Hati-Hati Sebelum Scan! Kenali Modus Penipuan QRIS Palsu
Pembayaran digital kini semakin umum digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari membeli kopi, makan di restoran, berbelanja di minimarket, hingga membayar berbagai kebutuhan lainnya, QRIS menawarkan cara transaksi yang praktis.

Meski demikian, pengguna tetap perlu waspada terhadap potensi penipuan, salah satunya melalui QRIS palsu. Modus ini dapat berupa penggunaan kode QR yang diganti dengan kode milik pihak lain atau kode yang mengarahkan pengguna ke situs berbahaya.
Untuk menghindari risiko tersebut, Bank Indonesia mengimbau masyarakat agar memeriksa nama merchant yang muncul setelah memindai kode QR dan memastikan kesesuaiannya dengan tujuan pembayaran. Informasi lebih lanjut mengenai penggunaan QRIS dapat dilihat melalui situs resmi Bank Indonesia.
Lalu, seperti apa modus penipuan QRIS palsu dan bagaimana cara menghindarinya? Simak penjelasan berikut.
Apa Itu Penipuan QRIS Palsu?
Penipuan QRIS palsu merupakan modus penipuan yang dilakukan dengan memanipulasi atau mengganti kode QR sehingga pembayaran masuk ke rekening yang tidak semestinya. Dalam modus lainnya, kode QR dapat mengarahkan pengguna ke situs palsu yang berpotensi mencuri data pribadi.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengingatkan masyarakat terhadap modus QRIS palsu yang ditempelkan pada merchant sehingga pembayaran beralih ke rekening pelaku. Informasi lebih lanjut dapat dibaca melalui situs resmi OJK.
Karena itu, pengguna perlu tetap waspada saat melakukan pembayaran menggunakan QRIS. Pastikan nama merchant dan nominal transaksi sudah sesuai sebelum memasukkan PIN atau mengonfirmasi pembayaran.
4 Modus Penipuan QRIS yang Perlu Dikenali
1. Kode QR pembayaran diganti dengan milik pelaku
Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah penempelan kode QR lain pada area pembayaran di toko, restoran, atau tempat usaha. Jika kode tersebut digunakan untuk membayar, uang berpotensi masuk ke pihak yang tidak berhak.
Karena itu, jangan hanya melihat tampilan kode QR atau logo yang tertera. Periksa nama merchant yang muncul di aplikasi pembayaran sebelum melanjutkan transaksi.
2. Kode QR palsu ditempel di tempat umum
Pelaku dapat menempatkan kode QR pada poster, selebaran, atau media lain dengan iming-iming promo, hadiah, dan informasi menarik.
Ketika dipindai, kode tersebut bisa mengarahkan pengguna ke situs yang tidak dikenal. Jika halaman meminta data sensitif seperti PIN, kata sandi, atau kode OTP, jangan lanjutkan prosesnya.
Perlu diingat, kode QR tidak otomatis berbahaya. Risikonya bergantung pada tujuan tautan dan tindakan yang diminta setelah kode dipindai.
3. QR code mengarah ke situs phishing
Modus ini dikenal sebagai quishing, gabungan istilah QR code dan phishing. Pelaku memanfaatkan kode QR untuk mengarahkan korban ke halaman yang meniru situs resmi.
Halaman tersebut dapat meminta pengguna memasukkan informasi akun atau data pribadi. Informasi itu kemudian berpotensi disalahgunakan untuk mengambil alih akun atau melakukan tindakan tanpa persetujuan pemiliknya.
Hindari memasukkan informasi sensitif pada halaman yang dibuka melalui kode QR dari sumber yang tidak jelas.
4. Bukti pembayaran QRIS palsu
Penipuan juga dapat terjadi ketika seseorang menunjukkan tangkapan layar atau bukti pembayaran yang ternyata tidak mencerminkan transaksi berhasil.
Modus ini perlu diwaspadai oleh pedagang maupun konsumen. Gambar bukti pembayaran saja tidak selalu cukup untuk memastikan uang telah diterima.
Bagi pedagang, periksa notifikasi transaksi masuk atau riwayat transaksi pada aplikasi penyedia layanan pembayaran. Bagi pembeli, simpan bukti transaksi asli dari aplikasi yang digunakan.
Cara Menghindari Penipuan QRIS Palsu
Agar transaksi digital tetap sesuai tujuan, berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan sehari-hari.
1. Periksa nama merchant sebelum membayar
Setelah memindai QRIS, periksa nama merchant yang muncul pada aplikasi pembayaran. Pastikan nama tersebut sesuai dengan toko atau pihak yang menerima pembayaran.
Jika nama yang tampil berbeda atau terasa janggal, jangan lanjutkan transaksi sebelum melakukan konfirmasi.
2. Periksa kode QR secara fisik
Jika kode QR tersedia dalam bentuk stiker atau cetakan, perhatikan apakah ada tanda-tanda penempelan kode lain di atas kode sebelumnya atau informasi yang terlihat tidak wajar.
Jika ragu, tanyakan langsung kepada petugas atau pemilik usaha untuk memastikan kode QR yang digunakan benar.
3. Gunakan aplikasi pembayaran resmi
Lakukan transaksi melalui aplikasi pembayaran resmi dari bank atau penyedia jasa pembayaran yang berizin sesuai ketentuan. Hindari mengikuti instruksi dari pihak tidak dikenal yang meminta kamu mengunduh aplikasi tambahan melalui tautan atau kode QR.
4. Jangan pernah membagikan PIN dan OTP
PIN dan kode OTP merupakan informasi yang harus dijaga kerahasiaannya. Jangan berikan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai customer service atau petugas dari perusahaan tertentu.
Jika halaman yang terbuka setelah memindai kode QR meminta informasi tersebut tanpa alasan yang jelas, segera hentikan prosesnya.
5. Pastikan transaksi benar-benar berhasil
Setelah melakukan pembayaran, periksa status transaksi pada aplikasi yang digunakan. Jangan hanya mengandalkan tangkapan layar yang ditunjukkan orang lain.
Jika ada perbedaan informasi, segera konfirmasi kepada merchant atau penyedia jasa pembayaran sebelum melakukan transaksi ulang.
Terlanjur Scan QRIS Mencurigakan? Ini yang Bisa Dilakukan
Memindai kode QR yang mencurigakan tidak selalu berarti uang atau data langsung dicuri. Namun, jika kamu diarahkan ke situs yang tidak dikenal atau telanjur memasukkan informasi sensitif, segera lakukan langkah pencegahan.
- Jika belum melakukan pembayaran atau memasukkan data: tutup halaman tersebut dan jangan mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak jelas.
- Jika memasukkan kata sandi atau PIN: segera ubah kredensial yang terdampak melalui aplikasi atau situs resmi. Hubungi penyedia layanan jika ada indikasi akun diambil alih.
- Jika terjadi transaksi tanpa persetujuan: segera hubungi bank atau penyedia jasa pembayaran untuk melaporkan kejadian dan meminta penanganan.
- Jika uang sudah ditransfer kepada pelaku: simpan bukti transaksi, percakapan, tautan, dan informasi rekening terkait. Segera laporkan melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) serta buat laporan kepada kepolisian.
Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) merupakan pusat penanganan penipuan transaksi keuangan yang mengoordinasikan tindak lanjut laporan dengan lembaga keuangan terkait. Segera laporkan penipuan yang dialami agar proses penanganan, termasuk penelusuran dan upaya pemblokiran rekening yang dilaporkan, dapat dilakukan secepat mungkin. Meski demikian, pengembalian dana tidak dapat dijamin. Untuk membuat laporan, kunjungi situs resmi IASC.
Tetap Praktis Bertransaksi, Jangan Lengah Menjaga Data
QRIS memberikan kemudahan dalam pembayaran sehari-hari. Namun, setiap transaksi tetap membutuhkan ketelitian, mulai dari memeriksa kode QR hingga memastikan nama penerima dan status pembayaran sesuai.
Jangan terburu-buru memindai kode QR dari sumber yang tidak jelas, apalagi jika disertai iming-iming hadiah atau permintaan informasi pribadi. Luangkan beberapa detik untuk memeriksa detail transaksi sebelum menekan tombol pembayaran.
Melalui peningkatan literasi keuangan dan digital, masyarakat diharapkan dapat semakin mengenali modus penipuan serta mengambil keputusan yang lebih cermat ketika menggunakan layanan keuangan digital.
Ingat: scan boleh, tetapi tetap periksa sebelum membayar.

Artikel ini disusun oleh KlikCair, perusahaan fintech berizin OJK dengan sistem layanan digital terintegrasi. Sebagai mitra finansial rakyat Indonesia, kami menyediakan akses dana yang transparan. Jangan lewatkan update rutin di Blog KlikCair untuk info yang lagi happening, tren viral terkini, hingga beragam inspirasi gaya hidup yang relevan dengan keseharian Anda.

