitalisme. 

Kapitalisme di Indonesia sudah ada sejak masa penjajahan yaitu pada saat berlakunya sistem tanam paksa yang dilakukan oleh Belanda. Sistem ini merupakan bentuk konkrit kapitalisme karena Belanda mengeksploitasi kekayaan Indonesia demi keuntungan negaranya. 

Setelah merdeka kapitalisme tetap berkembang di Indonesia yaitu pada masa orde baru. Saat itu aliran modal asing semakin banyak masuk ke pasar keuangan Indonesia dan kesenjangan antara pelaku bisnis yang memiliki modal dan yang tidak memiliki modal pun semakin tinggi. 

Sampai saat ini praktek kapitalisme pun masih banyak terjadi, inilah beberapa contoh kapitalisme di Indonesia dalam kehidupan sehari-hari

  1. Masyarakat semakin konsumtif karena berbagai macam inovasi yang dilakukan oleh perusahaan teknologi
  2. Banyaknya minimarket yang letaknya sangat berdekatan dengan pasar tradisional
  3. Eksploitasi pertambangan untuk meraup keuntungan yang besar namun mengabaikan kondisi lingkungan. 
  4. Jual beli saham di pasar saham dengan tujuan peningkatan modal, dan masih banyak lagi.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian ideologi kapitalisme, kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi kapitalis, serta contoh praktek kapitalisme di Indonesia. Meski memiliki kelebihan, sistem ekonomi kapitalis juga memiliki banyak kekurangan yang harus menjadi pertimbangan karena dinilai bisa merugikan pelaku usaha kecil tanpa modal dan masyarakat secara umum. 

Artikel Lainnya