Perlu Cara Beda untuk Membangun Personal Branding yang Kuat

Personal branding
Perlu Cara Beda untuk Membangun Personal Branding yang Kuat. Photo by @austindistel
Bagikan:

Waktu baca: 3 menit

Mungkin saat ini kamu sedang membuat bisnis baru. Lalu, agar orang lebih tahu apa seperti apa bisnis tersebut, kamu mulai membangun personal branding. Pasalnya, kamu tahu ini cara yang membuat orang tahu, percaya, kemudian akhirnya berbisnis, melakukan transaksi atau membeli produk yang ditawarkan.

Hal yang sama juga dilakukan oleh beberapa pebisnis hebat di dunia. Mereka membangun sebuah bisnis dengan cara membangun personal branding. Karena dengan cara inilah orang tahu apa produk yang mereka juga setiap kali mereka bertemu atau mendengar nama mereka.

Sayangnya, tidak semua orang mampu membangun branding diri sendiri yang begitu kuat. Ada gagal mulai di hal yang paling awal. Ada juga yang sudah berhasil tapi sering berjalannya waktu brandingnya memudar dan akhirnya hilang begitu saja. Orang tidak tahu siapa dirinya dan apa bisnis yang ia jalankan.

Untuk itu, ada baiknya kamu simak bagaimana cara membangun personal branding yang kuat.

Membangun dan Menguatkan Personal Branding

Personal branding
Bangun dan kuatkan personal branding. Photo by Pexels

Dua hal yang seharusnya kamu lakukan secara bersamaan. Yaitu membangun sekaligus menguatkan personal branding. Karena jika hanya fokus pada “membangun”, kamu akan kehabisan waktu untuk akhirnya menguatkannya.

Baca juga: Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Branding Produk

Dalam hal ini, ada 4 hal penting yang harus dilakukan.

  • Pahami Mengapa Kamu Melakukan Hal Tersebut
Berpikir dengan kritis.
Pahami alasan kamu melakukan personal branding. Photo by

Kamu sudah tahu personal branding adalah persepsi orang lain jika melihat atau mendengar namamu. Lalu, apakah kamu tahu mengapa ingin membentuk persepsi tersebut? Apakah kamu hanya ingin mudah dikenal? Apakah kamu ingin menjadi orang yang dipercayai? Atau barangkali kamu ingin menjadi orang yang sukses dengan branding tersebut.

Apapun itu tujuannya, buat tujuan itu jelas. Karena semakin jelas tujuan yang diinginkan, maka semakin jelas pula yang seharusnya dilakukan. Semakin kuat juga branding yang akan terbentuk nantinya.

  • Kendalikan P.I.E
Pilih pegawai yang kompeten dan profesional.
Kendalikan P.I.E. Photo by Pixabay

Apa itu P.I.E? P adalah performance. I adalah image. Dan E adalah exposure. Performance artinya bagaimana kamu menunjukkan kualitas dari diri. Image merupakan gambaran tentang kamu di kepala orang lain. Lalu exposure adalah bagaimana kamu menunjukkan diri kepada orang-orang lain. Ketiganya harus benar-benar kamu kendalikan. Singkat cerita, kamu harus meningkatkan kualitas diri agar terbangun image yang bagus sehingga bisa menampilkan dengan sangat mudah kepada orang lain.

  • Pahami Brand Framework
Prinsip kerja
Pahami tujuan brand. Photo by Pixabay

Dalam membangun personal branding, kamu perlu menyampaikan cerita di balik apa yang dilakukan. Dan untuk menyampaikan cerita tersebut, kamu harus memahami brand framework, yaitu elemen apa saja yang harus dimiliki. Setidaknya ada 3 elemen, yaitu:

  • Tujuan Brand
  • Nilai Luhur yang Ingin Disampaikan
  • Alasan yang membuat orang bisa tertarik dan percaya
  • Manfaatkan Media
Personal Branding
Manfaatkan media. Photo by @nordwood

Dalam membangun branding diri sendiri, kamu harus memanfaatkan media. Gunakan semua media yang ada untuk menyampaikan kepada orang lain tentang branding dirimu. Gunakan semua social media yang ada. Berinteraksilah dengan orang-orang karena itulah yang akan menguatkan branding milikmu.

Itulah beberapa cara membangun personal branding yang kuat mulai dari awal. Butuh waktu dan juga konsistensi untuk membangunnya. Usaha yang keras sudah tentu harus dilakukan. Namun, apa yang diperjuangkan akan dirasakan ketika kamu mampu membangun personal branding yang kuat. Apapun yang kamu inginkan mudah untuk didapatkan.


Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai