Ingin Investasi Tanah Kebun? Ketahui 10 Hal Ini Dahulu

Memahami lebih dalam tentang Investasi lahan kebun agar tidak salah investasi.
Waktu baca: 3 menit

Investasi tanah kebun saat ini cukup banyak yang melirik. Hal ini dikarenakan tanah kebun yang sudah dibeli itu bisa ditanami dan dapat memberikan penghasilan pasif sepanjang tahun. Selain itu, lahan itu bisa ditanami beragam macam tanaman yang nantinya bisa dipanen. Dalam mendapatkan keuntungan besar, tidak hanya mengandalkan hasil dan jangka waktu panennya saja.

Jika kamu memilih tanaman yang tepat dan mengelola dengan baik maka dipastikan kamu bisa mendapatkan untung yang besar. Selain itu, lokasi yang strategis juga menjadi faktor untuk meraih keuntungan semakin besar. Namun, untuk mendapatkan keuntungan besar dengan investasi tanah kebun, kamu juga harus memperhatikan beberapa hal penting. Berikut 10 hal penting dalam investasi tanah kebun.

1. Gali potensi lokasi tanah

Potensi lahan untuk investasi tanah kebun.
Potensi lahan patut dipertimbangkan agar mendapat keuntungan. Photo by Pixabay

Kamu harus memilih lokasi tanah yang strategis dan memiliki potensi yang tinggi. Kamu bisa mencarinya melalui iklan-iklan yang tersebar di berbagai media, baik online maupun offline seperti koran dan majalah. Dengan memiliki lokasi tanah yang strategis, maka dalam beberapa tahun ke depan saat dijual kembali akan mendapatkan harga yang tinggi. Sedangkan, jika tanah itu terletak di perkotaan maka kamu juga harus memperhatikan potensi tanah tersebut jika dijadikan tempat pemukiman, perkantoran, ataupun bangunan komersial.

2. Status tanah

Status tanah menjadi hal yang tak kalah penting dalam memilih lahan. Kamu harus memastikan bahwa lahan tersebut sudah mempunyai status yang sah dan layak untuk dibeli. Tidak disarankan untuk menghindari tanah sengketa. Alangkah lebih baiknya memilih tanah yang sudah memiliki sertifikat.

3. Pastikan kepemilikan tanah

Jika membeli lahan, kamu juga harus memperhatikan nama siapa yang tercantum pada sertifikat tanah itu. Disarankan untuk jangan membeli tanah yang sertifikatnya sedang digadaikan ke bank.

4. Ajukan persyaratan dengan perjanjian hitam di atas putih

Perjanjian hitam di atas putih
Perjanjian hitam di atas putih sangat diperlukan saat akan berinvestasi. Photo by Pixabay

Setelah kamu sudah mencapai kesepakatan harga dengan penjual, sebaiknya kamu mengajukan beberapa persyaratan mengenai pembayaran tanah itu. Jangan lupa untuk membuat perjanjian hitam di atas putih atau perjanjian resmi mengenai beberapa hal yang harus disepakati dari kedua belah pihak.

5. Bayar secara bertahap

Diusahakan kamu jangan langsung membayar penuh harga tanah. Lebih baik, kamu membayar uang muka beberapa persen terlebih dahulu. Setelah segala urusan seperti balik nama di sertifikat, maka kamu bisa membayar sisanya sampai lunas.

6. Memilih jenis tanaman

Setelah memiliki lahan tersebut, kamu harus bisa memilih tanaman yang ingin kamu tanam. Memang banyak tanaman yang dapat menghasilkan pendapatan yang menggiurkan seperti cabai, jagung, singkong, buah-buahan, pohon jati, dan sebagainya. Namun, disarankan kamu lebih memilih tanaman yang dapat menghasilkan kayu. Selain faktor tanah, dalam pemilihan jenis tanaman kamu juga harus mempertimbangkan faktor cuaca.

Baca juga: Pentingnya Asuransi Usaha Tani Padi Bagi Petani

7. Biaya pemeliharaan

Walau mendapatkan banyak keuntungan dari investasi ini, kamu harus menyiapkan biaya pemeliharan yang tidak sedikit. Biasanya, biaya pemeliharaan meliputi biaya pestisida, biaya pengairan, biaya petani, biaya penggarapan lahan, dan sebagainya.

8. Ajak orang yang ahli kebun untuk berbisnis

Bekerja sama dengan orang yang ahli di bidang perkebunan
Kerja bersama orang yang ahli berkebun bisa meningkatkan keuntunganmu. Photo by @anaya_katlego

Agar memperoleh keuntungan maksimal, kamu bisa mencoba memulai bisnis lalu bekerja sama dengan orang yang sudah ahli atau tahu tentang bisnis tanah kebun. Setidaknya orang yang ahli itu sudah berpengalaman karena lebih awal terjun ke dalam dunia perkebunan dan kamu bisa meminimalisir kerugian yang dialami.

9. Jangka waktu panen

Jangka waktu panen tiap tanaman berbeda-beda. Maka dari itu, kamu harus memikirkan dan memahami proses tanaman yang kamu pilih untuk ditanam.

10. Pelajari ilmu bercocok tanam

Dengan mempelajari ilmu bercocok tanam, maka kamu bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal. Selain itu, kamu juga jadi memiliki wawasan yang luas seputar bisnis tanah kebun.

Setelah mengetahui berbagai hal penting yang harus kamu tahu, maka kamu sudah bisa memulai untuk berinvestasi tanah kebun. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan hal-hal penting seperti yang sudah dijelaskan di atas agar mendapatkan keuntungan yang maksimal.

You may also like...

Leave a Reply