Bisnis dengan Sahabat? Pertimbangkan Dulu 6 Hal Ini

bisnis dengan sahabat profesional
Waktu baca: 2 menit

Dibandingkan dengan rekan bisnis yang baru dikenal, membangun bisnis dengan sahabat tentu relatif lebih mudah. Pemahaman karakter yang baik dapat menjadikan komunikasi bisnis berjalan dengan baik pula. Namun demikian, sebelum memulai bisnis dengan sahabat, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Selain dapat mempengaruhi jalannya bisnis, persahabatan kalian juga akan dipertaruhkan di tengah rintangan bisnis yang harus dihadapi bersama.

Visi dan misi dalam menjalankan bisnis dengan sahabat

Pastikan kamu dan sahabat memiliki visi dan misi yang sama dalam berbisnis. Hal ini perlu dibicarakan sejak awal perencanaan bisnis agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari. Di sisi lain, visi dan misi merupakan pondasi kuat yang harus berdiri kokoh dalam bisnis agar kamu dan sahabat tetap bisa berjalan beriringan dan saling mengisi kekurangan satu sama lain. Dengan begitu, kamu dan sahabat bisa menjaga kekompakan selama berbisnis.

Perhatikan risiko bisnis yang akan digeluti

Setiap bidang usaha memiliki risiko masing-masing. Untuk itulah kamu dan sahabat harus terlebih dulu memilih bisnis sesuai dengan passion dan keahlian dasar yang dimiliki guna meminimalisir risiko kerugian. Akan lebih baik jika kamu dan sahabat memiliki keahlian dalam hal yang sama sehingga dapat berjalan seimbang. Hindari untuk memulai bisnis dengan keahlian dan pemahaman yang pas-pasan.

Tentukan tujuan dan target penjualan

Setelah memahami risiko bisnis yang akan digeluti bersama sahabat, tugas kalian yang selanjutnya adalah menentukan tujuan dan target penjualan. Hal ini mencakup modal usaha, kebutuhan produksi, biaya distribusi dan promosi, hingga audiens yang akan dituju. Pastikan segala sesuatu telah ditetapkan dan diinformasikan kepada masing-masing pihak. Jangan sampai ketika bisnis berjalan, salah satu pihak justru membuat strategi bisnis yang tidak sesuai dengan tujuan dan target penjualan yang ditentukan.

Baca juga: Wow, Berikut 6 Peluang Bisnis yang Menggiurkan di Tahun 2019!

Bagi peran dan tugas untuk masing-masing orang

Saat berbisnis dengan sahabat, pertimbangkan pula persoalan pembagian peran, tugas, dan tanggung jawab masing-masing orang. Seluruh kesepakatan ini harus diinformasikan secara jelas dan tertulis agar tidak terlupakan. Jika dibutuhkan, kamu bisa menyusun hierarki posisi di dalam perusahaan agar memudahkan pembagian peran dan tugas masing-masing orang. Terlebih jika bisnis yang didirikan akan membutuhkan banyak karyawan untuk dipimpin.

Transparansi pembagian keuntungan dalam bisnis dengan sahabat

Banyak bisnis yang didirikan bersama sahabat terpaksa gulung tikar hanya karena tersandung isu finansial. Meski terlihat sepele, transparasi keuangan sangat mempengaruhi jalannya suatu bisnis. Tidak terkecuali ketika kamu berbisnis dengan sahabat. Untuk itu, bicarakan masalah pembagian keuntungan sejak awal bisnis dimulai untuk menghindari konflik di kemudian hari. Sebaiknya, tulis kesepakatan pembagian keuntungan dalam sebuah kontrak kerja agar lebih mudah dipatuhi selama bisnis tetap berjalan.

bisnis dengan sahabat
Kalian boleh kok menjabarkan detailnya di Surat Perjanjian Kerjasama via pexels.com

Profesionalisme, kunci utama bisnis dengan sahabat

Dalam menjalankan bisnis dengan sahabat, utamakan selalu profesionalisme. Pisahkan antara masalah pribadi dengan masalah pekerjaan. Selain itu, jangan sekali-kali untuk terlalu percaya sehingga merasa canggung untuk memberi masukan dan kritik. Jangan ragu untuk mengadakan evaluasi secara internal agar masing-masing individu dapat memperbaiki kesalahan dan berbisnis dengan lebih baik lagi. Bisnis dengan sahabat memang cukup tricky, tetapi jika kamu bisa melakukannya dengan baik bukan tidak mungkin bisnis dapat semakin berkembang pesat. Ide-ide cemerlang antar dua sahabat yang digabungkan pasti akan menghasilkan kreativitas dan inovasi yang besar pula. Untuk itu, jangan ragu memulai bisnis dengan sahabat selama segala sesuatu terkait bisnis telah dibicarakan dengan baik-baik dan tertulis secara mendetail.

You may also like...

Leave a Reply