Panduan Menyusun Bisnis Plan untuk Pebisnis Pemula

Bisnis plan
Panduan Menyusun Bisnis Plan untuk Pebisnis Pemula. Photo by Pexels
Bagikan:

Waktu baca: 5 menit

Banyak yang salah kaprah saat memulai bisnis. Biasanya, mereka hanya modal nekat dan uang saja tanpa menyusun bisnis plan. Padahal, itu merupakan salah satu yang harus disiapkan sebelum memulai berbisnis.

Perlu diketahui TemanKlik, bisnis plan ini tidak hanya untuk usaha berskala besar saja. Sebab, bisnis plan ini menjadi acuan dasar bagi bisnismu agar dapat berjalan lancar ke depannya.

Apa yang dimaksud dengan bisnis plan?

Kalkulator
Pengertian bisnis plan. Photo by Pixabay

Secara sederhana, yang dimaksud dengan bisnis plan ialah rencana bisnis atau rancangan yang dibuat sesuai dengan operasional bisnis secara keseluruhan. Biasanya, rancangan ini berbentuk dokumen.
Adapun menurut beberapa ahli ialah sebagai berikut:

Hisrich dan Peters

Menurut Hisrich dan Peters (1995), bisnis plan adalah dokumen tertulis yang disediakan oleh pebisnis yang menggambarkan semua unsur-unsur yang relevan baik itu internal maupun eksternal mengenai perusahaan untuk memulai suatu usaha. Umumnya isi dari bisnis plan ialah perencanaan terpadu yang menyangkut pemasaran, permodalan, manufaktur, dan sumber daya manusia.

Richard L. Daft

Menurut Richard L. Daft (2007) dalam bukunya yang berjudul Management menyebutkan bahwa bisnis plan ialah dokumen yang merincikan detail-detail bisnis yang disiapkan oleh seorang pengusaha atau wirausahawan sebelum memulai sebuah bisnis baru.

Baca juga: Pebisnis Pemula Ingin Sukses? Yuk Simak Caranya di Sini

Tujuan Memiliki Bisnis Plan

Kertas bertuliskan tujuan bisnis plan
Tujuan memiliki bisnis plan. Photo by Pexels

Oleh karena besarnya pengaruh serta pentingnya suatu rencana bisnis, tentu ada tujuan mengapa itu dibuat. Berikut ini penjelasan mengenai beberapa tujuan bisnis plan yang perlu diketahui.

1. Menentukan fokus utama bisnis

Fokus utama bisnis perlu untuk dimiliki, sebab itu menjadi salah satu faktor berhasil atau tidaknya suatu bisnis. Untuk menentukan fokus bisnis, bisa melalui rancangan bisnis yang disusun. Dengan fokus bisnis, pengusaha dapat mempertahankan arah dan tujuan bisnis sesuai dengan rencana yang sudah disusun.

2. Mengetahui arah dan tujuan bisnis

Dengan rangka bisnis, kamu dapat melihat proyeksi dan tujuan bisnis yang dimiliki meskipun rangka binsis tersebut sederhana. Dengan begitu, dapat dikatakan rencana bisnis merupakan salah satu bukti pebinsis serius menjalankan bisnisnya. Makanya contoh bisnis plan seringkali dijadikan pertimbangan oleh investor saat ingin mendukung usaha atau bisnis milikmu.

3. Sebagai panduan menjalankan bisnis

Dengan memiliki rancangan bisnis, pengusaha tidak perlu bingung lagi dalam mengambil langkah yang akan diambil. Sebab, rencana bisnis yang tepat akan membuat pemiliknya melangkah secara bertahap mulai dari menentukan visi, sektor bisnis, target pasar, dan lainnya.

9 Komponen Penting Bisnis Plan

belajar affiliate marketing gratis
Komponen penting perencanaan bisnis. Photo by @adeolueletu

Sebelum masuk ke tahap bagaimana cara membuat bisnis plan, sebaiknya TemanKlik mengetahui 9 komponen penting yang harus tersedia. Berikut penjelasannya.

  • Ringkasan eksekutif

Ringkasan eksekutif berisi garis besar bisnis yang dibuat, visi dan misi, serta tujuan bisnis. Usahakan pembuatan ringkasan eksekutif itu yang menjual dan terdiri dari 1-2 halaman.

  • Pendahuluan

Dalam pendahuluan, diisi dengan latar belakang seperti data perusahaan serta orang-orang yang ada di balik bisnis, struktur perusahaan, konsultan atau ahli, serta susunan pemilik saham. Jangan lupa juga untuk mencantumkan visi, misi, serta tujuan bisnismu.

  • Analisis pemasaran

Sebagai pebisnis, kamu perlu menjelaskan analisis pasar yang sudah ditargetkan. Selain itu, kamu juga bisa menjelaskan bagaiaman persaingan yang mungkin terjadi. Dalam arti lain, kamu harus mengetahui strategi serta perencanaan untuk pemasaran bisnismu yang akan dilakukan nantinya.

  • Analisis produksi

Umumnya, model bisnis terbagi menjadi dua yakni produk dan jasa. Jika kamu akan menjual produk maka perlu melakukan beberapa analisa seperti bagaimana cara memproduksinya, inti produk, kemasan, dan apakah perlu menciptakan barang baru atau menambahkan value ke produk tanpa harus mengubah bentuknya.

Jika kamu menjual jasa, maka perlu menganalisa bagaimana sistem pemberian jasanya, mulai dari persiapan hingga jasa selesai diberikan kepada customer.

  • Analisa SDM

Tenaga kerja atau sumber daya manusia tentunya sangat dibutuhkan dalam menjalankan bisnis. Kamu perlu menganalisis divisi atau posisi apa yang dibutuhkan untuk perusahaan atau bisnismu. Pastikan memilih orang-orang yang tepat dengan posisi yang dibutuhkan tadi.

  • Analisis keuangan

Selain SDM, keuangan juga menjadi komponen penting yang harus dianalisa. Sebab, dalam menjalankan bisnis tentu butuh modal baik itu berupa uang, infrastruktur, atau lainnya. Dengan melakukan analisis tersebut kamu bisa mengukur kebutuhan modal, berapa pemasukan yang didapatkan, pengembangangan modal, pengembalian investasi, dan lain sebagainya.

  • Peluang bisnis

Dalam poin peluang bisnis, kamu perlu menjelaskan masalah apa saja yang kemungkinan besar akan ditemui dan bagaimana cara menyelesaikannya.

  • Rencana eksekusi

Saat menyusun rencana eksekusi, kamu perlu menjelaskan bagaimana mengeksekusi atau menjalankan rencana yang sudah disusun. Biasanya rencana eksekusi dibuat mulai dari awal membuat, produksi, pemasaran, hingga meraup keuntungan.

  • Lampiran

Di poin terakhir ini, kamu bisa menjelaskan legalitas perusahaan, sertifikat, dan dokumen pendukung lainnya. Dengan begitu, bisnis plan yang disusun bisa semakin meyakinkan.

Baca juga: Ingin Tahu Perkembangan Bisnis Online di Indonesia? Simak Penjelasannya di Sini

Bagaimana Cara Membuat Bisnis Plan?

Persiapan Bisnis Setelah PPKM
Cara membuat perencanaan bisnis. Photo by Pexels

Setelah mengetahui betapa pentingnya memiliki rencana bisnis, tentu kamu harus tahu bagaimana cara membuatnya. Di bawah ini akan dijelaskan langkah-langkah membuat bisnis plan dengan baik dan benar.

  • Lakukan riset

Dalam menentukan sektor bisnis, produk, target pasar, hingga strategi pemasaran harus dipersiapkan dengan matang. Mengingat hubungan satu sama lainnya harus sesuai atau baik.

Maka dari itu, riset sangat penting untuk dilakukan sebelum meluncurkan suatu produk. Dengan riset kamu dapat mengetahui bagaimana pesaing bergerak sehingga dapat mengambil langkah yang tepat.

  • Buat profil perusahaan

Profil perusahaan atau company profile menjadi hal yang wajib ada di dalam rencana bisnismu. Biasanya, porfil perusahaan ini berada di halaman paling depan untuk mengenalkan bisnis atau usaha yang kamu jalankan.

Maka dari itu, buatlah profil perusahaan yang jelas dan detail agar nantinya saat presentasi ke investor, mereka dapat memahami bisnis yang dijalankan.

  • Tentukan proyeksi bisnis

Proyeksi bisnis diperlukan di bisnis plan agar mempermudah pemiliknya menentukan langkah-langkah yang akan diambil sesuai dengan tujuan awalnya. Susun visi misi yang jelas agar tujuan perusahaan baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang dapat terwujud.

  • Susun deskrpisi produk atau layanan dengan jelas

Susunlah deskripsi produk atau layanan dari bsinsimu dengan jelas. Dengan menyusunnya, setidaknya kamu memiliki patokan tersendiri terkait produk atau layanan yang ditawarkan. Bahkan, kamu juga bisa berinovasi dengan melihat deskripsi tersebut.

  • Mencatat keseluruhan transaksi keuangan

Bisnis plan yang dibuat biasanya akan digunakan sebagai sarana mendapatkan pendanaan dari investor. Maka dari itu, penting sekali untuk menyiapkan catatan keseluruhan transaksi keuangan yang terjadi baik dalam jumlah besar ataupun kecil.

Dengan begitu, investor dapat mengetahui dan memahami seperti apa arus kas perusahaanmu dan mereka makin yakin untuk melakukan pendanaan atau berinvestasi ke bisnismu.

  • Susun strategi marketing

Terakhir, strategi marketing yang akan dijalankan harus terencana dengan baik. Buatlah strategi yang sekiranya dapat memberikan dampak positif untuk bisnismu.

Itulah beberapa langkah-langkah yang perlu diketahui dalam menyusun bisnis plan. Dengan menyusunnya, kamu tinggal mengaplikasikannya ke bisnis yang sendang akan dijalankan. Selamat berbisnis!


Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai