Pahami Tenor Cicilan Terlebih Dahulu Agar Tidak Salah Saat Mengajukan Pinjaman

Tenor pinjaman
Pahami Tenor Cicilan Terlebih Dahulu Agar Tidak Salah Saat Mengajukan Pinjaman. Photo by @towfiqu999999
Waktu baca: 4 menit

Saat kamu mengajukan pinjaman, bukan hanya besarnya uang yang akan kamu pinjam yang harus diperhatikan, melainkan juga tenor cicilan. Banyak orang yang hanya fokus pada besarnya uang yang ingin dipinjam namun lupa betapa pentingnya menentukan tenor.

Apa itu tenor? Untuk kamu yang belum pernah mengajukan pinjaman, ini pasti istilah yang asing. Meskipun demikian, ada juga orang yang sudah berkali-kali mengajukan kredit atau pinjaman namun tidak paham apa itu tenor. Padahal, pengetahuan mengenai tenor ini akan membuat kamu lebih bijak dalam menentukan besaran pinjaman uang yang kamu inginkan. 

Untuk itu, ada baiknya jika kamu meluangkan waktu sejenak untuk mempelajari pengertian tenor. Selain itu, pelajari juga jenis-jenis tenor dan bagaimana cara tepat menentukan tenor kredit.

Apa yang Dimaksud dengan Tenor?

Sebenarnya, tenor itu bisa disebut dengan jangka waktu. Jadi, tenor dalam kredit adalah jangka yang waktu yang diberikan kepada orang yang meminjam untuk membayar atau melunasi uang yang dipinjam.

Dari pengertian tersebut, terlihat tidak ada yang penting dari tenor. Padahal, tenor ini sangat menentukan besarnya tingkat suku bunga yang kamu akan dapatkan sebagai debitur atau orang yang meminjam.

Jenis-Jenis Tenor yang Kamu Harus Tahu

Para ahli di bidang perbankan mengatakan bahwa tenor ini dibagi menjadi dua. Yang pertama adalah tenor pendek. Yang kedua adalah tenor panjang. Tenor pendek merupakan jangka waktu pelunasan yang pendek. Ini berkisar antara 6 bulan hingga maksimal 2 tahun saja. Karena jangka waktunya pendek, uang yang harus dikembalikan juga tidak terlampau besar.

Lain hal dengan tenor panjang yang jangka waktunya lebih dari 2 tahun. Bahkan, ada yang sampai 20 tahun. Cicilan per bulan memang kecil. Akan tetapi, jika diakumulasikan, uang pinjaman sangat besar.

Kamu sebagai debitur bisa memilih sesuai dengan kemampuan berapa rupiah yang mampu kamu cicil setiap hari. Jika ingin cepat selesai, kamu bisa pilih temor pendek dengan cicilan per bulan relatif besar. Namun, jika kamu tidak cukup mampu untuk membayar cicilan per bulan dalam jumlah besar, pilih saja tenor panjang.

Baca juga: Pengertian Leasing, Jenis, Manfaat, dan Tujuannya 

Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Jangka Waktu Tenor?

Saat mengajukan pinjaman, tenor menjadi hal terpenting untuk dipertimbangkan. Keputusan yang bijak dalam memilih tenor akan sangat menentukan apakah kamu akan kewalahan dalam melakukan pelunasan atau tidak. Terkadang, banyak orang yang kewalahan lantaran salah memilih tenor. Mereka memilih tenor yang tidak sesuai dengan situasi dan kondisi. 

Sebenarnya, pihak kreditur sudah memiliki hitung-hitungan tersendiri ketika ingin menentukan tenor kepada debitur. Faktor-faktor berikut ini yang biasanya dijadikan patokan:

  1. Jumlah Uang yang Ingin Dipinjam

Tenor dan jumlah uang yang kamu akan pinjam sebenarnya saling mempengaruhi. Biasanya, kreditur akan menyarankan kepada debitur untuk mengambil tenor panjang ketika pinjaman besar. Sebaliknya, ketika pinjaman kecil, tenor pendek biasanya yang paling disarankan.

  1. Usia Debitur

Ketika kamu mengajukan pinjaman, sudah pasti pihak kreditur akan meminta kamu mengisi formulir. Di dalam formulir, terdapat kolom yang menjelaskan identitas pribadi, seperti tanggal dan tahun lahir. Mengapa demikian? Karena usia kamu sebagai debitur sangat dipertimbangkan dalam menentukan tenor.

Rasanya sulit sekali bagi debitur yang usianya sudah lanjut untuk meminjam uang dengan tenor cicilan panjang. Sementara itu, ketika kamu masih muda dan produktif, kreditur akan sangat menyarankan agar kamu mengambil tenor panjang. Selain meringankan kamu ketika mengangsur per bulan, ini juga skema yang sangat menguntungkan pihak kreditur. Karena ketika tenor lebih panjang, semakin tinggi keuntungan yang kreditur bisa dapatkan.

  1. Penghasilan Setiap Bulan Debitur

Meskipun debitur sudah berusia lanjut, bukan berarti kreditur pasti akan menyarankan tenor cicilan pendek. Bisa saja pengajuan pinjaman malah tidak akan disetujui ketika diketahui penghasilan per bulan tidak begitu besar. Pasalnya, ketika tenor yang dipilih pendek, jumlah angsuran per bulan besar.

Itulah mengapa kreditur akan melihat penghasilan kamu ketika kamu mengajukan kredit. Bahkan, ada juga yang melakukan cross check dengan cara mencari tahu posisi di mana kamu bekerja lalu berapa gaji yang kamu dapatkan. Hal ini disebabkan ada juga calon debitur yang mengisi jumlah gaji atau penghasilan dengan angka yang tidak sebenarnya. 

  1. Aset yang Dimiliki Debitur

Lama tenor cicilan juga dipengaruhi oleh aset yang kamu miliki. Apalagi aset yang sifatnya perlu perawatan. Ketika aset semacam itu kamu miliki, pihak kreditur menganggap bahwa biaya yang harus kamu keluarkan tinggi. Dalam kondisi seperti ini, rasanya tidak mungkin seorang kreditur menyetujui ketika kamu mengajukan tenor pendek. Apalagi jika penghasilan per bulan kamu relatif kecil.

Itulah 4 faktor yang dijadikan bahan pertimbangkan ketika kreditur menentukan tenor cicilan. 4 faktor tersebut juga yang perlu kamu perhatikan agar pinjaman yang kamu ajukan masuk akal dan dengan mudah diterima oleh pihak perbankan.

Kamu tidak perlu khawatir ketika kamu mengalami kesulitan dalam membayar angsuran di tengah perjalanan nanti. Kamu bisa mengajukan perpanjangan tenor ketika kamu merasa uang angsuran setiap bulannya terlampau tinggi. Dengan memperpanjang tenor, kemungkinan cicilan per bulan akan semakin ringan.

Cara Tepat Saat Mengajukan Pinjaman dengan Tenor

Sekarang kamu sudah tahu tenor cicilan. Mungkin, kamu lebih memilih tenor pendek daripada panjang. Hal ini disebabkan tenor pendek membuat kamu tidak perlu mengembalikan uang dalam jumlah yang terlalu banyak.

Jangan terburu-buru. Kamu harus sesuaikan juga dengan kemampuan kamu dalam mengangsur setiap bulannya. Berikut ini tips yang bisa kamu terapkan ketika mengajukan pinjaman dengan tenor.

  1. Pilih Lembaga yang Kredibel

Ada banyak sekali lembaga keuangan yang menawarkan pinjaman. Ada lembaga konvensional seperti bank. Ada juga lembaga keuangan modern berbasis online atau yang sering disebut dengan pinjaman online.

Apa pun lembaga yang kamu pilih, pastikan lembaga tersebut kredibel. Kredibilitas ini harus ditunjukkan dengan legalitas dari OJK atau Otoritas Jasa Keuangan.

  1. Pilih Lembaga yang Menawarkan Suku Bunga Rendah

Ada banyak sekali lembaga keuangan yang kredibel. Dan beberapa pilihan tersebut, pilih lembaga yang menawarkan suku bunga yang rendah. Suku bunga inilah yang menentukan berapa total uang pinjaman yang harus kamu kembalikan sesuai dengan tenor yang kamu pilih.

  1. Ajukan Pinjaman yang Masuk Akal

Apa yang dimaksud dengan pinjaman yang masuk akal? Secara mudah, ini merupakan jumlah uang yang mampu dengan sangat mudah untuk kamu kembalikan. Para ahli ekonomi menyarankan agar jumlah uang yang kamu pinjam tidak boleh lebih dari sepertiga gaji atau penghasilan kamu per bulan. 

  1. Ambil Tenor Sesuai Kemampuan Mengangsur 

Setelah tahu berapa uang yang ingin kamu pinjam, tentukan berapa cicilan per bulan yang bisa kamu angsur. Ini yang akan menentukan berapa tenor cicilan yang sebaiknya kamu pilih.

Itulah tips menentukan tenor cicilan yang kamu bisa terapkan. Meminjam uang itu seharusnya menjadi solusi, bukan menjadi permasalahan yang baru. Ini akan benar-benar menjadi solusi ketika kamu mempertimbangkan kemampuan dan menentukan tenor yang tepat. 

Artikel Lainnya