Poin Penting Saat Memilih Saham yang Bagus Agar Nggak Rugi

Saham yang bagus
Poin Penting Saat Memilih Saham yang Bagus Agar Nggak Rugi. Photo by Pexels
Waktu baca: 3 menit

Investasi di saham memang pilihan yang baik untuk mengatasi penurunan nilai mata uang yang tidak bisa dihindari. Namun, sekedar investasi saja tidak cukup. Kamu juga perlu tahu bagaimana cara memilih saham yang bagus.

Faktanya, banyak orang yang terjun di bidang investasi saham. Mereka rela mengambil tabungan di bank untuk diinvestasikan di sebuah saham. Sayangnya, bukannya untung malah buntung.

Tentu banyak sekali faktor penyebabnya. Bisa saja mereka asal investasi tapi mengetahui apa yang harus dilakukan. Bisa juga dari awal mereka sudah memilih saham yang kurang bagus.

Untuk itu, ada dua hal yang perlu kamu lakukan. Yang pertama, terus belajar. Dan yang kedua, pilih saham yang bagus. Jika dua hal ini kamu lakukan, kamu akan benar-benar merasakan bahwa investasi di saham itu jenis investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan.

5 Ciri Utama Saham Bagus untuk Investasi Kamu Jangka Panjang

Setidaknya ada 5 ciri dari saham yang bagus untuk kamu pilih sebagai instrumen investasi jangka panjang. Apa saja itu?

  1. Kredibel 

Di dalam dunia saham, ada yang disebut dengan emiten. Ini adalah pihak yang memberikan penawaran kepada masyarakat. Dalam hal ini, pilih emiten yang kredibel. Mengapa demikian? Karena emiten yang baik pasti tidak asal dalam memilihkan saham. Ia pasti menawarkan saham yang bagus.

Di sisi lain, emiten yang baik pasti tanggung jawab. Ada banyak sekali oknum sekarang ini yang hanya ingin menyedot uang investor. Mereka tidak memikirkan bagaimana investor mendapatkan keuntungan. Mereka hanya memikirkan keuntungannya sendiri saja.

  1. Produk yang Jelas

Ini poin yang sangat mudah untuk kamu jadikan patokan apakah saham bagus atau tidak, yaitu dari produk yang dihasilkan. Perusahaan menawarkan saham pasti memiliki produk yang bagus di masyarakat. Semakin diterima produknya, sahamnya pun semakin bagus.

Selama produknya bertahan di pasaran atau bahkan semakin banyak variannya, maka sahamnya kemungkinan sangat bagus.

Lain hal dengan perusahaan yang produknya kurang begitu diterima masyarakat. Atau bahkan produknya disinyalir tidak akan bertahan di pasaran. Sahamnya kurang bagus.

Untuk itu, saham paling menguntungkan adalah saham dari perusahaan yang produknya jelas dan diterima oleh masyarakat. Ini ukuran yang paling mudah untuk dipahami orang yang awam di bidang saham.

  1. Mudah Rebound

Harus dipahami bahwa harga saham itu fluktuatif. Bisa naik dan bisa turun. Bahkan untuk saham perusahaan besar sekali pun, tidak pasti harganya terus naik. Di kondisi tertentu, saham perusahaan besar sekali pun bisa turun.

Akan tetapi, saham perusahaan besar biasanya mudah rebound setelah koreksi. Artinya, setelah harga turun, harga akan naik lagi setidaknya di angka yang aman. Bahkan, ada juga yang naiknya signifikan di atas kenaikan biasa.

Itulah mengapa investasi saham sebaiknya jangka panjang. Saat harga turun, sebaiknya segera beli saham. Sabar dan tunggu. Jika kamu berpikir jangka panjang dan sudah memilih saham yang bagus, harga saham akan naik.

  1. Kapitalisasi Pasar yang Besar

Untuk kamu yang sudah sedikit paham tentang saham, kamu harus mulai mempelajari tentang kapitalisasi pasar. Pasalnya, ini menjadi salah satu ciri dari saham yang bagus untuk investasi jangka panjang.

Apa itu kapitalisasi pasar? Secara sederhana, ini menunjukkan nilai seluruh saham yang beredar. Ketika kapitalisasi pasar sangat besar, itu artinya saham yang beredar sangat besar. Kredibilitas tinggi. Dan kemungkinan harga saham anjlok sangat rendah.

Dalam hal ini, sangat disarankan agar kamu memilih saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 500 miliar. Ini angka yang menunjukkan bahwa sebuah saham emiten memiliki kapitalisasi pasar yang besar.

  1. Kebal Krisis

Tahukah kamu apa yang paling cepat berdampak ketika krisis ekonomi? Yang pertama adalah saham. Seperti halnya yang terjadi pada krisis ekonomi sekitar tahun 1998 dan 1999, yang paling anjlok adalah harga saham. Orang-orang kaya karena investasi saham mendadak miskin.

Oleh sebab itu, sebaiknya pilih saham yang kebal terhadap krisis. Dalam hal ini, kamu bisa melihat kembali perusahaan-perusahaan yang sahamnya tetap bertahan ketika krisis atau bahkan ketika masa resesi. Kamu harus melakukan riset kecil-kecilan.

Itulah 5 ciri saham yang bagus untuk investasi jangka panjang. Yang pasti, saham tidak bisa digunakan untuk main-main. Memang banyak orang yang melakukan trading saham jangka pendek. Akan tetapi, sangat disarankan ketika kamu berkecimpung di dunia bisnis saham, berpikirlah jangka panjang.

Ini bukan seperti bisnis biasa di mana kamu bisa untung dalam waktu satu atau dua hari. Ini tentang investasi jangka panjang agar kamu suatu saat nanti mapan secara finansial dari investasi saham yang sudah kamu mulai sekarang.

Artikel Lainnya