Mengenal tentang Marketplace, Jenis-jenis dan Perbedaannya dengan Toko Online

Tampilan marketplace online
Mengenal tentang Marketplace, Jenis-jenis dan Perbedaannya dengan Toko Online. Photo by Pixabay
Waktu baca: 4 menit

Di era digital saat ini, siapa sih yang tidak mengenal marketplace? Iya betul. Marketplace adalah platform yang paling banyak digunakan untuk belanja online di Indonesia. Industri marketplace Indonesia berkembang dengan cepat. Masyarakat mulai banyak yang percaya dan menggunakan marketplace untuk berbelanja secara online dengan satu klik saja dari rumah. 

Lalu sebenarnya apa itu marketplace? Saat ini, kamu berada pada artikel yang tepat karena kali ini kami akan menjelaskan tentang pengertian marketplace, apa saja jenis-jenisnya dan bedanya dengan toko online biasa.

Apa itu Marketplace?

Marketplace adalah suatu platform yang konsepnya merujuk pada pasar tradisional, yaitu mempertemukan penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli. Pemilik suatu marketplace tidak memiliki tanggung jawab terhadap produk dan barang-barang yang diperjualbelikan karena tanggung jawab mereka hanyalah sebagai penyedia tempat saja. 

Marketplace banyak ditemukan dalam bentuk website atau suatu aplikasi baik di Android maupun iOS. Salah satu alasan perkembangan marketplace sangat cepat adalah karena kemudahan dan kenyamanan yang diberikan kepada penggunanya. 

Walaupun marketplace tidak bertanggung jawab langsung untuk barang yang dijual tetapi transaksi jual beli memang diatur oleh marketplace sendiri, dengan kata lain menjadi pihak ketiga. 

Mereka menyediakan berbagai fasilitas seperti metode pembayaran, estimasi, pengiriman, pilihan produk dari berbagai kategori, jaminan pesanan, dan sebagainya.

Jenis-jenis Marketplace

Umumnya, ada dua jenis kerjasama di platform marketplace Indonesia yaitu marketplace murni dan marketplace konsinyasi. Simak penjelasan keduanya berikut ini:

  1. Marketplace Murni

Marketplace murni ini adalah jenis yang sering kita temui, yaitu marketplace berperan sebagai fasilitator bagi penjual dan pembeli. Marketplace hanya menyediakan tempat dan fasilitas pembayaran untuk berjualan, penjual dapat mengelola berbagai aktivitas dengan fleksibel sesuai dengan aturan dari platform. 

Penjual diberikan kebebasan untuk mengelola transaksi mulai dari pembayaran, informasi produk, dan bisa menerima penawaran harga dari pembeli. Jika harga sudah disepakati antara penjual dan pembeli, maka pembeli akan melakukan pembayaran ke rekening yang disediakan marketplace. 

Kemudian penjual akan mengirimkan produk ke pembeli, jika pesanan selesai maka uang yang diterima marketplace akan diteruskan ke penjual produk. 

Pada jenis marketplace ini, pembeli dapat berkomunikasi langsung dengan penjualnya. Penjual juga wajib untuk memberikan informasi dan data terkait produk dengan lengkap, detail, dan sesuai dengan kondisi produk, agar dapat memudahkan dan meyakinkan pembeli untuk melakukan transaksi. Selain itu juga dapat menjaga kredibilitas toko kamu tetap terjaga dengan baik.

  1. Marketplace Konsinyasi

Pada kerjasama konsinyasi, semua alur transaksi langsung ditangani oleh platform marketplace. Pihak marketplace akan mengelola penjualan mulai dari foto produk, gudang, fasilitas pembayaran hingga pengiriman barang. Sedangkan penjual hanya perlu menyediakan produk serta detail informasi produk kepada pihak marketplace.

Marketplace konsinyasi ini sering dikenal dengan titip barang, karena seolah-olah penjual hanya menitipkan barang untuk dijual. Oleh karena itu, pembeli tidak bisa melakukan penawaran harga seperti di marketplace murni karena semua transaksi ditangani oleh marketplace.

Baca juga: 4 Marketplace Terbaik di Indonesia Untuk Barang Fashion

Contoh-contoh Marketplace di Indonesia Berdasarkan Jenisnya

Setelah sebelumnya mengetahui jenis-jenis kerjasama di marketplace, selanjutnya akan kami berikan contoh marketplace di Indonesia berdasarkan jenisnya.

Marketplace murni

Berikut ini adalah beberapa marketplace murni di Indonesia yang memiliki jangkauan pasar yang banyak dan beragam:

  1. Tokopedia

Tokopedia adalah salah satu marketplace karya anak bangsa yang didirikan oleh William Tanuwijaya sejak tahun 2009. Marketplace ini menyediakan fasilitas untuk setiap orang dan pemilik bisnis di Indonesia untuk membuka dan mengelola toko onlinenya dengan mudah, bebas biaya, dan memberikan pengalaman jual beli yang aman dan nyaman. 

Saat ini, Tokopedia sudah menjadi salah satu startup unicorn di Indonesia. Pada tahun 2019, Tokopedia pernah mendapatkan predikat marketplace terbesar di Indonesia karena berhasil mendapatkan jumlah kunjungan 137.200.900 setiap bulannya.

  1. Shopee

Shopee merupakan marketplace yang berasal dari Singapura yang berdiri sejak tahun 2015. Walaupun bukan berasal dari Indonesia, Shopee sudah berekspansi ke pasar Asia Tenggara termasuk Indonesia sejak awal berdirinya, dan berhasil menjadi salah satu marketplace terbesar di Indonesia. 

Peningkatan pengguna Shopee selalu signifikan karena memberikan harga yang terjangkau dengan promo-promonya serta kampanye-kampanye kreatif yang melibatkan banyak public figure yang sangat berpengaruh.

  1. Bukalapak

Bukalapak juga menjadi marketplace karya anak bangsa yang berdiri sejak 2010 oekh Ahmad Zaky dan berhasil mengumpulkan 115.256.600 pengunjung setiap bulan di awal tahun 2019. Saat ini Bukalapak juga sudah menjadi perusahaan unicorn Indonesia seperti Tokopedia.

Marketplace konsinyasi

Berikut ini contoh marketplace yang telah menerapkan jenis marketplace konsinyasi:

  1. Zalora

Zalora merupakan situs belanja retail online fashion yang berkembang paling pesat di Asia. Zalora Indonesia didirikan pada tahun 2012 yang menyediakan berbagai ribuan produk fashion baik dari brand lokal maupun internasional yang original dan berkualitas. 

Zalora Indonesia adalah anak perusahaan dari Zalando yang juga menaungi Zalora Grup di Asia seperti Singapura, Malaysia, Taiwan, Vietnam, Thailand, dan Filipina.

  1. Berrybenka

Selanjutnya ada Berrybenka, yang dari namanya mungkin terlihat asing tetapi sebenarnya merupakan produk lokal Indonesia. Berrybenka merupakan marketplace yang menerapkan konsep retail dan teknologi, dimana juga mendukung industri-industri UMKM melalui penjualan produk fashion dan aksesoris perempuan. 

Berrybenka memiliki 40% produk yang merupakan buatan sendiri dan dikelola oleh pihaknya sendiri dari hulu ke hilir, dan 60% produknya merupakan produk bagi hasil dari 850 UMKM di berbagai daerah Indonesia sebagai pemasok produk yang dijual Berrybenka.

Perbedaan Marketplace dan Toko Online

Selain melalui marketplace, penjualan online juga dapat dilakukan melalui toko online atau online shop. Mungkin kamu sering mendengar istilah ini. Lalu apakah menurutmu marketplace dan toko online adalah hal yang sama? Bukan ya. Marketplace dan toko online itu dua platform yang berbeda. 

Perbedaan keduanya pada dasarnya pada perantara saja. Marketplace adalah platform yang memiliki peran sebagai perantara atau orang ketiga antara penjual dan pembeli, 

Penjual hanya perlu menyediakan produk beserta informasi yang menarik, nama tokonya, mudah menemukan pembeli, bahkan dapat membangun network dengan penjual lainnya.

Sedangkan toko online tidak perlu memiliki perantara untuk melakukan transaksi jual beli. Jika memiliki toko online, kamu dapat menjual produk di platform mandiri secara langsung kepada pembeli. 

Tetapi karena dilakukan mandiri jadi kamu perlu menyiapkan membuat website sendiri, melakukan pemasaran melalui media sosial, menyediakan fasilitas pembayaran, hingga pengiriman barang.

Walaupun begitu, jika memiliki platform sendiri juga memiliki banyak keuntungan daripada berjualan melalui marketplace, apalagi jika kamu sudah memiliki brand sendiri. 

Misalnya meningkatkan kepercayaan pembeli karena memiliki website resmi, memiliki control toko pusat sendiri bukan pihak lain, dan mengurangi ketergantungan dengan pihak lain. Ada juga, ditemukan toko online yang juga memanfaatkan marketplace untuk membantu proses jual belinya.

Artikel Lainnya