Apa Sebenarnya Beneficiary dalam Dunia Keuangan?

Beneficiary
Apa Sebenarnya Beneficiary dalam Dunia Keuangan? Photo by Pexels
Waktu baca: 4 menit

Istilah beneficiary adalah hal yang sering dibahas dalam keuangan. Umumnya muncul saat membahas asuransi dan pemberian hasil investasi sebagai warisan. Dari penggunaanya, banyak orang menganggap beneficiary sebagai pilihan kata pengganti hak pembayaran. Sayangnya hal ini kurang tepat.

Bagi yang ingin tahu lebih dalam soal beneficiary, mari bahas bersama arti dan seerba serbinya pada artikel ini!

Pengertian Beneficiary

Secara sederhana beneficiary artinya pihak yang mendapatkan benefit keuntungan atas proses keuangan tertentu. Artian pihak dalam konteks ini tidak membatasi hanya satu orang, tapi bisa kelompok besar orang. Organisasi juga tergolong dalam hal ini. Jadi perusahaan sebagai bentuk organisasi bisa juga dipatok sebagai beneficiary.

Proses keuangan yang meliputi hal ini umumnya berhubungan dengan masalah perdata. Hal seperti asuransi, distribusi kepercayaan, kontak anuitas, rekening pensiun dan surat wasiat adalah beberapa contohnya.

Dari pengertian ini, pihak yang termasuk beneficiary hanyalah mereka yang memenuhi syarat, ketentuan dan memiliki hubungan dengan perihal keuangan tersebut. Tanpa pengecualian khusus, setiap beneficiary harus memiliki dokumen yang mengikat tentang perannya sebagai penerima hak keuangan tersebut. Bagi yang masih bingung atas deskripsi ini, kamu bisa bayangkan seseorang yang mendapatkan keuntungan atas perjanjian keuangan. Selama orang itu untung dalam kesepakatan perdata, bisa dibilang mereka dapat disebut beneficiary. Mudah dipahami bukan?

Dalam pengurusan beneficiary, ada dua jargon yang perlu kamu harus tahu artinya. Pertama adalah beneficiary bank. Hal ini berhubungan dengan bank yang menjadi tempat penampungan dana beneficiary. Biasanya bank ini menjadi tempat penampung dana sementara saat proses pengecekan beneficiary dilakukan. Sedangkan jargon kedua adalah beneficiary name. Hal ini sering muncul di surat dan dokumen pengurusan beneficiary. Jargon ini digunakan untuk menggantikan nama–nama pihak yang dijadikan beneficiary.

Baca juga: Apa Itu Utang Jangka Pendek? Simak Pengertian, Ciri-ciri, Jenis, dan Perbedaannya!

Jenis–jenis Beneficiary

Setelah tahu beneficiary adalah pihak yang mendapatkan keuntungan dalam pengurusan keuangan tertentu, kamu sekarang harus belajar soal jenis–jenisnya. Beneficiary ada banyak jenis karena lingkup penyerahan hak-nya berbeda–beda tergantung konteks kontrak yang sudah ditentukan.

Berikut adalah jenis–jenis beneficiary tersebut:

  • Primary Beneficiary

Beneficiary jenis ini menunjukan prioritas pertama terhadap penerima. Jenis beneficiary ini pasti diutamakan selama memenuhi persyaratan yang tertera dalam kontrak. Primary beneficiary bisa berupa individu atau kelompok. Jika mengacu pada kelompok, umumnya pembagian penerimaan sudah ditentukan detail pada kontrak dan dokumen yang berhubungan. 

  • Contingent Beneficiary

Jeni beneficiary ini merujuk pada pihak sekunder jika pihak primary tidak dapat memenuhi syarat yang ditentukan kontrak. Umumnya hal ini bisa berupa pemberian sementara sebagai wali dan juga bisa permanen. Contoh saja warisan pada anak. Jika umur anak belum memenuhi dewasa, warisan dapat diserahkan wali untuk dikelola sampai si anak siap menerimanya.

  • Irrevocable Beneficiary

Pihak beneficiary jenis ini merujuk pada status yang tidak dapat diubah. Sekali mengikat sebagai irrevocable beneficiary, penerima manfaat tidak dapat diganti dengan alasan apapun. Penggantian soal ini hanya dapat dilakukan jika pihak pembuat kontrak dan pihak target beneficiary setuju merubahnya secara bersamaan secara hukum legal.

  • Revocable Beneficiary

Jenis beneficiary adalah kebalikan dari jenis sebelumnya. Jenis beneficiary lebih fleksibel karena jika ada masalah yang membuat beneficiary tidak dapat dilakukan sesuai kontrak, perubahan tetap bisa dilakukan mudah.

Artikel Lainnya