Kiat-kiat Bangun Bisnis saat Resesi untuk Milenial

Kiat-kiat bangun bisnis saat resesi
Kiat-kiat bangun bisnis saat resesi untuk milenial. Photo by @XPS
Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Waktu baca: 4 menit

Kita semua sudah tahu kalau saat ini Indonesia sudah memasuki masa resesi. Saat mencari kerja pasti akan lebih susah daripada biasanya. Sementara yang sudah kerja, tentu dibayang-bayangi oleh PHK. Maka dari itu, daripada kamu pusing memikirkan hal itu cobalah untuk bangun bisnis. Dengan mengikuti kiat-kiat bangun bisnis saat resesi terutama untuk milenial kamu bisa menjalankan bisnis dengan baik.

Nah bagi kamu yang penasaran seperti apa kiat-kiat bangun bisnis saat resesi untuk milenial, simak penjelasannya di bawah ini.

Cari tahu hal yang kamu sukai

Begini tips KPR di masa pandemi.
Cari tahu hal yang kamu sukai. Photo by @dadaben_

Sebelum memulai suatu bisnis, kamu harus cari tahu dulu apa yang kamu sukai. Hal itu dilakukan agar saat kamu menjalankan bisnis bisa tetap bahagia. Coba bayangkan jika menjalankan bisnis dari hal yang kamu tidak suka, bisa jadi kamu akan lebih banyak mengeluhnya.

Contohnya, saat kamu suka olahraga, kamu bisa membuka bisnis yang berhubungan dengan olahraga seperti berjualan peralatan olahraga, obat atau nutrisi untuk olahraga, dan lain sebagainya. Dengan begitu, pasti hasilnya akan positif dan kamu menjalankan bisnisnya dengan penuh rasa cinta dan sepenuh hati.

Cari target pasar

Target pasar
Target pasar harus diperhatikan. Photo by Pixabay

Setelah tahu bisnis apa yang cocok, selanjutnya adalah mencari tahu target pasarmu. Apakah bisnismu itu memiliki target anak-anak, remaja, dewasa, atau orang tua. Selain itu, tentukan pula target pasarmu ini termasuk kalangan bawah, menengah, atau atas dan juga jenis kelaminnya.

Jika sudah begitu, kamu dapat membuat atau menjual barang atau jasa yang sesuai dengan target pasarmu. Dengan begitu, usaha yang kamu jalankan bisa tepat sasaran.

Gali informasi yang relevan

Gali informasi di internet.
Gali informasi yang relevan. Photo by Pixabay

Selanjutnya, kamu perlu mencari dan menggali informasi yang berkaitan dengan bisnis yang dijalankan. Kamu bisa mendapatkan informasi tersebut dari internet, teman, keluarga, dan sumber-sumber lainnya. Semakin banyak informasi yang didapat maka semakin banyak pula referensi yang kamu dapatkan.

Meski begitu, kamu tetap harus menyaring informasi yang didapat. Jangan asal telan mentah-mentah informasi tersebut. Pilih informasi mana yang paling pas dan sesuai untuk bisnismu kelak.

Baca juga: Trik Jualan di Facebook yang Harus Kamu Ikuti

Buat konsep bisnis

Penentuan target pasar
Buat konsep bisnis. Photo by @helloquence

Setelah memperoleh informasi yang relevan, selanjutnya ialah membuat konsep bisnis dimulai dari pra produksi, produksi, hingga pasca produksi. Buat gambaran kasarannya atau kerangka besarnya.

Nantinya konsep bisnis ini dapat membantu memaksimalkan rencana bisnis yang ingin kamu wujudkan. Jika perlu, diskusikan konsep bisnis tersebut dengan orang lain atau mentor bisnismu. Dengan begitu, kamu bisa mendapat masukan, kritik, dan saran agar konsep bisnis tersebut bisa lebih baik dan dapat dijalankan dengan maksimal.

Hitung modal usaha

Hitung modal yang dibutuhkan untuk modal usaha.
Hitung modal yang dibutuhkan untuk modal usaha. Photo by Kaboompic

Saat konsep bisnismu tersusun secara menyeluruh, selanjutnya yang perlu dilakukan ialah menghitung modal usaha. Beberapa di antara model ialah pembelian peralatan usaha, pengadaan aset, maupun perlengkapan kantor yang dibutuhkan.

Jika ingin merekrut tenaga kerja, hitung juga modal untuk gaji karyawan. Tak lupa juga biaya listrik, telepon, air, sewa tempat, dan biaya-biaya operasional lainnya. Pastikan kamu sudah menyiapkan dananya. Jika masih kurang, untuk sementara waktu ada beberapa biaya-biaya yang perlu dipangkas atau mungkin kamu bisa memanfaatkan fasilitas pinjaman dari bank atau fintech yang menyediakan pinjaman untuk modal usaha.

Realisasikan bisnis

Kontrol pengeluaran
Realisasikan bisnis. Photo by Rawpixel

Untuk mewujudkan mimpimu, kamu harus melakukan aksi. Jadi, jangan hanya merencakanan dan menyusun konsep bisnis saja. Realisasikan hal itu menjadi nyata.

Silakan bangun usaha sesuai rencana dan konsep bisnis yang sudah dibuat. Pastikan tidak ada yang terlewat ya TemanKlik. Jalankan juga strategi produksi dan pemasaran yang tepat agar dapat menghasilkan.

Ikuti seminar bisnis

Tipe supel
Ikut seminar bisnis. Photo by Pexels

Orang yang sukses ialah orang yang mau belajar, entah dari kesalahan maupun dari orang lain. Perbanyak pengetahuan, wawasan, dan asah jiwa bisnismu dari mentor-mentor yang berpengalaman. Selain itu, kamu juga bisa ikuti seminar, training, atau workshop bisnis berbayar maupun gratisan.

Dengan begitu, selain mendapat wawasan baru, kamu juga dapat menambah dan memperluas koneksi yang nanti dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis.

Kelola keuntungan dengan tepat

Fokus untung sat investasi
Kelola keuntungan dengan baik. Photo by Pexels

Jika bisnis yang kamu jalankan sudah menghasilkan dan memperoleh laba atau keuntungan, segera kelola keuntungan tersebut dengan tepat. Usahakan keuntungan bisnis jangan digunakan untuk kepentingan pribadi. Sebab, jika uang bisnis dan pribadi dicampur maka bisa menjadi salah satu penyebab bisnismu hancur.

Fokus membangun bisnis

Fokus dalam pekerjaan
Fokus membangun bisnis. Photo by @chaseelliottclark

Fokus dengan bisnis yang sedang kamu bangun. Usahakan untuk tidak memikirkan hal-hal yang tidak penting dan jangan berpikir untuk membuka usaha lain. Lebih baik kembangkan satu bisnis tersebut dari yang tadinya skala kecil menjadi skala besar. Hal itu bisa dikatakan lebih baik daripada membuka banyak bisnis namun tidak fokus.

Demikian kiat-kiat bangun bisnis saat resesi untuk milenial yang bisa dicoba. Jangan pernah takut untuk memiliki usaha ya TemanKlik. Sebab, setiap membangun bisnis pasti ada saja risiko yang dirasakan dan jalannya tidak selalu mulus. Semangat terus ya!


Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •