Kemunculan Banyaknya Bank Digital Semakin Tak Terbendung

Bank digital
Kemunculan Banyaknya Bank Digital Semakin Tak Terbendung. Photo by @gilleslambert
Bagikan:

Waktu baca: 5 menit

Coba kamu lihat apakah masih banyak antrean di bank? Jika dibandingkan dengan 5 atau bahkan 10 tahun yang lalu, antrean sekarang jelas berkurang. Hal ini disebabkan adanya bank digital.

Dan tidak bisa dipungkiri lagi. Jumlah bank dengan konsep digital ini semakin banyak. Bahkan, bank konvensional juga sudah mulai membuat sistem yang mirip dengan bank digital. Tak lain hal ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang menjadi nasabah. Mereka tahu jika perubahan semacam ini tidak dilakukan, bisa saja bank konvensional yang sudah besar sekalipun harus gulung tikar. Mereka tergusur dengan adanya kompetitor baru yaitu bank digital.

Terlepas dari hal tersebut, apakah kamu tahu perbedaan antara bank digital dan bank konvensional? Apa saja kelebihan yang akan kamu dapatkan jika menjadi nasabah dari bank yang lebih modern ini?

Apa Sih Bank Digital Itu?

ilustrasi online bank untuk transaksi
Bank digital. Photo by Pixabay

Sebelum membahas lebih dalam lagi mengenai apa saja keuntungannya, perlu kamu ketahui apa yang dimaksud dengan bank digital. Secara sederhana, ini didefinisikan sebagai bank yang memberikan layanan secara digital. Digital dalam arti menggunakan layanan internet, entah itu mulai dari pembukaan rekening hingga transaksi apa saja. Jadi, kamu sebagai nasabah tidak perlu datang ke kantor. Bahkan, ada lho bank yang sama sekali tidak memiliki kantor secara fisik.

Mungkin sekilas layanan dari bank yang satu ini tidak ada bedanya dengan bank konvensional. Bukankah bank konvensional juga sudah memberikan layanan e-banking atau internet banking? Betul sekali. Sekilas memang sama. Namun, ada lho perbedaannya. Bank digital sama sekali tidak memiliki kantor fisik yang umumnya tersebar di berbagai kota. Hal ini membuat biaya pembuatan bank relatif lebih terjangkau. Pasalnya, mereka tidak membuka kantor cabang di setiap kota yang ada di Indonesia.

Meskipun demikian, bukan berarti bank digital itu jauh lebih tinggi dalam memberikan bunga. Tetap saja ada biaya-biaya administrasi yang dibebankan kepada nasabah. Tujuannya adalah untuk membangun infrastruktur digital. Jadi, jika bank konvensional menggunakan dana administrasi dari nasabah untuk membangun gedung atau kantor, bank berbasis digital memanfaatkan dana tersebut untuk membangun infrastruktur digital.

Sampai sini, sudah jelas kan apa itu bank digital?

Baca juga: Untung Rugi Bank Digital yang Masyarakat Harus Ketahui Lebih Dulu

Kelebihan Menggunakan Bank Digital

ilustrasi layanan transaksi bank digital
Kelebihan bank digital. Photo by Pexels

Setelah kamu tahu definisi dari bank berbasis digital, kamu pasti sudah bisa membayangkan apa perbedaannya dengan bank konvensional. Lalu, apakah kamu juag tahu apa kelebihan dari bank digital ini?

Setidaknya ada 5 kelebihan utama, yaitu:

  • Layanan Serba Online

Karena digital, tentu saja layanan yang diberikan juga serba digital atau online. Bahkan, pendaftaran atau registrasi awal saja bisa dilakukan 100% online. Kamu tidak perlu datang ke kantor untuk menyerahkan data, mendapatkan buku tabungan, ataupun mengambil ATM. Semuanya bisa dilakukan dari mana saja asalkan smartphone kamu terhubung dengan internet.

Biasanya, nanti akan ada wawancara secara online. Customer service akan melakukan video call yang biasanya dilakukan untuk melakukan validasi data yang sudah kamu kirimkan sebelumnya.

Begitu juga dengan layanan lainnya yang sudah pasti secara online. Contohnya saja transfer, menerima uang, atau pembayaran berbagai jenis payment. Bahkan, sekarang sudah tidak perlu lagi menggunakan ATM. Sudah ada aplikasi yang disediakan yang kemudian dipasang di smartphone yang digunakan sebagai pengganti ATM. Jadi, ketika ingin melakukan penarikan, kamu hanya perlu menggunakan fitur yang sudah disediakan di aplikasi.

  • Biaya Administrasi yang Ditarik ke Nasabah Relatif Lebih Murah

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, tetap saja ada biaya administrasi layaknya di bank digital. Biaya tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur digital. Karena biayanya tidak begitu banyak, maka biaya administrasi yang dibebankan ke nasabah tidaklah terlalu banyak. Secara umum, biaya admin jauh lebih murah.

Meskipun demikian, biaya ini bisa saja berubah sesuai dengan kebutuhan dan juga layanan yang diberikan. Semakin banyak layanan, kemungkinan semakin tinggi pula biaya admin yang ditetapkan.

  • Layanan 24 Jam Penuh

Layanan dari bank digital hampir bisa dipastikan tidak ada putusnya. Semua fitur bisa kamu gunakan kapan saja dan di mana saja. Dengan satu syarat. Device seperti smartphone yang kamu gunakan terhubung dengan koneksi internet yang baik.

  • Suku Bunga Relatif Lebih Tinggi

Apakah kamu tahu berapa suku bunga yang diberikan oleh bank konvensional saat ini? Umumnya 1%. Kabarnya, bank digital memberikan suku bunga yang lebih tinggi. Meskipun perbedaannya tidak terlalu signifikan, tetap saja ini membuat bank berbasis digital ini jauh lebih menarik di mata masyarakat.

  • Bisa Digunakan untuk Hampir Semua Jenis Transaksi

Hampir semua transaksi sekarang ini dilakukan secara online. Bukan hanya untuk transfer tapi juga untuk jual beli online, pembayaran tagihan, hingga pembayaran SPP sekolah. Dan bank digital sudah pasti bekerja sama dengan berbagai vendor atau merchant. Tujuannya jelas, yaitu agar mempermudah transaksi sehingga orang semakin tertarik untuk menjadi nasabah di sebuah bank digital.

Itulah beberapa kelebihan dari bank digital. Jumlah bank berbasis digital ini semakin banyak. Dan sudah pasti semakin banyak fitur yang akan ditawarkan di kemudian hari.

Transaksi Aman dengan Bank Digital

transaksi kartu kredit
Transaksi aman. Photo by Pexels

Banyak orang yang masih khawatir jika harus menggunakan bank yang satu ini. Ini terkait dengan keamanan. Karena faktanya banyak bank konvensional yang berhasil dibobol oleh para hacker. Ini bisa dilihat dari beberapa kasus di mana uang di rekening nasabah tiba-tiba lenyap. Bagaimana dengan bank digital yang belum benar-benar mapan? Inilah yang menjadikan kekhawatiran tersendiri.

Sebenarnya, keamanan ini sangat ditentukan oleh pengguna bank. Tentu pihak bank juga melakukan proteksi, misalnya memperkuat sistem keamanan sehingga uang para nasabah terjaga dengan baik. Namun, selama ini, terjadinya pembobolan uang di bank itu sering disebabkan oleh keteledoran nasabah.

Ada tiga hal yang penting sekali untuk dilakukan agar aman bertransaksi secara digital. Yang pertama, jangan mengunggah data pribadi di internet, terutama di media sosial. Apalagi data tersebut sangat penting, seperti foto KTP, nomor KTP, email, dan nomor telepon. Karena dari data itulah seorang hacker bisa saja membobol isi rekening di bank kamu.

Yang kedua, jangan sembarangan menerima telepon dari orang yang tidak dikenal. Sekalipun ia mengatakan dari bank tertentu, sebaiknya jangan mudah percaya. Apalagi ia meminta data. Jelas sekali itu sebaiknya jangan dilakukan. Dan yang ketiga, usahakan untuk tidak mengakses website yang aneh atau tidak jelas. Bank digital ada di smartphone kamu. Bisa saja seseorang yang tidak bertanggungjawab memasukkan cookies di smartphone kamu ketika kamu mengakses situsnya. Orang tersebut bisa saja mengambil data, termasuk PIN di smartphone kamu.

Ketiga hal tersebut sudah cukup untuk memastikan kamu bisa aman bertransaksi secara digital. Yang jelas, pastikan kamu mendaftarkan diri di sebuah bank digital yang legal dan sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan).


Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai