Memahami Lebih Dalam Tentang Pinjaman Menggunakan Agunan

Ilustrasi rumah jadi agunan pinjaman
Memahami Lebih Dalam Tentang Pinjaman Menggunakan Agunan. Photo by @towfiqu999999
Waktu baca: 4 menit

Apakah kamu pernah bertanya–tanya apa itu agunan? Dalam dunia perbankan dan finansial, istilah ini sudah banyak dipakai. Sayangnya, hanya sebagian orang dapat mengerti apa yang dimaksud agunan ini. Untuk belajar lebih dalam seputar isitilah ini, mari baca dulu artikel berikut ini!

Pengertian Agunan

Di Indonesia, aturan pengajuan pinjaman rata–rata harus menggunakan hal yang menjamin kamu membayarnya. Hal inilah yang menyebabkan adanya jaminan dan agunan. Di dalam kamus  padanan kata agunan adalah  jaminan, tapi hal ini sebenarnya berbeda konteksnya dalam dunia pinjaman.

Jaminan memiliki arti sebagai janji mengikat yang menunjukan seseorang mau melunasi hutangnya. Sedangkan agunan adalah aset yang diberikan ke pihak peminjam dana sebagai jaminan tambahan. Jadi skala cakupannya, jaminan selalu lebih luas dibandingkan agunan.

Jaminan hanya istilah untuk janji yang dibuat dalam proses pelunasan. Terkadang, jaminan juga bisa berupa orang. Kamu yang pinjam bisa mengajukan kerabat sebagai penjamin. Jadi semisal kamu gagal bayar, tagihan akan beralih ke kerabat tersebut. Hal ini tidak menggunakan barang jaminan, jadi tidak bisa dikatakan agunan.

Kamu sudah bisa melihat perbedaan agunan dan jaminan dari bahasan tersebut. Secara umum agunan adalah aset berharga yang disepakati mengambil peran jaminan. Jadi jika gagal bayar, agunan akan disita dan menjadi milik peminjam dana.

Definisi dari agunan dapat dilihat lebih serius dalam Undang-Undang Perbankan No. 10 Tahun 1998 Pasal 1 angka 28. Di dalam UU ini, agunan didefinisikan sebagai kemampuan, kesanggupan atau keyakinan pihak nasabah untuk bisa melunasi kewajibannya sesuai yang dijanjikan.

Karena sebagai ganti masalah gagal bayar, umumnya nilai agunan akan disesuaikan dengan nilai besar utang. Jadi jangan kaget bila semakin besar pinjaman, agunan yang diminta para penyedia pinjaman makin tinggi.

Baca juga: Jangan Biarkan Uang Pinjaman Online untuk Usaha Terbuang Sia-Sia

Manfaat Menggunakan Agunan Untuk Pinjaman

Agunan untuk pinjaman bank memiliki peran yang sangat penting dalam mengajukan pinjaman. Agunan merupakan aset yang memiliki nilai ekonomi. Kepemilikan atas agunan dengan nilai ini memastikan penyedia pinjaman dapat mencairkannya demi menutup kerugian gagal pelunasan.

Selain mengurangi kerugian pihak peminjam dana, agunan menjadi motivasi bagi pengaju pinjaman. Jika tidak ingin kehilangan aset agunan, mereka harus melunasi utang. Hal seperti ini terkesan biasa saja, tapi sejak diimplementasikan, manfaat pembayaran yang lebih lancar dengan agunan sudah banyak terjadi.

Syarat Aset yang Dapat Digunakan Sebagai Agunan

Untuk dapat menjadi agunan, aset yang ditawarkan ke pihak peminjam dana haruslah memenuhi syarat. Pada bagian ini, mari bahas tentang syarat – syarat tersebut berikut ini:

  • Asset harus memiliki surat dan bukti official tentang kepemilikannya.
  • Asset harus mudah dipindah tangankan. Dalam artian ini, barang tidak harus mudah dipindahkan. Cukup mudah diganti nama pemilik jika proses pembayaran kredit gagal.
  • Asset harus memenuhi besaran nilai yuridis. Biasanya untuk penuhi besaran nilai ini, tim penilai aset akan melakukan pemeriksaan.
  • Aset harus memiliki nilai yang cukup sesuai dengan pinjaman yang diminta.

Syarat ini sudah berlaku secara umum sejak agunan diimplementasikan. Walaupun sudah umum, kamu harus tetap konsultasi pihak jasa pinjaman untuk konsultasi aset. Hal ini penting agar agunan yang digunakan langsung disetujui sebagai jaminan.

Gambaran dan Contoh Penggunaan Agunan

Untuk memberi gambaran yang jelas, pembahasan soal contoh agunan pasti membantu. Coba kamu bayangkan ingin ajukan pinjaman kredit untuk buka usaha. Besaran pinjaman adalah 50 juta Rupiah. Kamu mengajukan proposal pinjaman ini pada jasa pinjaman yang memang bagus.

Pihak penyedia jasa pinjaman hanya mau memberikan 50 juta Rupiah tersebut jika kamu beri agunan yang sesuai. Untuk memenuhi syarat tersebut, kamu memberikan jaminan mobil dengan harga beli sekitar 200 juta Rupiah. Untuk memastikan nilainya, tim appraisal dari pihak jasa dikirim untuk cek mobil tersebut.

Setelah dinilai seksama, mobil harga 200 juta Rupiah ini ternyata terhitung tua karena sudah dipakai selama 5 tahun. Menurut penyusutan nilai dan kondisi mobil, nilai yang di dapat jika dijual harga pasar adalah sekitar 90 juta Rupiah. Karena nilai mobil tetap melebihi besaran yang dipinjam, pihak bank akhirnya bersedia memberikan uang sebagai pinjaman.

Artikel Lainnya