Net Present Value dan Manfaatnya dalam Perencanaan Proyek atau Investasi

net present value
Net Present Value dan Manfaatnya dalam Perencanaan Proyek atau Investasi. Photo by Pixabay
Waktu baca: 4 menit

Laporan keuangan merupakan salah satu hal paling penting dalam pengelolaan bisnis, baik itu bisnis di level kecil atau terlebih lagi di sebuah lembaga bisnis berskala besar. Ada beberapa hal penting dalam laporan keuangan seperti net present value. NPV atau net present value adalah informasi penting dalam sebuah laporan keuangan yang bisa digunakan sebagai elemen utama dalam membuat rencana–rencana bisnis di masa mendatang.

Berdasarkan informasi NPV atau net present value tersebut maka pelaku bisnis bisa melakukan evaluasi terkait manajemen dan merancang rencana perbaikan guna meningkatkan performa bisnis yang bisa berdampak pada keuntungan yang lebih tinggi. Lalu apa itu net present value?

Mengenal Pengertian NPV atau Net Present Value

Istilah NPV atau net present value merupakan istilah yang dipakai untuk menyebut selisih antara arus kas masuk terkini atau sekarang dengan arus kas keluar yang tercatat dalam periode tertentu. Angka NPV yang dilaporkan dalam laporan keuangan ini akan dijadikan salah satu dasar dalam memperkirakan peluang keuntungan dari proyek atau rencana investasi yang akan dilakukan.

Jadi bisa dikatakan bahwa Kamu bisa membuat prediksi atau perkiraan mengenai rencana pengembangan bisnis atau perbaikan performa lembaga bisnismu dengan memakai informasi yang berasal dari laporan keuangan berupa net present value tadi. Analisis terkait potensi baik itu peluang atau resiko di masa mendatang merupakan salah satu langkah bisnis yang sangat penting dan bisa dilakukan dengan membuat prediksi arus kas sebagai sebuah gambaran umum mengenai peluang keuntungan pada sebuah rencana investasi atau pengembangan bisnis.

Ada contoh kasus analisis berdasar NPV yang Kamu pelajari seperti penggunaan nilai NPV untuk melakukan prediksi keuntungan dari sebuah proyek. Nilai NPV tersebut bisa dipakai sebagai variabel yang digunakan untuk melakukan perkiraan laba atau keuntungan yang bisa didapatkan.

Metode analisis yang melibat net present value ini bisa Kamu pakai untuk melengkapi metode analisis seperti payback period yang memakai konsep time value of money. Kombinasi metode analisis tersebut dapat digunakan sebagai landasan yang lebih rasional dan lebih presisi untuk melakukan prakiraan ataupun evaluasi mengenai kelayakan rencana bisnis tertentu.

Sehingga bisa dikatakan bahwa NPV merupakan salah satu variabel yang bisa dipakai untuk mengukur potensi atau peluang keuntungan investasi. Tujuannya untuk mengetahui kelayakan mengeksekusi rencana investasi tersebut, apakah perlu direvisi atau justru dibatalkan karena peluang keuntungan yang rendah. 

Peluang investasi yang baik akan ditunjukkan dengan nilai NPV positif, artinya ada proyeksi pendapatan yang lebih besar bisa diperoleh dari hasil investasi jika dibandingkan dengan biaya pengeluaran investasi tersebut. Alasan tersebut bisa menjadi jawaban dari pertanyaan kenapa NPV penting dalam kaitannya dengan laporan keuangan dan juga perencanaan proyek ataupun praktik investasi.

Berdasarkan kesimpulan diatas, maka Kamu bisa membuat kesimpulan lain bahwa NPV dengan nilai negatif menunjukkan biaya yang dikeluarkan untuk sebuah rencana bisnis atau investasi ternyata lebih besar dari proyeksi keuntungan yang bisa didapat. Sehingga prediksi praktik investasi tersebut adalah mengalami kerugian. 

Baca juga: Balance Sheet Adalah: Pengertian, Manfaat, Komponen, dan Cara Membacanya

Fungsi dan Manfaat NPV

Net Present Value secara umum memang digunakan untuk melakukan prediksi atau perkiraan mengenai potensi keuntungan atau resiko kerugian dari sebuah praktek investasi atau proyek. Akan tetapi fungsi tersebut masih bisa dipecah lagi ke dalam beberapa poin manfaat NPV berikut:

  • Perhitungan Net Present Value dimanfaatkan untuk memperhitungkan kapasitas serta peluang sebuah rencana usaha dan peluangnya ketika melakukan kebijakan investasi dalam beberapa tahun mendatang. Berdasarkan perhitungan tersebut maka bisa diambil keputusan untuk melakukan eksekusi investasi atau membatalkannya berdasarkan nilai NPV yang didapat.
  • Analisis NPV juga dimanfaatkan untuk memperhitungkan nilai investasi hingga urutan arus kas. Net Present Value merupakan sebuah perhitungan statistik yang kompleks dan komprehensif karena memadukan beberapa variabel berupa pendapatan hingga modal yang terlibat dalam sebuah praktik investasi dalam sebuah perhitungan free cash flow atau FCF.
  • Perhitungan Net Present Value juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi manajemen agar lebih efisien, terutama dalam hal pengelolaan anggaran. Berdasarkan hal ini Kamu bisa memakai NPV sebagai sebuah proyeksi mengenai nilai atau situasi yang diharapkan dari sebuah keputusan investasi pada masa mendatang.

Itulah 3 poin utama dari manfaat Net Present Value yang bisa Kamu manfaatkan sebagai pelaku bisnis ataupun pengelola sebuah rencana investasi.

Rumus dan Metode Menghitung NPV

Perhitungan NPV bisa dilakukan dengan menggunakan rumus perhitungan yang melibatkan interval serta arus kas yang terlibat dalam rencana investasi. Persyaratan tersebut membuat rumus NPV yang digunakan untuk investasi jangka pendek memakai satu arus kas akan berbeda dengan investasi jangka panjang yang melibatkan lebih dari satu arus kas.

Rumus perhitungan NPV untuk durasi satu tahun dengan satu arus kas:

NPV = (arus kas / (1+i)^t) – nilai investasi awal

Variabel i merupakan tingkat diskonto dan t merupakan periode waktu.

Contoh Kasus Perhitungan Net Present Value dengan Beberapa Variabel Berbeda

Perhitungan NPV dengan menggunakan rumus tersebut bisa dipraktekkan dalam beberapa contoh kasus. Berikut ini beberapa contoh cara menghitung NPV dengan ragam variabel yang berbeda – beda.

Sebuah proyek diinisiasi dengan investasi awal sebesar 5.000.000.000 dan memiliki proyeksi arus kas sebesar 5.600.000.000 ketika digulirkan pada tahun pertama. Jika tingkat diskonto atau pengembalian sebesar 10% serta tidak ada sisa pada di proyek tersebut maka nilai NPV bisa dihitung dengan cara:

NPV = ( 5.600.000.000 / (1+0,1)^1 ) – 5.000.000.000

NPV = 90.900.000

Angka tersebut menunjukkan proyek memiliki potensi menghasilkan keuntungan.

Perhitungan NPV juga bisa dilakukan dengan durasi waktu lebih dari satu tahun dan memiliki proyeksi arus kas yang berbeda untuk setiap tahunnya. Contoh untuk kasus ini adalah sebuah investasi yang memiliki modal awal 50.000.000.000 dan pada tahun pertama diproyeksikan menghasilkan arus kas sebesar 13.000.000.000 di tahun pertama, 26.000.000.000 pada tahun kedua dan 23.000.000.000 pada tahun ketiga serta memiliki variabel diskonto 13%.

NPV = ( 13.000.000.000 / ( 1+0,13 )^1 ) + ( 26.000.000.000 / ( 1+0,13 )^2 ) + ( 23.000.000.000 / ( 1+0,13 )^3 ) – 50.000.000.000

NPV = ( 11.504.430.000 + 18.012.370.000 + 15.940.150.000 ) – 50.000.000.000

NPV = 45.456.950.000 – 50.000.000.000

NPV = – 4.543.050.000

Berdasar perhitungan tersebut maka NPV yang didapat adalah minus atau negatif; sehingga proyek tersebut memiliki resiko kerugian atau tidak menguntungkan.Contoh perhitungan tersebut juga bisa menjadi sebuah contoh kasus tentang bagaimana menggunakan NPV sebagai bagian dari analisis sebuah proyek atau aktivitas investasi. Perhitungan net present value adalah salah sumber informasi yang bisa dijadikan dasar alasan untuk mengeksekusi sebuah rencana bisnis atau investasi jika berdasar perhitungan menguntungkan atau membatalkannya jika lebih beresiko menghasilkan kerugian.

Artikel Lainnya