Panduan Investasi untuk Milenial dengan Gaji UMR

Panduan Investasi Milenial untuk Gaji UMR
Waktu baca: 3 menit

Memasuki tahun 2019, konsep investasi menjadi pembicaraan hangat akhir-akhir ini. Dari usia tua maupun muda, semua menjadi target investasi yang menggiurkan. Berbagai macam jenis investasi pun juga ditawarkan. Dari emas, saham, hingga membiayai UMKM seperti di KlikCair.

Khusus untuk generasi milenial, investasi sedang digalakkan karena dengan citra yang kurang bagus mengenai milenial, dianggap sering foya-foya dan hanya memikirkan masa kini saja, hal ini membuat perlu adanya usaha dalam melakukan investasi agar masa depan generasi milenial lebih baik.

Sekarang yang menjadi masalah adalah gaji yang diterima oleh milenial. Di dalam industri saat ini, gaji UMR menjadi pendapatan yang umum didapatkan oleh generasi milenial. Padahal terkadang gaji sebesar itu tidaklah terlalu banyak, tapi kenyataannya tetap seperti itu.

Untuk itu, bagi milenial yang mau melakukan investasi tapi memiliki gaji UMR, kamu perlu melakukan hal-hal di bawah ini agar bisa mendapatkan investasi paling maksimal. Panduan investasi ini diharapkan bisa membawa perubahan dalam gaya hidup generasi milenial pula. Dan panduan kali ini sangatlah berguna karena berfokus kepada milenial dengan gaji UMR yang saat ini jumlahnya cukup banyak. Apalagi berbicara generasi milenial, masih banyak yang belum mengerti bagaimana caranya untuk investasi.

Namun, khusus kali ini, studi kasus akan dipakai yaitu Timoti yang bekerja sebagai content writer di perusahaan media. Berikut ulasannya.

Melihat kekuatan keuangan pribadi

Panduan pertama dalam investasi untuk milenial dengan gaji UMR adalah melihat kekuatan keuangan pribadi. Tentu saja hal ini perlu dilakukan sebagai langkah pertama. Dengan melihat kekuatan keuangan pribadi, kamu akan mengetahui bagaimana kondisi keuangan kamu sendiri karena ketika berbicara gaji UMR, banyak yang mendapatkan jumlah gaji yang sama, termasuk Timoti yang memiliki gaji sesuai UMR DKI Jakarta sebesar Rp 3,9 juta. tapi satu sisi yang menentukan adalah gaya hidup.

Ketika berbicara gaya hidup, maka itu berhubungan dengan pengeluaran setiap bulannya. Ada yang bisa memakai gaya hidup yang hemat dan tetap down to earth karena menyesuaikan dengan pendapatan per bulan, tapi ada juga yang memiliki gaya hidup foya-foya dan membuat gaji per bulan habis dengan cepat.

Khusus Timoti, dia memakai gaya hidup nomor dua, yaitu berfoya-foya seperti suka membeli baju, sepatu hingga aksesoris. Dan itu sangatlah tidak menguntungkan untuknya, padahal tujuan dia sekarang adalah investasi. Untuk itu, Timoti harus mengubah gaya hidupnya terlebih dahulu. Walau dia bekerja di perusahaan media, gaya hidup hemat harus diterapkan agar investasi yang diinginkan bisa berjalan dengan lancar.

Pelajari investasi

Panduan kedua dalam investasi untuk milenial dengan gaji UMR adalah mempelajari investasi. Setelah bisa menetapkan gaya hidup hemat yang sangat dianjurkan, maka Timoti sudah bisa masuk ke dalam panduan kedua.

panduan investasi
Kalian harus cari tahu investasinya terlebih dahulu ya via unsplash.com

Saat ini, banyak sekali jenis investasi yang bisa dipilih. Dari emas, properti, saham, hingga reksa dana. Sebelum masuk ke dunia investasi, pelajar dulu setiap jenis investasi. Dengan mempelajari seluruh jenis investasi, Timoti bisa mendapatkan ilmu tambahan yang tentunya sangat penting demi tercapainya tujuan dia dalam investasi. Setelah dana sudah tersedia dan ilmu investasi sudah di dapat, Timoti bisa mulai masuk ke panduan ketiga yaitu menetapkan investasi paling tepat.

Baca juga: Investasi Kekinian Ala Generasi Millenial

Tetapkan investasi paling tepat

Panduan ketiga dalam investasi untuk milenial dengan gaji UMR adalah tetapkan investasi yang paling tepat. Setelah mempelajari semua jenis investasi yang ada, Timoti harus memilih mana investasi yang paling tepat untuknya. Perlu digarisbawahi, semua investasi memiliki gayanya masing-masing.

Jika memilih investasi emas, Timoti akan mendapatkan keuntungan yang naik setiap waktu dan bisa dijual kapan saja. Apabila memilih investasi properti seperti apartemen, Timoti akan mendapatkan keuntungan yang lumayan namun membutuhkan dana yang besar dan waktu yang cukup lama. Sedangkan jika memilih saham, Timoti berpotensi mendapatkan keuntungan yang cukup besar, namun di satu sisi ia membutuhkan pengalaman untuk menghadapi fluktuasi harga saham.

Pada akhirnya, Timoti memilih emas sebagai investasi yang paling tepat untuknya. Hal ini didasari oleh kebiasaan Timoti dalam memakai aksesoris. Dengan membeli emas berbentuk kalung, Timoti bisa berinvestasi sekaligus menggunakannya dalam aktivitas sehari-hari.

Investasi P2P Lending

Panduan keempat dalam investasi untuk milenial dengan gaji UMR adalah mencoba investasi P2P lending. Apa itu investasi P2P lending? Pada dasarnya, P2P lending adalah jenis alternatif investasi berbasis online yang mempertemukan calon investor dengan pihak yang membutuhkan investasi.

Jadi, Timoti bisa menginvestasikan uang kepada perusahaan P2P lending seperti KlikCair. Kemudian, KlikCair akan memberikan uang yang dipinjamkan Timoti kepada UMKM yang sudah bekerjasama dengan mereka. Lalu, dalam jarak waktu yang sudah ditentukan, Timoti akan mendapatkan kembali dana yang dia pinjamkan beserta keuntungan yang pasti didapatkan. Dan pada dasarnya, P2P lending memang sangat cocok untuk generasi milenial mengingat prosesnya yang mudah, praktis, modal yang minim mulai dari 100 ribu Rupiah, dan juga risiko yang terukur.

Itulah panduan investasi untuk milenial dengan gaji UMR. Pada akhirnya, Timoti bisa menemukan investasi yang tepat untuknya ,yaitu investasi P2P lending yang juga sangat berguna untuk pelaku UMKM karena dengan dana yang Timoti berikan bisa membantu roda bisnis UMKM di Indonesia berjalan dengan baik.

Tapi penting untuk diingat ya Teman Klik ada istilah “High Risk High Return, Low Risk Low Return” dalam berinvestasi. So, sesuaikan dengan profil kamu ya. Selamat berinvestasi.

You may also like...

Leave a Reply