Ciri-ciri Terjadinya Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Pertumbuhan ekonomi
Ciri-ciri Terjadinya Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Photo by KlikCair
Waktu baca: 3 menit

Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari periode 2001-2019 selalu menunjukkan kemajuan positif di setiap tahunnya. Sebelum melangkah lebih jauh, sebaiknya kamu mengetahui terlebih dahulu berbagai definisi dari para ahli, ciri-ciri dan bagaimana cara mengukurnya. 

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Stimulus ekonomi Indonesia
Pengertian pertumbuhan ekonomi. Photo by Pixabay
  1. Sadono Sukirno

Perubahan pada tingkat aktivitas ekonomi dari tahun ke tahun dengan membandingkan besarnya pendapatan nasional per tahunnya. 

  1. M. P. Todaro

Proses meningkatnya kapasitas produksi di sepanjang waktu agar pendapatan nasional yang dihasilkan juga semakin besar. 

  1. Prof. Simon Kuznet

Kenaikan angka panjang dalam hal kemampuan negara  menyediakan beragam barang untuk penduduknya. Diharapkan kemampuan tersebut mampu mendorong kemajuan teknologi, penyesuaian kelembagaan dan perkembangan ideologi. 

  1. Adam Smith

Perubahan tingkat ekonomi di sebuah negara sangat dipengaruhi perkembangan jumlah penduduk. Pasalnya, perkembangan tersebut dapat meningkatkan hasil produksi di negara itu. 

  1. Budiono (1994)

Sebuah proses untuk meningkatkan hasil per kapita pada jangka lama. Semua ini terjadi saat  ada peningkatan sumber dari proses intern perekonomian dan bersifat sementara.

Artinya, pertumbuhan bersifat self generating karena mampu menciptakan kekuatan agar pertumbuhan ekonomi tetap berlangsung di periode berikutnya. 

Baca juga: Stimulus Ekonomi, Cara Kerja, dan Efeknya di Indonesia

Ciri-Ciri Pertumbuhan Ekonomi 

  • Laju pertumbuhan penduduk maupun produk  per kapita sangat cepat.
  • Produktivitas masyarakat meningkat.
  • Laju pertumbuhan tingkat struktural tinggi.
  • Urbanisasi tinggi.
  • Terjadinya ekspansi di negara maju.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

menjaga pertumbuhan investasi jadi strategi hadapi pelemahan ekonomi global
Pertumbuhan perekonomian Indonesia. Photo by Pixabay

Periode Megawati (2001-2004)

Pertumbuhan perekonomian pemerintahan Presiden Megawati bernilai positif dan meningkat dari waktu ke waktu. Berawal pada tahun 2011 sebesar 3,64%, lalu pada akhir pemerintahan mengalami kenaikan menjadi 5,03%. Adapun rata-rata pertumbuhan ekonomi dari 2001-2004 sebesar 4,49%. 

Laju pertumbuhan ekonomi paling tinggi didominasi sektor komunikasi, sedangkan yang terendah adalah sektor pertambangan.  

Periode SBY (2005-2014)

Pertumbuhan ekonomi selama periode 2005-2014  tertinggi terjadi di tahun 2007 dengan nilai 6,35%, sedangkan rata-ratanya adalah 5,72%. Berdasarkan data tahunan maupun nilai rata-rata secara keseluruhan, periode ini paling tinggi di antara periode lainnya. 

Tahun 2009, pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan tajam dibandingkan tahun sebelumnya yaitu dari 6,01% menjadi 4,63%. Namun, tahun berikutnya mampu naik secara drastis ke 6,22%. 

Penurunan persentase di 2009 merupakan dampak dari krisis global di tahun 2008. Namun, perlu disyukuri karena Indonesia tetap bisa menunjukkan pertumbuhan positif. 

Laju pertumbuhan sektor komunikasi selalu menduduki peringkat tertinggi dan untuk posisi paling rendah didominasi sektor pertambangan. Namun, sektor pertanian, jaminan sosial, administrasi pemerintahan dan pertahanan juga pernah berada di posisi terendah.  

Periode Jokowi (2015-2019)

Di antara tahun 2015-2019 pertumbuhan ekonomi  tidak mengalami banyak perubahan. Jika digambarkan dalam sebuah grafik maka akan terbentuk garis yang landai. 

Pertumbuhan rata-rata selama 5 tahun adalah 5,03%. Nilai terendah terjadi tahun 2015, yaitu 4,88%. Sedangkan, nilai tertinggi adalah 5,17% di tahun 2018. 

Pertumbuhan ekonomi di masa pemerintahan Presiden Jokowi ini bersifat konstan. Terbukti perekonomian di tahun 2019 masih bisa bertahan di atas angka 5%. Tentu ini bukanlah pencapaian yang mudah mengingat kondisi global yang cenderung menurun.  

Sektor informasi dan komunikasi tidak lagi menduduki peringkat tertinggi. Tahun 2016, posisi tersebut diduduki sektor jasa keuangan dan asuransi. Sedangkan, tahun 2018-2019 laju pertumbuhan tertinggi diraih oleh sektor jasa yang lain. 

Cara Mengukur Pertumbuhan Ekonomi

GNP (Gross National Product)

GNP merupakan pendapatan negara pada waktu tertentu sesuai dengan besarnya pendapatan dari masyarakat. 

Fungsinya sebagai alat untuk mengukur seberapa banyak output produksi dalam perekonomian nasional milik masyarakat tersebut yang terdapat di dalam dan luar negeri. Caranya kamu bandingkan GNP periode saat ini dengan periode kemarin. 

GDP (Gross Domestic Product)

GDP digunakan untuk mengukur pendapatan berdasarkan wilayah teritorialnya. Maksudnya adalah penghitungan hanya untuk jumlah output produksi yang terdapat di dalam negeri saja baik itu hasil dari bangsanya sendiri atau warga asing.  

Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi di tahun tertentu adalah sebagai berikut:

((GDPt – GDPt-1) / GDPt-1) x 100%

Keterangan

GDPt : pertumbuhan
GDPt-1 : GDP sebelum mengalami perubahan

Pertumbuhan ekonomi Indonesia selalu memperlihatkan tren positif pasca terjadinya krisis tahun 1998. Dengan demikian, kamu dapat menyimpulkan bahwa ada peningkatan pendapatan nasional dan perkembangan di bidang perekonomian selama 19 tahun belakangan ini.

Mungkin Anda juga menyukai