Pengertian dan Cara Menghitung Payback Period

Payback period
Pengertian dan Cara Menghitung Payback Period. Photo by Pexels
Waktu baca: 4 menit

Bagi kamu yang baru tertarik atau baru terjun ke dunia investasi, payback period merupakan salah satu hal yang perlu kamu ketahui. Lalu sebenarnya, apa pengertian dan bagaimana cara menghitung payback period yang bisa kamu ikuti dengan mudah?

Pada dasarnya, apa itu payback period dan contohnya adalah salah satu komponen yang paling esensial dalam menentukan worth it atau tidaknya sebuah investasi. Maka dari itu, berikut adalah penjelasan lebih jauh tentang segala hal tentang payback period!

Apa Itu Payback Period?

Bagi kamu yang belum mengetahui apa itu payback period, payback period adalah salah satu cara perhitungan yang bisa menentukan kapan kira-kira modal yang kamu investasikan bisa kembali. Maka dari itu, mengetahui payback period itu sangat penting.

Dengan cara menghitung payback period per bulan, kamu bisa memperkirakan apakah investasi tersebut nantinya akan menguntungkan kamu atau tidak. Jadi, kamu bisa mencari celah investasi yang sekiranya memiliki resiko lebih rendah dari yang lainnya.

Apa Saja Kelebihan Payback Period?

Setelah mengetahui gambaran umum tentang apa tujuan dan fungsi payback period bagi kriteria investasi, kamu pasti ingin tahu tentang apa saja kelebihannya. Pada dasarnya, kamu bisa memperoleh banyak keuntungan ketika kamu tahu nilai payback period.

Hal ini karena, dengan cara menghitung payback period, kamu bisa tahu hal-hal berikut!

  • Perkiraan resiko investasi, apakah berpotensi memberi keuntungan atau malah sebaliknya.
  • Membantu perkiraan tentang ada tidaknya biaya lain yang perlu kamu keluarkan hingga pengembalian modal tersebut kamu dapatkan.
  • Menghindari kehilangan modal dan menghindari kerugian.
  • Mudah untuk kamu hitung karena rumusnya cukup sederhana.

Maka dari itu, kamu harus selalu menghitung payback period terlebih dahulu sebelum kamu mengeluarkan modal untuk investasi. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang akan merugikan kamu nanti.

Baca juga: Mau Jadi Investor Profesional? Pahami Dulu Apa Itu Internal Rate of Return

Apa Saja Kekurangan Payback Period?

Setelah mengetahui apa saja kelebihan jika kamu mengetahui cara menghitung payback period pada studi kelayakan bisnis, kamu juga pasti ingin mengetahui apa saja kekurangannya. Lalu sebenarnya, apa saja kelemahan dari metode payback period?

Sebenarnya, meskipun rumus yang cukup sederhana itu menjadi salah satu kelebihan metode perhitungan payback period, itu juga bisa menjadi kelemahannya. Hal ini karena, dengan cara menghitung payback period kamu tidak akan tahu hal-hal berikut ini!

  • Perhitungan keuntungan profit atau keuntungan yang bisa saja diterima investor.
  • Belum memperhitungkan dividen sehingga sulit untuk memutuskan apakah worth it berinvestasi jangka panjang atau tidak.

Bagaimana Cara Menghitung Payback Period dengan Mudah?

Pada dasarnya, ada dua cara menghitung payback period di Excel maupun di berbagai media hitung lain yang bisa kamu coba. Dua rumus payback period tersebut bisa kamu gunakan tergantung bagaimana arus kas perusahaan tersebut selama satu tahun.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui berapa arus kas perusahaan tersebut terlebih dahulu. Lalu sebenarnya, bagaimana cara menghitung cash flow atau arus kas? Berikut adalah cara atau rumus menghitung arus kas yang bisa kamu ikuti dengan mudah!

Perkiraan arus kas = Kas awal + (Perkiraan kas masuk – Perkiraan kas keluar)

Setelah mengetahui apakah arus kas per tahun sama atau berbeda berbeda, berikut adalah cara menghitung payback period untuk mesin ataupun untuk barang lain. Rumusnya bisa kamu sesuaikan dengan perkiraan arus kas per tahun, apakah sama atau beda!

1. Apabila Arus Kas Sama

Pada dasarnya, ketika arus kas yang sebuah perusahaan terima di setiap tahunnya adalah sama, maka rumus yang bisa kamu gunakan untuk menghitung payback period yang layak adalah sebagai berikut!

Periode pengembalian modal = (Nilai investasi : Kas masuk bersih) x Satu tahun

Bagi kamu yang belum tahu apa itu arus kas bersih, itu adalah nilai yang bisa menentukan bagaimana kesehatan finansial sebuah perusahaan. Jadi, dengan rumus ini kamu bisa menentukan apakah worth it melakukan investasi atau tidak.

2. Apabila Arus Kas Berbeda

Hanya saja, jika sebuah perusahaan memiliki arus kas berbeda dalam setiap tahunnya, rumus yang perlu kamu gunakan untuk menghitung payback period pun berbeda. Jika kasusnya seperti ini, maka cara perhitungannya pun semakin rumit.

Berikut adalah rumus yang bisa kamu gunakan untuk menghitung payback period dengan arus kas yang berbeda!

Periode pengembalian modal = Syarat periode pengembalian investasi + (Jumlah investasi awal – Jumlah arus kas pada tahun n) : (Jumlah arus kas pada tahun (n+1) – Jumlah arus kas pada tahun n) x Satu tahun

Apa Saja Contoh-Contoh Kasus Payback Period?

Pada dasarnya, untuk memahami tentang cara perhitungan payback period, kamu bisa memperhatikan berbagai contoh perhitungan payback period berikut!

1. Apabila Arus Kas Sama

PT. Sinar Bahari membeli 100 unit sepeda dengan jumlah modal 100 juta. Sepeda itu kemudian disewakan ke perusahaan lain dengan keuntungan bersih 20 juta per tahun. Jika kasusnya seperti itu, maka payback period-nya adalah sebagai berikut!

Periode pengembalian modal = (Nilai investasi : Kas masuk bersih) x Satu tahun

Periode pengembalian modal = (100.000.000 : 20.000.000) x Satu tahun

= 5 tahun

Jadi, payback period-nya adalah 5 tahun.

2. Apabila Arus Kas Berbeda

CV Mekar Abadi menerima investasi sebesar 1 Miliar juta dan memiliki syarat pengembalian 2 tahun. Arus kas CV Mekar Abadi berbeda setiap tahunnya. Pada tahun pertama arus kasnya adalah 500 juta dan pada tahun kedua arus kasnya adalah 400 juta.

Sedangkan, pada tahun keempat CV Mekar Abadi memiliki arus kas sebesar 500 juta. Maka, jumlah arus kasnya adalah sebagai berikut!

  • Arus kas tahun Pertama : 500 juta
  • Tahun kedua : 500 juta + 400 juta = 900 juta
  • Tahun ketiga = 900 juta + 500 juta = 1,4 Miliar

Kemudian, perhitungan payback period-nya adalah sebagai berikut!

Periode pengembalian modal = Syarat periode pengembalian investasi + (Jumlah investasi awal – Jumlah arus kas pada tahun n) : (Jumlah arus kas pada tahun (n+1) – Jumlah arus kas pada tahun n) x Satu tahun

Periode pengembalian modal = 2 + (1 Milyar – 900 juta) : (1,4 Milyar – 900 juta) x Satu tahun

= 2 + (100 juta) : (500 juta) x Satu tahun

= 2,2 tahun

Jadi, kamu akan mendapatkan payback period dalam waktu 2,2 tahun.

Itulah pengertian dan cara menghitung payback period yang perlu kamu ketahui. Semoga membantu!

Artikel Lainnya