5 Alasan Mengapa Kamu Merasa Kekurangan Gaji

Kekurangan Gaji, lalu bagaimana? via forward.com
Waktu baca: 3 menit

Gajian adalah hal yang paling ditunggu oleh sebagian besar orang yang sudah bekerja. Namun, tidak jarang mereka merasa kekurangan gaji atau habis di tengah jalan sebelum  masa gajian berikutnya. Apa kamu juga merasakan hal yang sama? Bisa jadi sebetulnya jumlah gaji kamu sudah cukup, tetapi manajemen keuangan yang kurang tepat membuatmu jadi merasakan hal tersebut. Setidaknya ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan hal tersebut. Berikut beberapa di antaranya yang bisa jadi bahan renungan untuk kamu.

Gaya hidup tinggi

Tinggal di kota besar memang tidak mudah. Selain harus mampu bertahan, hidup kita juga harus bisa menghadapi banyak cobaan. Salah satu cobaan terberat adalah gaya hidup tinggi alias hedon. Gaya hidup seperti ini biasanya ditandai dengan perilaku konsumtif yang dilakukan oleh individu. Bisa dipengaruhi oleh pergaulan ataupun merasa telah mampu untuk membeli apa yang diinginkan tanpa berpikir panjang. Seperti belanja di mall, berburu kuliner secara berlebihan hingga nongkrong di coffee shop dengan menu yang tak murah pastinya.

Cyril Northcote Parkinson dalam bukunya Parkinson’s Law menyebutkan bahwa semakin besar penghasilan seseorang, dia akan cenderung meningkatkan gaya hidupnya. Alhasil, pengeluaran juga bertambah seiring meningkatnya gaji. Bisa jadi kenaikan gaji 10 persen sementara pengeluarannya bertambah 10-20 persen bahkan lebih. Bila hal ini terjadi secara terus menerus, kamu akan selalu merasa kekurangan gaji.

Tidak bisa membedakan mana keinginan dan kebutuhan

Dalam membeli sesuatu, hendaknya diperhatikan mana yang berdasarkan kebutuhan dan keinginan. Agar gaji kamu cukup, usahakan untuk membeli sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan. Pasalnya, barang berdasarkan kebutuhan berpengaruh terhadap produktivitas. Misalnya saja, benda yang berdasarkan kebutuhan adalah laptop untuk pekerjaan. Bila tidak memilikinya, maka performa kerja akan menurun. Untuk itulah laptop menjadi barang yang dibeli karena kebutuhan.

Beda halnya dengan benda yang dibeli berdasarkan keinginan. Biasanya kamu akan membeli barang seperti baju, sepatu, atau gadget baru karena diskon yang menarik. Padahal kamu tidak begitu memerlukannya. Justru uang akan semakin menipis karena membeli barang bukan sesuai prioritas, sementara uang yang akan kamu siapkan untuk keperluan penting akan habis sebelum waktunya. Barang pun jadi tak terbeli.

Menghabiskan uang gaji di awal

Ketika kamu menerima gaji dan semua tagihan sudah dibayarkan, tentu kamu bingung akan melakukan hal lain apa saja dengan uang yang diterima. Kendali untuk berbelanja semakin longgar, kamu pun semakin tergiur dengan berbagai macam penawaran. Misalnya saja ada sebuah restoran yang baru buka, kamu pun penasaran untuk menjajal menu baru di sana. Tanpa pikir panjang, kamu membelinya tanpa mengetahui batasan. Belum lagi uang tersebut kamu habiskan untuk bersenang-senang, membeli barang yang tak perlu. Tentu uang akan cepat habis bahkan sebelum memasuki akhir bulan dan kamu kembali merasa kekurangan gaji.

Menganggap remeh asuransi

Mungkin kamu sering mendapatkan penawaran asuransi baik melalui telepon, email, pesan singkat atau secara langsung dari agen asuransi. Awalnya kamu menganggap biasa saja bahkan merasa tidak peduli sama sekali. Namun, kamu akan menyadari pentingnya asuransi ketika sedang dalam keadaan darurat. Ketika kamu sakit dan harus dirawat, biaya pun akan membengkak dan terpaksa gaji yang ada digunakan untuk berobat atau biaya perawatan saja.

Beda halnya saat kamu memiliki asuransi, sebagian biaya akan ditanggung asuransi dari premi yang dibayarkan setiap bulan. Hal ini akan membuatmu merasa ringan dan masih bisa menikmati gaji untuk keperluan lain.

Malas menabung dan berinvestasi

Faktor selanjutnya dari seseorang merasa gajinya kurang adalah rendahnya kesadaran dalam menabung. Hal tersebut dapat dilihat dari rendahnya jumlah masyarakat, terutama orang dewasa yang memiliki rekening di bank. Berdasarkan survei Financial Inclusion Index (Global Findex) 2014 lalu, tingkat kepemilikan rekening di Indonesia hanya 36 persen. Angka ini jauh tertingal dibanding negara di Asia tenggara lainnya seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Alasan Kenapa Kamu Merasa Kekurangan Gaji via pexels.com

Alasan Kenapa Kamu Merasa Kekurangan Gaji via pexels.com

Rendahnya kesadaran dalam menabung akan membuat keuangan menjadi tak terkontrol dengan baik. Padahal, menabung juga bisa menjadi jaminan untuk hari tuamu. Saat kamu membutuhkan uang lebih untuk hal darurat, kamu tidak memiliki uang cadangan dan membuatmu kekurangan gaji.

Oleh sebab itu, ada baiknya kamu menyisihkan sebagian dari gaji bulanan untuk berinvestasi agar cukup. Untuk keperluan tersebut, kamu bisa berinvestasi melalui KlikCair dan dapatkan beragam fasilitas yang menguntungkan untuk masa depanmu.

You may also like...

Leave a Reply