Apa Itu IHSG? Begini Penjelasan dan Cara Hitungnya

Apa itu IHSG
Penjelasan mengenai IHSG dan cara hitungnya. Photo by Kompas
Waktu baca: 4 menit

Apa itu IHSG? IHSG ialah kependekan dari Indeks Harga Saham Gabungan. Dalam bahasa internasional biasa disebut Indonesia Composite Index atau ICI. Biasanya juga disebut dengan IDX Composite.

Dalam kata lain, IHSG ialah indeks pasar saham yang digunakan Bursa Efek Indonesia. Indeks saham merupakan daftar dari semua saham yang diperjualbelikan oleh perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (BEI).

IHSG umumnya dipakai sebagai gambaran untuk melihat kenaikan atau penurunan nilai saham di pasar modal secara global, dalam masalah ini tentu saja pasar saham di Indonesia.

Baca juga: Perbedaan Trading Saham dengan Investasi Saham

Manfaat IHSG Sebagai Pertimbangan Investor dan Trader

Walaupun indeks harga ini merupakan point rata-rata, ternyata indeks harga juga sangat berguna fungsinya untuk memperhatikan keadaan ekonomi negeri. Misal saja apabila indeks harga mengalami penurunan luar biasa, bisa jadi ekonomi negara memburuk. Tentu penilian ini hanya acuan skala kecil bukan berskala besar.

Terdapat beragam saham yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI), tentu tidaklah mungkin semua investor melihat gerakan harga saham satu per satu. Nah, di sini kontribusi penting dengan adanya indeks harga saham gabungan.

Dengan adanya indeks harga saham dapat memungkinkan para investor melihat secara terperinci detail saham yang akan dibelinya. Dan juga investor tentu akan mengetahui kapan saat yang tepat untuk menggelontorkan dana dan menarik dana mereka dengan menjual sahamnya kembali.

Bahkan investor juga dapat memantau laporan keuangan pada perusahaan tersebut sebelum membeli sahamnya. Perihal ini sangat penting mengingat eforia membeli saham yang naik sangat signifikan pada musim pandemi saat ini.

Apa manfaat memahami IHSG untuk investor dan trader? Untuk investor serta trader, manfaat dengan adanya indeks harga saham gabungan adalah sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan investasi dan trading untuk jangka waktu tertentu. IHSG umumnya menjadi cerminan dari pergerakan saham-saham yang masuk dalam LQ45.

Memang tidak selamanya apabila indeks harga turun, saham pada perusahaan A atau perusahaan B juga ikut turun. Tetapi, kerap kali indeks harga hanya jadi patokan yang tepat terkait pergerakan saham-saham liquid tersebut. Dengan adanya hal ini tentu dapat mempermudah berinvestasi saat ini.

Metode Menghitung IHSG

Metodologi perhitungan indeks harga saham adalah sama dengan metode menghitung indeks bursa saham yang lainnya di seluruh dunia. Yakni menggunakan rata-rata berimbang berdasarkan jumlah saham di bursa atau Market Value Weighted Average Index.

Baca juga: Tips Investasi Saham Dengan Mudah Jaman Sekarang

Cara Membaca IHSG

Membaca trend pergerakan IHSG ialah penting untuk menentukan keputusan-keputusan dalam melakukan investasi saham. Dengan pergerakan itu, kamu dapat mengetahui kapan saat yang tepat untuk membeli dan kapan saat yang tepat untuk menjual saham.

Sebaiknya hindari juga membeli saham saat melihat trend indeks harga saham naik secara signifikan dalam waktu yang singkat. Namun sebaliknya, bila trend indeks harga saham menurun secara signifikan, kamu sangat dianjurkan untuk melakukan pembeliaan saham tetapi tetap dengan mempertimbangkan analisis fundamental yang ada terlebih dahulu.

Dengan ini kamu bisa dengan mudah mendapatkan keuntungan dari berinvestasi saham di pasar modal. Tetap kedepankan beberapa aspek penting seperti beberapa istilah yang ada di bursa efek. Nah, untuk menilik istilah-istilah tersebut simak ulasannya berikut ini.

Beberapa Istilah Seputar Indeks Harga Saham Gabungan

BEI (Bursa Efek Indonesia)

Bursa Efek Indonesia (BEI) ialah gabungan dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) atau Bursa Efek Surabaya (BES). Yang bertujuan untuk efektivitas dalam operasional dan transaksi di bursa, kedua bursa efek akhirnya digabungkan dan mulai beroperasi secara resmi pada tanggal 1 Desember 2007 sebagai Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham Liquid

Saham yang bermakna liquid, dalam indeks harga saham adalah saham yang terkenal dan mudah diperjualbelikan. Dalam kata lain, saham likuid ialah saham yang sering diperjualbelikan. Saham liquid biasanya selalu mempunyai antrean pembeli pada harga berapa pun saham ini diperdagangkan.

Bubble

Bubble merupakan istilah dalam dunia ekonomi yang sering dipakai untuk memvisualisasikan kenaikan harga saham yang turun dan naik secara signifikan (bisa dalam beberapa bulan saja). Kadang harganya sangat tidak wajar, bahkan juga melewati dari kondisi fundamental perusahaan. Bubble dapat muncul karena pasar terlalu percaya pada kondisi tertentu.

Fluktuasi

Seperti makna fluktuasi dalam KBBI, dalam saham juga, istilah ini berarti naik dan turunnya harga saham. Fluktuasi harga saham dalam IHSG ialah karena ada proses jual-beli saham. Tentu saja ini adalah hal yang wajar.

Portofolio

Portofolio saham dalam Indeks Harga Saham Gabungan ialah kumpulan asset investasi yang berupa saham dan merupakan milik perorangan atau perusahaan tertentu. Sebuah perusahaan pun juga bisa mempunyai saham dari perusahaan lain. Portofolio biasanya juga terdiri dari beberapa saham.

Salah satunya perusahaan Sandiaga Uno, Saratoga Investama misalnya, yang mempunyai saham dari perusahaan lain, seperti Adaro, RS Awal Bros, Deltomed, dan lain-lain.

Likuiditas

Likuiditas saham dalam Indeks Harga Saham Gabungan ialah ukuran jumlah transaksi saham yang ada di pasar modal dalam jangka waktu tertentu. Semakin tinggi frekuensi jual beli saham, tentunya likuiditas saham tersebut akan semakin tinggi juga.

Buyback

Seperti terjemahan harfiahnya, buyback berarti membeli kembali. Jadi, buyback saham dalam IHSG ialah tindakan pembelian kembali beberapa saham perusahaan yang telah dilepaskan ke publik.

Buyback dilakukan perusahaan karena beberapa alasan misalkan dapat untuk memperbesar modal perusahaan. Karena bila saham yang sudah dilepaskan ke publik dimiliki kembali ke perusahaan, saham-saham itu tidak perlu mendapatkan dividen.

Hasilnya, tentu saja laba bersih perusahaan juga akan naik. Apabila laba yang didapat perusahaan naik pasti membuat investor tertarik memilikinya dan saham perusahaan juga turut naik.

Cut Loss

Tindakan menjual kembali saham yang dimiliki pada keadaan rugi disebut cut loss. Tujuannya untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Lawan kata dari cut loss adalah hold.

Bullish

Bullish biasa disandingkan dengan istilah bearish yang memiliki arti trend naik serta turunnya suatu harga saham dalam jangka waktu tertentu yang biasa ditandai dengan optimisme atau pesimisme para investor di pasar saham itu sendiri.

Mungkin Anda juga menyukai