7 Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah

Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah
7 Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah. Photo by Pixabay
Waktu baca: 4 menit

Membangun rumah impian merupakan keinginan setiap orang, apalagi yang telah berkeluarga. Untuk mencapai keinginan tersebut, penting untuk mempersiapkan dan mengetahui cara menghitung biaya bangun rumah agar lebih terencana.

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai cara menghitung estimasi bangun rumah beserta kebutuhan membangun rumah, seperti material, pondasi, dan biaya yang mungkin dibutuhkan di luar bangunan.

Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah

Sebelum membahas cara menghitung biaya bangun rumah sendiri, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

  • Gambar desain rumah yang ingin dibangun (ukuran rumah dan biaya rumah per meter persegi).
  • Biaya di luar pembangunan (seperti pajak, biaya administrasi rumah baru, biaya pengurusan IMB (Izin Mendirikan Bangunan), dan lain sebagainya).
  • Biaya pondasi dan beton.
  • Pembelian material bahan untuk membangun rumah.
  • Instalasi (pintu, jendela, listrik, aliran air bersih, dan saluran pembuangan).
  • Biaya tenaga kerja (seperti, berapa biaya jasa bangun rumah untuk mandor, arsitek, serta kuli bangunan).

Itulah hal-hal yang harus dibuat rincian anggarannya secara umum. Bisa saja lebih kompleks dari poin-poin tersebut, atau bahkan lebih sederhana. Itu semua sesuai dengan bagaimana bentuk, model, dan ukuran rumah yang ingin kamu bangun.

Baca juga: Lebih Baik Beli Rumah atau Bangun Rumah?

Selanjutnya, mari kita bedah tiap anggaran estimasi bangun rumah yang diperlukan satu per satu.

1. Tentukan Desain Rumah Kamu

Untuk menentukan desain rumah diperlukan ukuran rumah, sehingga kamu dapat mengetahui berapa biaya rumah per meter perseginya.

Tentukan ukuran rumah sesuai dengan kebutuhan tinggal kamu, dengan cermat dan tepat tentunya. Hal ini akan sangat membantumu untuk menghitung biaya bangun rumah agar lebih akurat. Lalu, hitung anggaran biaya rumah per meter perseginya.

Berapa biaya per meter bangun rumah 2022? Untuk saat ini sekitar Rp. 3.500.000,- sampai Rp. 5.000.000,- per meter perseginya. Nah, jadi untuk penghitungan saat ini kita gunakan biaya terbesar saja, ya!

Contoh cara menghitung biaya bangun rumah per meter persegi :

Kamu ingin membangun rumah dengan ukuran 50 m x 10 m. Sehingga luas ukuran rumahmu adalah 500 m². Jadi, biaya rumah per meter perseginya adalah :

500 m² x Rp. 5.000.000,- = 2,5 miliar.

2. Membuat Anggaran Biaya di Luar Pembangunan

Menghitung anggaran biaya di luar pembangunan juga penting untuk diperhatikan. Karena untuk mendirikan suatu bangunan, kamu membutuhkan surat izinnya, yakni IMB. Lalu, membangun rumah juga ada pajaknya.

Hal-hal seperti itulah yang harus kamu cari tahu berapa biaya yang harus dikeluarkan. Tiap daerah tentunya memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Jadi, yuk jangan malas untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya!

3. Biaya Pembelian Tanah

Kalau mau membangun rumah harus ada tanahnya dulu dong ya. Nah, jadi setelah desain rumah sudah siap, anggaran estimasi bangun rumah di luar pembangunan pun sudah ok, hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah menyiapkan dana untuk membeli tanah.

Harga tanah di tiap daerah tentunya sangat bervariasi, ya. Tapi kamu bisa kok membeli tanah sesuai dengan ukuran rumah yang diinginkan. Untuk harga tanah bisa kamu sesuaikan dengan harga di daerahmu, ya!

4. Biaya Pembuatan Pondasi dan Beton

Kekuatan utama rumah adalah dari pondasi yang dibangun dengan baik. Apalagi jika kamu ingin rumah berlantai dua, pondasi yang dibutuhkan akan berbeda dengan rumah yang hanya satu lantai.

Berikut rumus estimasi bangun rumah pondasi yang bisa kamu gunakan untuk cara menghitung biaya bangun rumah pondasi tersebut :

Penampang Bawah + Penampang Atas / 2 x Tinggi Pondasi, misal

  • Penampang Bawah = 0,8 m
  • Penampang Atas = 0,4 m
  • Tinggi Pondasi = 0,6 m

Jadi, biaya yang dibutuhkan untuk per meter pondasi adalah :

0,8 m + 0,4 m / 2 x 0,6 m = 0,36 m³

Kemudian kita ambil contoh biaya per meter kubik pondasi adalah sebesar Rp. 800.000,-. Maka biaya yang dibutuhkan adalah :

Rp. 800.000,- x 0,36 m³ = Rp. 288.000,-. Jadi, biaya yang dibutuhkan per meter pondasi adalah sebesar Rp. 288.000,-.

5. Material Bahan Bangunan

Untuk membangun rumah dibutuhkan beberapa material. Tentunya harga material di tiap daerah akan berbeda-beda. Berikut ini kisaran harga secara umum biaya bangun rumah sederhana untuk material bahan bangunan yang dibutuhkan.

  • Batu kali, sekitar Rp. 200.000,- sampai Rp. 300.000,-.
  • Semen, Rp. 70.000,- (per kantong 50 kg).
  • Pasir, Rp. 250.000,- sampai Rp. 300.000,- (untuk per m³).
  • Besi, sekitar Rp. 20.000,- sampai Rp. 100.000,- per batang.
  • Baja, sekitar Rp. 70.000,- per batang.
  • Bata merah, sekitar Rp. 800,- per bata.
  • Paku, sekitar Rp. 18.000,- sampai Rp. 60.000,- (per kilogram).

6. Pengerjaan Instalasi Pintu dan Atap

Harga pintu dan atap didasarkan oleh material pembuatan dari pintu dan atap tersebut. Jika kamu memilih pintu dengan bahan kayu jati, tentu saja harganya akan jauh lebih mahal dari pada pintu berbahan kayu biasa.

Berikut contoh acuan cara menghitung biaya bangun rumah untuk harga pemasangan pintu dan atap :

  • Kusen dan pintu kayu panel (3 unit), sekitar Rp. 5.500.000,-.
  • Pintu kamar mandi (1 unit), sekitar Rp. 700.000,-.
  • Kusen dan jendela kayu (3 unit), sekitar Rp. 6.000.000,-.
  • Atap baja ringan untuk ukuran 50 m², sekitar Rp. 16.000.000,-.

7. Biaya Utilitas Rumah

Suatu rumah pastinya membutuhkan aliran air, kabel listrik, dan juga saluran pembuangan. Cara menghitung biaya bangun rumah untuk instalasi utilitas adalah sebagai berikut :

Instalasi Listrik

  • Lampu (4 unit), sekitar Rp. 1.000.000,-.
  • Stop kontak (3 unit), sekitar Rp. 150.000,-.
  • Saklar tunggal (3 unit), sekitar Rp. 150.000,-.
  • MCB outlet dan kotak sekering, sekitar Rp. 500.000,-.
  • Exhaust Fan untuk kamar mandi, sekitar Rp. 700.000,-.

Saluran Pembuangan

  • Pipa pembuangan (misal, 50 m), sekitar Rp. 6.000.000,-.
  • Pipa air hujan (misal, 0,05 m), sekitar Rp. 60.000,-.
  • Kloset untuk BAB/BAK, sekitar Rp. 4.500.000,-.
  • Septic Tank, sekitar 3.500.000,-.

Aliran Air Bersih

  • Pengerjaan PVC (misal, 37 m), sekitar Rp. 2.900.000,-.
  • Kran air indoor, sekitar Rp. 200.000,-.
  • Kran air outdoor, sekitar Rp. 150.000,-.
  • Pemasangan toren air, sekitar Rp. 1.500.000,-.

8. Biaya Tenaga Kerja

Pengerjaan pembangunan rumah membutuhkan bantuan tenaga kerja yang ahli dan juga profesional untuk hasil akhir yang lebih baik. Lalu, berapa biaya jasa bangun rumah? Ada biaya jasa bangun rumah tenaga kerja borongan dan tenaga kerja harian.

Untuk biaya tenaga kerja borongan, berkisar Rp. 3.000.000,- sampai Rp. 5.000.000,- per meter perseginya. Untuk biaya tenaga kerja harian berkisar Rp. 150.000,- sampai Rp. 200.000,-.

Tips Hemat Biaya untuk Bangun Rumah

  • Tentukan tipe rumah yang sesuai kebutuhan dan anggaran. Jangan gengsi untuk punya rumah besar, apalagi malu punya rumah yang kecil. Rumah akan terasa nyaman selama kita merencanakannya dengan baik, tepat, dan matang.
  • Melakukan survei bahan material bangunan. Pastikan sesuai dengan anggaran biaya bangun rumah sederhana yang telah kamu budgetkan, ya!
  • Menggunakan bahan bangunan yang murah namun tetap berkualitas. Cek bahan bangunan yang telah kamu pilih. Apakah kualitasnya baik atau justru sebaliknya, jangan sampai rumahmu tidak kokoh karena akan sangat berbahaya.
  • Pilih desain rumah minimalis masa kini, agar walaupun ukuran rumahmu kecil namun dengan desain yang minimalis akan bisa terasa luas. Bincangkan desain rumahmu secara matang, ya!
  • Lebih baik untuk menggunakan jasa tenaga kerja pembangunan dengan sistem borongan. Pilihlah mandor yang bisa kamu percaya.

Bagaimana? Sudah siap untuk menghitung biaya bangun rumah sendiri? Semoga artikel kali ini dapat bermanfaat untuk membantu kamu yang ingin tahu cara menghitung biaya bangun rumah dengan benar dan tepat.

Artikel Lainnya