Bunga Efektif Lebih Menguntungkan, Benarkah?

Bunga Efektif Lebih Untung? via rawpixel.com
Waktu baca: 3 menit

Pinjaman kredit di bank memiliki beberapa jenis bunga dengan sistem pembayaran yang berbeda-beda. Salah satunya adalah bunga efektif yang banyak dipilih oleh nasabah karena bunga ini dinilai lebih menguntungkan. Namun, benarkah anggapan tersebut? Sebaiknya kamu simak dahulu ulasannya berikut ini sebelum mengajukan pinjaman kredit dengan skema bunga efektif.

Cocok untuk pinjaman jangka panjang

Biasanya pinjaman kredit di bank harus dilunasi sesegera mungkin. Hal inilah yang biasanya membuat calon nasabah atau peminjam merasa sedikit terbebani karena kondisi finansial nasabah terkadang tidak selalu baik. Ada kalanya para nasabah bisa melunasi tagihannya dengan cepat, tapi di saat-saat tertentu pembayaran bisa tidak lancar.

Namun, risiko tersebut bisa ditekan dengan bunga efektif. Tenor yang ditawarkan biasanya dalam jangka waktu lama, yakni antara sepuluh hingga lima belas tahun. Dengan begitu, nasabah atau calon peminjam tidak terlalu terbebani dengan jangka waktu pembayaran. Bunga kredit efektif ini sangat cocok untuk kamu yang ingin mengajukan KPR atau pembelian apartemen.

Cicilan semakin berkurang nilai tagihannya

Sistem penghitungan bunga efektif adalah dengan menghitung porsi bunga berdasarkan pokok utang yang tersisa. Jadi, dengan kata lain, porsi bunga dan pokok dalam angsuran tiap bulan akan berbeda walaupun besaran angsurannya setiap bulan tetap sama.

Semakin cicilan akan semakin rendah karena sisa pinjaman tersebut makin berkurang. Mengecilnya nilai bunga ini berimbas pada angsuran tiap bulan. Hal ini dapat kita contohkan sebagai berikut:

Tuan A mengajukan kredit untuk KPR sebesar Rp300 juta dengan jangka kredit 60 bulan dan biaya bunga pinjaman sebesar 10% per tahunnya dengan catatan ritme suku bunga di pasaran stabil. Maka, angsuran yang dibayarkan tiap bulannya adalah:

  • Cicilan pokok
    Rp 300.000.000 : 60 bulan = Rp 5.000.000/bulan
  • Bunga bulan 1:
    ((Rp 300.000.000 – ((1-1) x Rp 5.000.000)) x 10% : 12 = Rp 2.500.000
    Cicilan bulan 1 = Rp 5.000.000 + Rp 2.500.000 = Rp 7.500.000
  • Bunga bulan 2:
    ((Rp 300.000.000 – ((2-1) x Rp 5.000.000)) x 10% : 12 = Rp 2.458.333
    Cicilan bulan 2 = Rp 5.000.000 + Rp 2.458.333 = Rp 7.458.333
  • Bunga bulan 3:
    ((Rp 300.000.000 – ((3-1) x Rp 5.000.000)) x 10% : 12 = Rp 2.416.667
    Cicilan bulan 3 = Rp 5.000.000 + Rp 2.416.667 = Rp 7.416.667
  • Bunga bulan 4:
    ((Rp 300.000.000 – ((4-1) x Rp 5.000.000)) x 10% : 12 = Rp 2.375.000
    Cicilan bulan 4 = Rp 5.000.000 + Rp 2.375.000 = Rp 7.375.000
  • Bunga bulan 5:
    ((Rp 300.000.000 – ((5-1) x Rp 5.000.000)) x 10% : 12 = Rp 2.333.333
    Cicilan bulan 5 = Rp 5.000.000 + Rp 2.333.333 = Rp 7.333.333

Begitu kira-kira perhitungan bunga efektif. Untuk selanjutnya, di bulan akhir pelunasan, biaya yang harus dibayarkan oleh Tuan A tersebut adalah:

  • Bunga bulan 60:
    ((Rp 300.000.000 – ((60-1) x Rp 5.000.000)) x 10% : 12 = Rp 41.667
    Cicilan bulan 60 = Rp 5.000.000 + Rp 41.667 = Rp 5.041.667

Dari gambaran di atas, kamu dapat membandingkan berapa besaran tagihan yang harus dibayarkan Tuan A. Hasil penghitungan memperlihatkan bahwa pada skema pembayaran, bunga semakin kecil dan total angsuran semakin rendah.

Kesimpulan

Nah, sekarang masuk ke pertanyaan pentingnya. Apakah benar bunga efektif memang lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan sistem bunga lainnya?

Apabila kamu melihat poin-poin di atas, bunga efektif memang terlihat menguntungkan. Dengan catatan, suku bunga di pasaran stabil atau cenderung mengalami penurunan. Bandingkan saja dengan bunga flat saat suku bunga menurun, kamu harus tetap membayar bunga sesuai dengan ketentuan awal meskipun jumlah bunga sebenarnya bisa dikurangi.

Tidak hanya itu, meskipun suku bunganya lebih tinggi dari bunga flat, dengan bunga efektif jumlah yang harus kamu angsur setiap bulannya justru akan semakin rendah. Ini karena bunga efektif tidak memperhitungkan plafond awal tetapi menggunakan sistem perhitungan pokok utang yang tersisa (outstanding) yang tiap bulannya akan berkurang.

***

Sedangkan untuk pembayaran lebih teratur dan keuangan tetap stabil, kamu juga perlu untuk berinvestasi. Mengajukan pinjaman di bank memerlukan penghitungan yang matang dan kondisi keuangan yang cukup. Kamu bisa menggunakan KlikCair sebagai mitra dalam berinvestasi. Semoga bermanfaat!

You may also like...

Leave a Reply