Kenali 8 Dimensi Kualitas Produk Demi Meningkatkan Penjualan

Kualitas produk
Kenali 8 Dimensi Kualitas Produk Demi Meningkatkan Penjualan. Photo by Pixabay
Waktu baca: 4 menit

Seberapa pentingkah kualitas produk dimata konsumen?

Tentunya setiap orang selalu mencari yang terbaik dalam segala hal. Begitu juga saat ingin membeli suatu produk. Kualitas produk menjadi pertimbangan utama bagi konsumen untuk membeli produk tersebut.

Nah, agar kualitas produk sesuai dengan harapan dari konsumen ada beberapa aspek yang harus diperhatikan.

Mulai dari dimensi kualitas produk, tips meningkatkan kualitas produk hingga cara mengingkatkan penjualan.

Baca Juga: Kenali Jenis-Jenis Biaya Produksi yang Harus Diketahui Pebisnis

8 Dimensi Kualitas Produk

Kualitas barang atau jasa diperhatikan
8 dimensi kualitas produk. Photo by Pixabay

Berikut ini 8 dimensi dari kualitas produk yang perlu kamu perhatikan, yaitu;

  • Performance (Kinerja)

Kinerja dalam kualitas produk berperan sebagai karakteristik operasi dasar dari suatu produk.

  • Features (Fitur)

Fitur merupakan tambahan yang melengkapi manfaat utama dari suatu produk. Dapat dikatakan fitur merupakan alat pendukung.

  • Reliability (Kehandalan)

Kehandalan merupakan karakterikstik sebuah produk yang berpotensi kerusakannya sangat minim. Oleh karena itu produk tersebut dapat diandalkan.

  • Conformance (Kesesuaian)

Pada umumnya setiap produk memiliki standar yang telah ditentukan. Kesesuaian merupakan kualitas produk yang dapat memenuhi standar yang diinginkan oleh konsumen.

  • Durability (Ketahanan)

Ketahanan menjadi tolak ukur suatu produk untuk memastikan berapa lama produk tersebut dapat digunakan. Semakin lama daya tahan suatu produk, maka semakin lama produk tersebut dapat digunakan.

  • Serviceability

Serviceability merupakan layanan yang mempermudah konsumennya. Layanan ini berupa perbaikan akan produk jika dibutuhkan oleh pihak konsumen.

  • Aesthetic (Estetika)

Estetika dalam sebuah produk biasanya berkaitan dengan tampilan produk tersebut. Hal ini agar meningkatkan daya tarik konsumen.

  • Perceived Quality (Kesan Kualitas)

Kesan kualitas merupakan sudut pandang konsumen akan segala aspek dari suatu produk. Mulai dari kualitas produk, aspek harga, keunggulan produk, hingga perusahaan dan negara yang memproduksinya.

Tips Meningkatkan Kualitas Produk

Ilustrasi kualitas produk
Tips meningkatkan kualitas produk. Photo by Pixabay

Setelah mengetahui dimensi kualitas produk, kini saatnya untuk meningkatkan kualitas produk tersebut. Berikut ini tips untuk meningkatkan kualitas suatu produk!

  • Ketahui Apa Kebutuhan Konsumen

Apa yang dibutuhkan konsumen saat ini? apakah produk yang akan diproduksi menjadi solusi bagi konsumen? Untuk meningkatkan kualitas produk, pastikan produk yang akan diproduksi sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Akan terasa sia-sia jika produk tersebut nyatanya tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen. Oleh karena itu, penting untuk melakukan riset terlebih dahulu akan kebutuhan konsumen.

  • Terapkan Komunikasi yang Efektif

Setelah melakukan riset pasar, kini waktunya untuk beralih ke produksi. Perlu di pastikan untuk tidak terjadinya kesalahan dalam berkomunikasi antara hasil riset pasar dan proses produksi.

Maka dari itu, diperlukan komunikasi yang baik antara team agar dapat mencapai target yang diinginkan.

  • Memastikan Kualitas dari Semua Produk

Kualitas produk sudah menjadi aspek utama. Setiap produk yang diproduksi tentunya memiliki standar kualitasnya masing-masing. Namun sebelum sampai ke tangan konsumen, pastikan produk tersebut lulus kualitas dengan baik dan tidak ada cacat. Hal ini agar memastikan konsumen tidak kecewa saat menerima produk tersebut.

  • Lihat Kompetitor

Memang betul fokus utama adalah kualitas produk dan keinginan konsumen. Tapi ada baiknya kamu melihat kompetitor lain. Hal ini menjadi tolak ukur ataupun evaluasi untuk produkmu.

  • Mengeluarkan Produk Beta dan Uji untuk Mendapatkan Umpan Balik

Sebelum mengeluarkan sebuah produk, ada baiknya untuk memastikan terlebih dahulu apakah produk tersebut dibutuhkan oleh konsumen apa tidak. Kamu bisa menggunakan cara dengan mengeluarkan produk beta dan uji. Dengan itu, kamu akan mendapatkan umpan balik seperti review dari konsumen.

Jika produk beta dan uji mu memiliki respon postif dari konsumen, kamu dapat mempertimbangkan untuk melanjutkan proses produksi. Dengan teknik ini juga kamu dapat meminimalisir kerugian lho! Kamu bisa mencegah memproduksi produk yang ternyata tidak dibutuhkan oleh target pasarmu.

Cara Meningkatkan Penjualan

Ilustrasi kualitas produk meningkat penghasilan juga meningkat.
Meningkatkan kualitas produk. Photo by Pixabay

Setelah mengetahui bagaimana cara meningkatkan kualitas produk, kini saatnya beralih ketujuan utama dalam berbisnis. Semua bisnis tentunya memiliki tujuan utama yaitu meningkatkan penjualan. Nah, berikut ini cara agar penjualanmu meningkat.

  • Memperluas Target Pasar

Untuk meningkatkan penjualan tentunya harus memperluas target pasar. Dengan memperluas target pasar, jangkauan penjualan produkmu akan berkembang. Sebelum mengambil langkah untuk memperluas target pasar, lakukanlah riset terlebih dahulu. Dengan melakukan riset tentunya persiapanmu akan jauh lebih matang

  • Optimalkan Pemasaran

Pemasaran yang baik menjadi cara ampuh agar produkmu dikenal banyak orang. Walaupun kualitas produk yang diproduksi memiliki kualitas yang baik, namun jika tidak banyak orang yang mengetahuinya akan sia-sia. Oleh karena itu, mengoptimalkan pemasaran sangat diperlukan.

Membuat strategi pemasaran yang baik akan membawakan hasil yang diharapkan.

  • Membuat Promo Menarik

Tidak dipungkiri bahwa konsumen juga ingin mendapatkan keuntungan. Mendapatkan produk berkualitas dengan harga yang terjangkau merupakan impian setiap konsumen. Nah, sebagai pelaku usaha kamu dapat memberikan promo yang menarik. Hal ini agar meningkatkan daya beli konsumen.

Nah dapat disimpulkan bahwa memperhatikan kualitas produk dengan baik nyatanya bisa membuka peluang untuk menaikan penjualan akan produk tersebut. Tidak hanya meningkatkan penjualan, namun secara tidak langsung membangun rasa kepercayaan konsumen akan produk tersebut.

Artikel Lainnya