Bijak Rencanakan Finansial Keluarga Untuk Masa Depan Terbaik

Merencanakan finansial keluarga untuk masa depan
Merencanakan finansial keluarga untuk masa depan yang lebih baik. Photo by Pixabay
Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Waktu baca: 3 menit

Di dalam sebuah keluarga, berusaha untuk selalu membina hubungan dan komunikasi yang baik bukan lah satu-satunya urusan yang harus diperhatikan. Namun ada hal lain juga yang patut untuk diperhatikan, yakni mengenai permasalahan finansial di dalam keluarga yang sangat sensitif dan sangat menentukan masa depan dari keturunan keluarga tersebut. Di mana sebuah keluarga sangat membutuhkan perencanaan keuangan keluarga syariah yang seperti diketahui bahwa keuangan adalah hal terpenting di dalam sebuah keluarga.

Baca juga: Peran Keluarga Dalam Manajemen Keuangan Keluarga Islami

Karena keuangan yang baik lah yang akan membawa keluarga pada kehidupan yang lebih sejahtera, berdaya, bahkan bisa memberikan kontribusi yang bermanfaat untuk lingkungan di sekitarnya. Tak bisa dipungkiri bahwa akibat buruk yang bisa timbul dari adanya permasalahan ekonomi di dalam keluarga sangatlah mengancam keutuhan dari keluarga tersebut. Misalnya saja perceraian yang bisa menjadi dampak negatif dari perencanaan keuangan yang tidak tersusun dengan baik.

Apa Yang Harus Diperhatikan Dalam Merencanakan Keluarga?

Tujuannya Jelas

Tentukan tujuan yang jelas.
Tentukan tujuan yang jelas. Photo by Pixabay

Dana atau keuangan yang ada di dalam keluarga harus memiliki tujuan yang jelas sehingga dapat benar-benar terkontrol. Dana tersebut perlu untuk dibagi atau direncanakan untuk kebutuhan apa saja dan hindari untuk mengalokasikan dana tersebut pada hal-hal yang ada di luar perencanaan. Karena bisa saja dana yang seharusnya untuk pendidikan, tetapi terpakai untuk hal lain. Sehingga pendidikan tersebut menjadi terkesampingkan.

Tujuan Tersebut Haruslah Memiliki Ukuran

Tujuan yang sudah kamu buat haruslah memiliki ukuran. Sehingga semuanya jelas dengan ukuran yang sudah kamu buat.

Tujuan Tersebut Bisa Dicapai

Dalam mencapai tujuan yang diinginkan, kamu harus mengetahui bagaimana jalan yang harus ditempuh. Tanpa mengetahuinya, maka kamu hanya akan bingung selama diperjalanan untuk melangkah dalam mencapai tujuan tersebut.

Realistis

Kamu harus bisa memastikan bahwa apa yang menjadi tujuanmu sesuai dengan penghasilan yang didapatkan.

Beri Batas Waktu

Cara ini untuk memberikan kejelasan akan apa yang sedang kamu upayakan. Sehingga tidak akan terlihat mengambang tanpa arah dan tujuan. Dengan adanya batas waktu atau target, kamu dapat memacu untuk bisa mencapainya.

Merencanakan Keuangan Dengan Membaginya

Perencanaan keuangan keluarga.
Perencanaan keuangan keluarga. Photo by Pexels

Dalam melakukan perencanaan di dalam keluarga, kamu harus bisa untuk membagi-baginya sehingga dapat rata di semua kebutuhan. Sehingga nantinya kamu dapat benar-benar mengontrol keuangan tersebut.

Menabung

Hasil yang kamu dapatkan dari bekerja tidak langsung dihabiskan, namun perlu disisihkan untuk ditabung. Karena di dalam keluarga, kamu memiliki rencana jangka panjang dan jangka pendek. Misalnya saja untuk kebutuhan belanja jika terdapat acara-acara di dalam keluarga maupun pendidikan anak yang kesemuanya membutuhkan dana. Belum lagi dengan hal tak terduga seperti sakit yang harus segera dilarikan ke rumah sakit yang juga membutuhkan biaya.

Memisahkan Rekening

Strategi ini untuk menghindari agar dana-danamu tidak saling bercampur, sehingga perlu untuk dilakukan pemisahan rekening akan kebutuhan-kebutuhan tersebut. Ketika semuanya sudah dipisahkan, maka setiap tujuan tersebut dapat tercapai sesuai dengan yang sudah kamu targetkan.

ABRT

Anggaran Belanja Rumah Tangga penting untuk dilakukan. Kamu bisa menyusunnya untuk per harinya, per bulan, atau per tahun. Di mana usaha ini adalah untuk bisa mencukupi kebutuhanmu dan keluarga setiap harinya agar tidak kekurangan.

Mencicil Hutang

Jika mempunyai hutang, maka kamu harus segera memprioritaskannya untuk segera dikembalikan. Karena membayar hutang adalah kewajiban bagi sang peminjam. Tidak hanya urusan hubungan antara peminjam dan yang meminjamkan saja yang akan menjadi lebih pelik, tetapi hubungan dengan akhirat pun akan semakin pelik. Karena di akhirat pun akan dimintai pertanggungjawabannya. Apalagi bagi kamu yang meminjam pada bank. Di mana bank tersebut adalah bank yang berbunga. Semakin lama kamu melunasinya, maka akan semakin menumpuk pula bunga yang akan menjadi tanggunganmu. Dan ini akan lebih memberatkanmu.

Untuk bisa melakukan perencanaan keuangan keluarga syariah, harus lah dilakukan secara bijak. Karena setiap anggota keluarga akan memiliki target atau tujuannya masing-masing di masa depan. Sehingga untuk bisa mencapainya, keluarga tersebut harus bisa mengatur, membagi, dan mengelolanya secara terkontrol agar semuanya dapat tercapai sesuai dengan yang sudah ditargetkan.


Bagikan:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Mungkin Anda juga menyukai