Cara Atur Arus Kas Modal Usaha Agar Bisnis Tidak Gulung Tikar

Atur arus kas modal usaha.
Waktu baca: 4 menit

Saat menjalankan bisnis, pengusaha akan mengatur arus kas modal usaha dengan strategi yang tepat. Jangan sampai perputaran uang itu malah membuat bisnismu merugi. Apalagi jika tidak tepat dalam mengaturnya bisnismu cepat atau lambat bisa gulung tikar.

Sekalipun kamu memiliki modal usaha yang melimpah, tapi jika tidak mampu mengelolanya maka tidak dapat berjalan dengan baik bisnisnya. Arus kas memang perlu dipantau dan diperhatikan dengan baik.

Jika kamu sedang menjalankan bisnis, maka kamu wajib untuk belajar mengatur arus kas sejak dini. Berikut beberapa langkah untuk mengatur arus kas modal usaha agar usahamu tidak gulung tikar.

Merancang keuangan dengan tepat

Merancang arus kas modal usaha dengan tepat
Merancang arus keuangan dengan baik. Photo by Pexels

Saat kamu memiliki perencanaan yang matang, maka semua hal bisa berjalan dengan baik. Hal ini juga berlaku untuk persoalan arus kas usaha. Maka dari itu, sebelum berbisnis lebih baik buat perencanaan keuangan yang tepat. Catat modal awal yang dibutuhkan, arus penggunaan uang, dan pengeluaran lain walaupun sedikit.

Selain itu, perencanaan keuangan harus dibuat secara detail. Berikan keterangan pada setiap arus masuk atau keluar. Dengan begitu, kamu bisa tahu ke mana saja uang atau modal usaha digunakan. Usahakan untuk tidak ada pos keuangan yang berat sebelah.

Buat laporan laba rugi secara detail

Buat laporan laba dan rugi.
Buat laporan laba dan rugi secara mendetail. Photo by Pixabay

Setelah kamu merancang keuangan dengan tepat, saatnya membuat laporan laba rugi dengan detail. Dengan laporan seperti ini, bisa membantumu mengetahui bagaimana kondisi kesehatan finansial dari sebuah bisnis.

Jika bisnismu dirasa sudah mengalami kerugian cukup banyak, maka kamu bisa dengan segera menanganinya. Tentu hal ini jadi upaya antisipasi sejak awal agar kesalahan-kesalahan tersebut tidak terulang.

Baca juga: 5 Tips yang Harus Dilakukan untuk Pertahankan Bisnis

Hindari pemborosan

Hindari pemborosan.
Hindari pemborosan. Photo by @jpvalery

Jika bisnis yang kamu jalankan masih berkaitan dengan produksi, pastikan untuk membeli bahan baku dengan jumlah yang sesuai. Hal itu dilakukan untuk menghindari adanya biaya tambahan untuk bahan baku yang terlalu banyak dibeli itu. Sebab, jika kamu membeli bahan baku terlalu banyak, itu hanya akan menambahkan biaya pemeliharaan.

Jangan berutang

Utang jadi masalah besar.
Utang akan jadi masalah besar dalam suatu bisnis. Photo by Pixabay

Utang memang jadi masalah utama bagi setiap orang, termasuk dalam berbisnis. Utang bisa jadi hal yang membahayakan jika tidak diatur dengan baik. Sesukses apapun bisnis yang dijalankan, bila jumlah utang terlalu berlebihan maka keuntungan yang diperoleh tidak bisa dinikmati.

Maka dari itu, usahakan jangan pernah berutang, baik kepada pemasok atau produsen agar bisnismu lancar. Usahakan untuk selalu bayar tunai sekalipun keuangan bisnis sedang kurang baik. Jika dalam kondisi terdesak dan harus berutang, maka berutang sewajarnya saja.

Tagih piutang

Tagih piutang agar arus kas modal usaha kamu terkontrol
Tagihlah piutang untuk memudahkan perjalanan bisnismu. Photo by Sindonews

Jika merasa punya piutang dari konsumen, harap segera untuk ditagih. Terlebih, jika bisnismu bergerak di bidang perdagangan. Piutang memudahkanmu untuk mengetahui keuangan bisnis. Jangan lupa juga untuk mencatat setiap piutang dengan jelas dan terperinci.

Pisah rekening keuangan pribadi dan bisnis

Pisahkan rekening pribadi dan rekening bisnis.
Pisahkan rekening pribadi dan rekening bisnis. Photo by Pixabay

Sebaiknya, rekening pribadi dan rekening bisnis jangan digabung. Tujuannya, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, jika kondisi keuangan bisnismu sedang dalam kondisi yang kurang baik, maka kamu bisa mendeteksinya lebih cepat dan bisa menanganinya.

Bangun bisnis dengan komitmen

Bangun bisnis dengan komitmen.
Bangun bisnis dengan komitmen. Photo by Pexels

Dalam membangun suatu bisnis, jika kamu tidak komitmen maka besar kemungkinannya untuk mengalami kegagalan. Dengan komitmen, kamu dapat meningkatkan fokus dalam mengelola anggaran. Jika suatau waktu ada niat untuk menggunakan arus kas di luar kebutuhan perusahaan, dapat dicegah dengan cepat. Dengan begitu, arus kas selalu dalam keadaan baik.

Itulah cara tepat mengatur arus kas modal usaha dalam berbisnis. Semoga bisa diterapkan bagi kamu yang sedang atau akan menjalankan bisnis.

You may also like...

Leave a Reply