Ciri ciri Pasar Oligopoli Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Ciri ciri Pasar Oligopoli
Ciri ciri Pasar Oligopoli Beserta Kelebihan dan Kekurangannya. Photo by Pexels
Waktu baca: 4 menit

Salah satu jenis pasar adalah pasar oligopoli yang termasuk dalam persaingan tidak sempurna. Ciri-ciri pasar oligopoli yang mendasar adalah terjadinya ketimpangan antara perusahaan dengan perusahaan lainnya. 

Ada perusahaan yang unggul dan berkuasa sedangkan perusahaan lainnya ada di bawah mereka. Berikutnya pasar oligopoli juga memiliki jumlah produsen dan konsumennya yang tidak merata. 

Konsumen yang ada di pasar oligopoli lebih memiliki jumlah banyak dibandingkan produsen. Apa yang dimaksud pasar oligopoli dan ciri-cirinya? Simak info selengkapnya. 

Pengertian Pasar Oligopoli 

Seperti yang telah diketahui, ciri-ciri pasar oligopoli adalah adanya persaingan tidak sehat karena hanya perusahaan tertentu saja yang dominan. Untuk lebih jelasnya, pasar oligopoli adalah pasar dengan jumlah pembeli yang lebih banyak daripada penjualnya. 

Adanya kondisi semacam ini membuat persaingan yang ada menjadi tidak sempurna dan merata. Ketidakmerataan ini menyebabkan adanya perubahan harga pasar yang berfluktuatif. 

Selain itu, muncul juga persaingan yang lumayan ketat antar penjual untuk menarik konsumen. 

Pasar oligopoli juga memiliki dampak positif bagi konsumen karena produsen umumnya akan melakukan “banting harga” agar bisa mendapatkan konsumen lebih banyak lagi. 

Produsen akan membanting harga agar tidak ada lagi alasan untuk konsumen tidak tertarik pada produk tersebut. Dengan demikian, perusahaan lain atau produsen baru yang ingin membuat produk yang sama akan kesulitan untuk menarik konsumen. 

Ciri-ciri Pasar Oligopoli

Untuk lebih jauhnya, pasar oligopoli memiliki ciri-ciri yang khas dibandingkan pasar lainnya. Ciri-ciri pasar oligopoli ini diantaranya yaitu: 

1. Penjualan Bersifat Homogen 

Ciri-ciri pasar oligopoli yang pertama adalah produk yang dijual umumnya hanya ada satu jenis sehingga membuat calon pelanggan tidak akan kebingungan memilih produk sesuai dengan kebutuhan. 

2. Terdiri dari 2 Produsen atau Lebih 

Persaingan dari pasar oligopoli yaitu tidak sempurna dikarenakan perusahaan sebagai pihak produsen berjumlah terbatas. Hanya ada dua produsen atau lebih dan kurang dari 10 yang menjual satu produk yang sama. 

Oleh sebab itu, jenis pasar ini dilarang di beberapa negara karena produsen tidak bersaing secara sehat. 

3. Perlu Strategi Marketing Untuk Menarik Konsumen 

Setiap perusahaan yang ada dalam praktek oligopoli ini akan melakukan inovasi dengan membuat strategi marketing yang matang agar bisa mendapatkan pelanggan. Jika tidak memilikinya, maka akan sulit untuk berkembang dan bersaing di pasar ini. 

4. Harga Saing Relatif Sama 

Setiap produk yang diberikan adalah sama antar perusahaan. Kondisi ini yang membuat perusahaan tidak berani menaikkan harga karena takut tidak mendapatkan pelanggan atau beralih ke yang lebih murah. 

5. Sulit Dimasuki Oleh Produsen Baru 

Ciri-ciri pasar oligopoli seperti yang disinggung sebelumnya memiliki persaingan yang ketat dan umumnya dikuasai perusahaan yang memiliki nama dan reputasi yang bagus. 

Adanya hal ini menyebabkan para perusahaan yang baru merintis sulit untuk berkembang karena sudah banyak saingan yang lebih terkenal. 

6. Adanya Regulasi dari Produsen Utama Memiliki Pengaruh di Produsen Lainnya 

Ciri terakhir adalah kebijakan dari produsen utama atau besar ini akan berpengaruh ke perusahaan lain di bawahnya. Contohnya jika produsen utama menjual harga produk Rp 20 ribu maka perusahaan lain mematok harga yang relatif sama. 

Baca juga: Pengertian, Manfaat, Faktor, dan Teori Perdagangan Internasional

Jenis-jenis Pasar Oligopoli

Ciri-ciri pasar oligopoli ternyata memiliki banyak karakteristik khas yang membedakannya dengan yang lain. Selain itu, perlu juga diketahui jenis pasar oligopoli yang terbagi menjadi beberapa macam diantaranya adalah: 

1. Pasar Oligopoli Non Kolusi 

Jenis pasar oligopoli yang pertama adalah pasar non kolusi dimana terjadi persaingan ketat. Perusahaan yang berkuasa akan memainkan harga produk sehingga bisnis menjadi lebih berkembang dan produsen lain tidak dapat mengalahkan perusahaan kamu. 

2. Pasar Oligopoli Terdiferensiasi 

Diferensiasi sendiri memiliki makna berbeda atau dapat dibedakan. Sehingga jenis pasar oligopoli terdiferensiasi adalah pasar yang memiliki perbedaan yang cukup signifikan dari segi harga atau kualitasnya sehingga konsumen dapat dengan mudah membedakannya. 

3. Pasar Oligopoli Homogen 

Jenis berikutnya adalah homogen atau pure oligopoly. Ada banyak barang yang dijual dan mencerminkan berbagai perusahaan karena persaingannya terlihat sulit dibedakan. Hal ini terjadi ketika produsen melakukan berbagai cara terbaik agar menarik konsumen. 

Contoh oligopoli jenis ini adalah perusahaan semen, rokok, air mineral, dsb. 

4. Pasar Oligopoli Kolusi 

Jenis pasar kolusi adalah pasar oligopoli yang dimana terjadi kerja sama antar perusahaan agar menaikkan harga produk mereka. 

Berbeda dengan lainnya oligopoli kolusi tidak memiliki persaingan yang ketat karena bisnis akan berjalan dengan lancar dan hampir mencakup semua sektor. 

Contoh Pasar Oligopoli

Contoh dari pasar oligopoli juga sering ditemui disekitar kamu. Ciri-ciri pasar oligopoli yaitu tempat dari persaingan yang ketat sehingga pelanggan akan memilih produk yang memberikan penawaran terbaiknya yaitu dari sisi harga murah dan berkualitas. 

Contoh produk pasar oligopoli bisa Anda temui dalam industri rokok, layanan jaringan komunikasi, industri mobil, sampai dengan industri semen. Semua itu memiliki persaingan yang ketat dan membuat promosi yang masif agar bisa menarik pengunjungnya. 

Sudah banyak perusahaan yang terkenal yang melekat di benak konsumen ketika mencari sebuah produk. Contoh perusahaan oligopoli seperti semen Indonesia, dsb. Adanya kondisi ini membuat perusahaan baru dengan produk serupa sulit berkembang. 

Kelebihan dan Kekurangan Pasar Oligopoli

Setelah memahami pasar oligopoli dan contohnya diketahui bahwa ciri-ciri pasar oligopoli tersebut tampak bahwa sistem seperti ini tidak baik dijalankan di suatu negara. 

Hal ini karena terjadi gap besar antara perusahaan satu dan lainnya. Meskipun begitu, Anda bisa menemukan kelebihan dari pasar ini. 

Agar lebih jelas, berikut aku bagikan kelebihan dan kekurangan pasar oligopoli. 

Kelebihan Pasar Oligopoli 

Berikut ini adalah kelebihan dari pasar oligopoli yang perlu diketahui. Diantaranya adalah: 

  • Muncul persaingan yang ketat. Perusahaan di pasar oligopoli akan berusaha untuk membuat produk terbaik dengan harga yang murah. Dengan demikian, konsumen merasa dipuaskan baik dari kualitas dan harga produk yang akan mereka dapatkan. 
  • Produk dari pasar oligopoli lebih cepat berkembang. Hal ini karena ada inovasi dan strategi yang dilakukan perusahaan untuk memikat konsumennya. 
  • Ada berbagai merek yang bervariasi disajikan meski pada dasarnya menjual produk yang serupa atau homogen.

Kekurangan Pasar Oligopoli 

Berikutnya akan dibahas mengenai kekurangan dari jenis pasar yang satu ini. Kelemahan pasar oligopoli adalah sebagai berikut: 

  • Perusahaan memerlukan modal yang besar sebagai sarana promosi dan marketingnya. Hal ini dilakukan agar mendapatkan konsumen lebih banyak lagi. 
  • Seringnya ada banting harga dari setiap perusahaan agar bersaing mendapatkan pelanggan. 
  • Persaingan yang sudah ketat ini membuat perusahaan baru menjadi sulit masuk ke dalam kondisi pasar semacam ini. 

Penutup 

Demikian penjelasan lengkap mengenai ciri-ciri pasar oligopoli sampai dengan kelebihan dan kekurangannya. Dari informasi ini, kamu bisa membedakan mana yang termasuk dengan pasar oligopoli dan tidak. Semoga bermanfaat!

Artikel Lainnya