Arti Bruto: Fungsi, Manfaat, Jenis, dan Contoh Menghitung Pendapatan

Penghasilan bruto
Arti Bruto: Fungsi, Manfaat, Jenis, dan Contoh Menghitung Pendapatan. Photo by Pixabay
Waktu baca: 3 menit

Arti bruto bagi beberapa orang mungkin sudah tidak asing lagi. Karena bruto banyak dipelajari pada pembelajaran dasar khususnya saat SD dan SMP. Materi ini dipelajari untuk melakukan penghitungan pada penghasilan kotor yang dimiliki oleh seseorang atau perusahaan.

Pendapatan bruto nantinya akan dikurangi dengan berbagai biaya termasuk tagihan atau tanggungan lainnya. Setelah itu barulah bisa disebut sebagai penghasilan bersih dan bisa digunakan untuk kegiatan ekonomi lainnya.

Pengertian Bruto

Apa yang dimaksud dengan bruto? Bruto bisa diartikan sebagai penghasilan kotor yang didapatkan oleh seseorang ketika mereka bekerja atau sedang berdagang. Arti dari penghasilan kotor adalah apa yang didapatkan sebelum dikurangi dengan biaya lainnya.

Jadi bruro belum bisa dikatakan sebagai pendapatan bersih dan digunakan untuk berbagai hal. Sebelum dipakai untuk berbagai aktivitas ataupun untuk menjalankan usaha selanjutnya harus dikurangi dengan biaya lain.

Istilah bruto ini juga merujuk pada berat yang dimiliki oleh suatu benda. Katakanlah seseorang membeli benda yang masih dalam bungkus. Berat ini sering disebut sebagai bruto karena masih akan dikurangi dengan pembungkusnya.

Namun pengaplikasian istilah bruto ini juga dilakukan untuk banyak hal dan digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang belum dipotong biaya. Barulah setelah dipotong dengan biaya ataupun lainnya bisa dikatakan sebagai netto.

Perbedaan Bruto, Netto, dan Tara

Bruto artinya sesuatu yang masih kotor dan belum dikurangi dengan yang lain. Biasanya digunakan untuk menentukan pendapatan kotor dari suatu perusahaan atau bisa juga digunakan untuk pendapatan negara.

Selanjutnya arti dari Netto adalah pendapatan yang memang benar-benar bersih setelah dikurangi dengan berbagai biaya. Jadi pendapatan bersih ini adalah sesuatu yang akan diterima oleh seseorang dan bisa digunakan untuk apapun.

Sementara itu untuk Tara biasanya digunakan pada kemasan. Biasanya setiap membeli apapun yang memiliki bungkus memiliki Tara yang merupakan beban atau berat dari bungkus itu sendiri.

Baca juga: Arti Kasbon dan Bagaimana Cara Memanfaatkannya

Fungsi Bruto

Terdapat beberapa fungsi bruto yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh suatu perusahaan atau bisa juga oleh individu.

1. Indikator Kegiatan Ekonomi

Salah satu fungsi dari bruto adalah digunakan sebagai indikator dari kegiatan ekonomi. Artinya jika suatu negara memiliki pendapatan buruh yang sangat besar berarti kegiatan ekonomi ada di dalamnya cukup baik.

Sebaliknya jika suatu negara memiliki pendapatan bruto yang sangat sedikit bisa dikatakan jika kegiatan ekonomi yang ada di sana tidak bisa berjalan. Itulah kenapa salah satu indikator majunya suatu bangsa adalah produk domestik brutonya yang tinggi.

2. Alat Ukur Keefektifan Kebijakan

Selanjutnya bisa digunakan juga sebagai alat ukur untuk mengetahui apakah kebijakan yang dilakukan sudah efektif atau tidak. Biasanya suatu negara atau perusahaan akan memiliki kebijakan tertentu yang akan diikuti oleh semua orang.

Kebijakan inilah yang nantinya akan menentukan besar kecilnya pendapatan bruto yang akan dimiliki. Apabila pendapatan brutonya tinggi berarti kebijakan yang sudah diterapkan bisa dikatakan efektif.

3. Indikator Penjualan

Selanjutnya untuk bisnis khususnya yang berhubungan dengan penjualan, semakin besar pendapatan boruto atau omset yang didapatkan berarti bisnis berjalan dengan baik. Apabila terjadi sebaliknya berarti bisnis tidak berjalan dengan mulus.

Itulah kenapa semakin besar pendapatan bruto maka akan menentukan seberapa banyak produk atau jasa yang sudah terjual. Selain itu juga merupakan indikator strategi marketing yang dilakukan sudah berjalan dengan sempurna atau tidak.

Manfaat Bruto

Selanjutnya bruto juga memiliki manfaat yang bisa digunakan untuk instansi atau juga untuk diri sendiri.

1. Analisa Kecepatan Pembangunan

Manfaat pertama dari bruto adalah untuk melakukan analisa kecepatan pembangunan.

Kecepatan pembangunan ekonomi bisa dikatakan tinggi jika produk domestik bruto dari suatu negara sangat tinggi. Selain itu bisa juga mengalami kenaikan dari waktu ke waktu.

2. Membandingkan Ekonomi

Selanjutnya produk domestik bruto yang dimiliki oleh suatu negara juga bisa digunakan sebagai pembanding. Semakin tinggi produk domestik bruto maka tingkat ekonomi yang dimiliki oleh negara itu sudah sangat baik.

3. Membantu Pengambilan Keputusan

Terakhir bisa digunakan untuk melakukan proses pengambilan keputusan. Bisa keputusan yang berhubungan dengan bunga bank atau keputusan lainnya.

Jenis-jenis Pendapatan Bruto

1. Penghasilan Rutin

Pendapatan rutin adalah sesuatu yang didapatkan setiap beberapa hari sekali atau bisa juga setiap satu bulan sekali. Pendapatan ini diperoleh secara rutin dan akan terus berulang dengan nilai yang sama atau bervariasi.

2. Penghasilan Tidak Rutin

Selanjutnya adalah penghasilan tidak rutin adalah sesuatu yang dihasilkan pada momen tertentu saja. Biasanya pendapatan ini tidak bisa dijadikan indikator apakah suatu kebijakan berjalan dengan baik atau tidak.

Cara Menghitung Pendapatan Bruto

Cara menghitung bruto bisa dilakukan dengan menambahkan biaya bersih dengan beban atau biaya. Secara umum rumusnya seperti ini.

Bruto = Netto + Biaya Lainnya

Dari rumus di atas bisa didapatkan kesimpulan jika arti bruto adalah apa pun yang dihasilkan. Bahasa sederhananya adalah omzet.

Contoh Menghitung Pendapatan Bruto

Untuk mengetahui lebih lanjut arti bruto dan haha yang ada di sekelilingnya disarankan untuk mengetahui contoh menghitungnya terlebih dahulu. Contoh penghitungan ini sangat penting agar bisa diketahui kira-kira apa itu bruto.

Contoh: Seorang pria memiliki pendapatan setiap bulannya sekitar Rp5 juta. Namun itu masih akan dikurangi dengan beberapa biaya cicilan atau tagihan dan juga biaya untuk BPJS.

Artinya cara menghitung pendapatan bruto bisa dilakukan dengan mengurangkan pendapatan setiap bulannya sebesar Rp5 juta dengan beberapa biaya lainnya seperti cicilan dan juga biaya BPJS.

Hasil akhir dari pengurangan itu adalah pendapatan neto atau pendapatan bersihnya. Jadi pendapatan itulah yang bisa digunakan untuk melakukan pembelian apapun atau digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

Arti bruto secara sederhana adalah penghasilan kotor yang nantinya masih akan dikurangi dengan beberapa biaya lainnya. Memahami bruto dan fungsinya sangat penting dalam hal apapun, terlebih dimanfaatkan untuk mengetahui keuangan dari perusahaan.

Artikel Lainnya