3 Langkah Mudah Menghitung Bunga Efektif

Cara Menghitung Bunga Efektif via pxhere.com
Waktu baca: 2 menit

Bunga efektif menjadi salah satu sistem penghitungan bunga kredit yang banyak digunakan bank dalam pemberian dana pinjaman. Sistem bunga ini cukup populer karena masa tenor yang lama. Selain itu, besaran pembayaran cicilan tiap bulan juga semakin berkurang karena penghitungannya didasarkan pada pokok utang tersisa.

Masih bingung membayangkannya, ya? Tenang saja, kamu bisa langsung melihat langkah penghitungannya di bawah ini. Yuk, simak!

Pahami Dulu Konsep Bunga Efektif

Sebelum melakukan penghitungan bunga efektif, kamu juga perlu memahami konsep dari bunga efektif agar tidak terjadi kesalahpahaman. Prinsip perhitungan bunga efektif  menggunakan sistem perhitungan biaya bunga yang diperhitungkan dari saldo pinjaman, dan bukan dari plafond awal. Inilah yang membuat total angsuran bunga semakin menurun dan angsuran pokok semakin membesar namun dengan catatan tidak ada perubahan suku bunga selama masa kredit.

Suku bunga efektif mengikuti ritme yang berlaku di pasaran. Yakni ada kalanya suku bunga menjadi naik, namun di satu sisi bisa saja suku bunga menjadi turun. Maka dari itu, kamu harus selalu mengecek ritme perubahan suku bunga yang ada di pasaran agar bisa memetakan berapa jumlah angsuran yang perlu dibayarkan pada cicilan berikutnya.

Buatlah simulasi pembayaran sederhana

Bunga efektif sangat cocok bagi kamu yang ingin mengajukan KPR atau modal usaha dalam jangka waktu lama. Namun, saat melakukan pembayaran, tentu kamu tidak ingin masalah besar terjadi atau mengalami kendala. Karena itulah sebelum melakukan pinjaman dan menandatangani perjanjian, ada baiknya juga untuk melakukan simulasi pembayaran terlebih dahulu.

Untuk contoh kasusnya kita dapat simulasikan Mr. A ingin meminjam dana di bank sejumlah Rp 120 juta. Dari perjanjian antara kedua belah pihak disepakati besaran bunga 10% per tahun dengan masa tenor 12 bulan. Jika kita simulasikan berarti cicilan yang harus dibayarkan adalah:


Pokok pinjaman: Rp120.000.000
Bunga per tahun: 10%
Tenor pinjaman: 12 bulan

Cicilan pokok:

Rp120.000.000 : 12 bulan = Rp10.000.000/bulan

Bunga bulan 1:

((Rp120.000.000 – ((1-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 12 = Rp 1.000.000
Maka, cicilan bulan 1 = Rp10.000.000 + Rp1.000.000 = Rp11.000.000

Bunga bulan 2:

((Rp120.000.000 – ((2-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 12 = Rp916.667
Maka, cicilan bulan 2 = Rp10.000.000 + Rp916.667 = Rp10.916.667

Bunga bulan 3:

((Rp120.000.000 – ((3-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 12 = Rp833.333
Maka, cicilan bulan 3 = Rp10.000.000 + Rp833.333 = Rp10.833.333

Maka dalam bulan ke-12 jumlah cicilannya adalah:

((Rp120.000.000 – ((12-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 12 = Rp83.333
Maka, cicilan bulan 12 = Rp10.000.000 + Rp83.333 = Rp10.083.333

 

Dari perhitungan di atas nampak bahwa tagihan bulan pertama tidak sama dengan tagihan bulan kedua. Pada tiap-tiap bulan berikutnya, besaran tagihan akan menurun sesuai dengan sisa tagihan yang harus dibayarkan Mr.A.

Berkonsultasilah dengan pihak bank atau penyedia layanan pinjaman

Bila kamu sudah melakukan simulasi dan masih belum jelas tentang bagaimana metode, besaran, atau hal-hal lainnya, kamu bisa berkonsultasi dengan pihak bank. Biasanya pihak bank akan memberikan bantuan kepada nasabah dalam melakukan perhitungan dan simulasi. Atau kamu bisa menanyakannya ketika melakukan perjanjian di awal pengajuan pinjaman tersebut agar di kemudian hari ketika terjadi permasalahan segera teratasi.

***

Itulah langkah mudah yang bisa kamu lakukan dalam menghitung bunga efektif di bank. Dengan mengetahui langkah singkat di atas, diharapkan kamu bisa lebih kritis sebelum mengajukan pinjaman dana dengan bunga efektif. Lakukan simulasi penghitungan dulu sendiri agar kamu dapat mempertimbangkan kemampuan finansialmu dalam membayar cicilan nanti.

You may also like...

Leave a Reply