Apa Yang Dimaksud Dengan Joint Venture? Cek di Sini!

Joint venture
Apa Yang Dimaksud Dengan Joint Venture? Cek di Sini! Photo by Pexels
Waktu baca: 4 menit

Apa yang dimaksud dengan Joint Venture akan menjadi sebuah pertanyaan krusial bagi kamu yang berniat untuk melakukan peningkatan usaha. Di dalam hukum positif di Indonesia, joint venture ini diartikan sebagai sebuah usaha patungan.

Istilah joint venture sendiri di tanah air memang sedikit terdengar asing. Padahal joint venture mungkin bisa menjadi jalan keluar terbaik bagi pengembangan usaha yang sedang kamu rintis saat ini.

Agar tak salah paham apa yang dimaksud dengan Joint Venture, kamu bisa simak uraian apa yang dimaksud dengan pengertian joint venture berikut ini. Tentu saja berikut penjelasan tentang manfaat, contoh serta dasar hukum yang dijadikan pijakannya. 

Pengertian Joint Venture

Terkadang di tengah usaha yang sedang kamu rintis, timbul masalah-masalah genting yang harus segera dicarikan jalan keluar terbaik. 

Misalnya saja kendala dalam menjangkau pasar yang lebih luas atau timbulnya kebutuhan akan tambahan dana. Atau bisa juga kamu mentok tidak memiliki ide untuk melakukan inovasi atau bahkan kurangnya pengetahuan teknologi yang berkaitan dengan usaha.

Nah di saat seperti itu, jalan keluar terbaik yang dapat kamu lakukan adalah melakukan joint venture. Jadi apa yang dimaksud dengan Joint Venture?

Secara umum joint venture artinya tindakan untuk melakukan penggabungan usaha menjadi sebuah bentuk kerjasama yang saling menguntungkan. Hal ini biasanya dilakukan saat berniat melakukan ekspansi pasar baru atau melakukan diversifikasi perusahaan.

Tujuan utama dari lahirnya persetujuan di antara dua pihak atau lebih untuk melakukan kerja sama ini tentu demi memperoleh keuntungan yang lebih besar. Selain itu dengan melakukan penggabungan usaha maka semua risiko yang ada bisa dapat diminimalisir dengan baik.

Perbedaan Joint Venture Dengan Kemitraan

Meski di dalam hukum positif yang berlaku disebutkan jika joint venture adalah sebuah usaha gabungan, namun ada kerancuan yang muncul di tengah masyarakat. Pada umumnya para awam belum bisa membedakan antara joint venture dengan kemitraan atau partnership.

Dari uraian tentang apa yang dimaksud dengan Joint Venture di atas terlihat jika kesamaannya dengan kemitraan adalah adanya kerjasama.

Kerjasama tersebut dilakukan oleh beberapa perusahaan. Akan tetapi tetap ada perbedaan mendasar pada kedua jenis kerjasama ini.

Pada jenis usaha berbentuk kemitraan atau partnership, usaha yang kamu kelola bersama dua orang lainnya atau lebih tersebut pada akhirnya akan membentuk entitas bisnis tunggal. Proses ini dilakukan tanpa ada penggabungan sumber daya, modal perusahaan atau apapun bentuknya.

Sedangkan pada joint venture, usaha milik kamu yang digabungkan dengan beberapa entitas bisnis lainnya akan menjadi entitas baru. Hal tersebut kamu lakukan dengan menggabungkan berbagai aspek di dalam perusahaan, misalnya sumber daya, keahlian, modal dan lain-lain.

Baca juga: Arti Merger, Alasan, Jenis, Tantangan, dan Contohnya di Indonesia

Pentingnya Joint Venture

Mengapa harus melakukan joint venture? Tak seperti dugaan awam, ada beberapa keuntungan besar yang dapat kamu raih saat memutuskan untuk melakukan joint venture. Manfaat joint venture adalah sebagai berikut:

1. Penghematan Biaya

Dengan melakukan penggabungan beberapa entitas bisnis untuk menjadi satu kesatuan di dalam skema bisnis joint venture, maka kamu akan dapat menghemat biaya. Entah itu biaya pemasaran, tenaga kerja atau bahkan biaya produksi. 

Penghematan biaya tersebut terjadi karena semua pengeluaran tak hanya kamu tanggung sendirian lagi. Akan tetapi juga akan ditanggung oleh semua pihak yang tergabung di dalam kerjasama joint venture.

2. Peningkatan Kualitas Produksi 

Melalui kerjasama joint venture, kamu akan mampu meningkatkan kualitas produksi yang dihasilkan. Bagaimana tidak? Berbagai keahlian, ide, serta inovasi dari berbagai perusahaan lain yang menjadi anggota akan memberikan sumbangsih demi menghasilkan produk unggul.

3. Peningkatan Daya Saing Dan Pendapatan

Dengan mengaplikasikan joint venture, maka kamu akan mendapatkan limpahan sumber daya baru di berbagai aspek perusahaan. Hal tersebut secara langsung akan mempengaruhi peningkatan daya saing perusahaan.

Kinerja yang lebih baik akan menghasilkan produk yang lebih unggul. Produk yang lebih unggul tentu akan mampu untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Meluasnya jangkauan pasar pada akhirnya akan meningkatkan penghasilan perusahaan.

Jenis-jenis Joint Venture

Di dalam praktiknya, secara umum jenis joint venture dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:

  • Joint Venture Domestik. 

Yaitu sebuah perusahaan joint venture yang terbentuk dari beberapa perusahaan domestik yang terdapat di dalam negeri.

  • Joint Venture Internasional.

Yaitu  perusahaan joint venture yang terbentuk atas beberapa perusahaan asing.

5. Perjanjian Dalam Joint Venture

Apabila kamu berminat untuk membentuk suatu perusahaan baru melalui perjanjian joint venture, maka perjanjian yang dibuat harus dilandaskan pada hukum positif yang berlaku di tanah air.

Berdasarkan Undang-Undang No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, maka landasan hukum joint venture di tanah air adalah Pasal 1618 KUH Perdata jo Pasal 1313 KUH Perdata.

Contoh Joint Venture

Agar kamu lebih paham uraian tentang apa yang dimaksud dengan Joint Venture di atas maka di bawah ini ada beberapa contoh perusahaan joint venture di Indonesia, antara lain adalah:

1. Asus dan Gigabyte

Demi merancang strategi baru dalam sistem produksi dan pemasaran, maka pada tahun 2007 yang lalu Asus dan Gigabyte melakukan joint venture. Tujuan utamanya adalah tentu saja demi memenangkan persaingan di bidang perangkat keras komputer, misalkan motherboard dll.

 2. Nestle dan Indofood

Melalui perusahaan joint venture, maka lahirlah PT Nestle Indofood Citarasa Indonesia. Perusahaan ini didirikan untuk meningkatkan jangkauan pasar bumbu penyedap masakan.

3. Sharp dan Sony

Tak kalah dengan perusahaan besar lainnya, Sharp dan Sonny juga melakukan hal yang sama pada tahun 2008. Perusahaan joint venture Sharp dan Sony ini bekerja dalam rangka peningkatan produksi dan pemasaran panel serta modul LCD ukuran besar.

4. Samsung dan Spotify 

Guna mempermudah penggunaan layanan musik streaming Spotify di gadget Samsung, maka pihak Samsung dan Spotify membentuk bisnis joint venture di tahun 2018 yang lalu. 

5. PT Indofood Sukses Makmur dan JC Comsa Corporation 

Contoh perusahaan joint venture lainnya adalah kerjasama yang terjalin antara PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) bersama JC Comsa Corporation (JC Comsa). 

Kedua perusahaan ini melakukan penggabungan usaha untuk melakukan perluasan produksi dan pasar di bidang  pengolahan produk makanan.

Hal yang Penting dalam Joint Venture

Agar tak salah dalam memahami apa yang dimaksud dengan Joint Venture, maka ada beberapa aspek utama di dalam joint venture, antara lain:

a. Tujuan Tertentu

Meski dilakukan penggabungan perusahaan, akan tetapi setiap anggota joint venture akan tetap memiliki tujuannya masing-masing. Untuk itu, harus ada perjanjian kesepakatan dengan semua yang terlibat di dalam joint venture bagaimana cara menyikapinya. 

b. Jangka Waktu Joint Venture

Terdapat 2 macam cara menentukan jangka waktu pendirian perusahaan joint venture. Yang pertama perusahaan joint venture akan berakhir ketika tujuan bersama tercapai. Yang kedua, jangka waktu ditentukan secara langsung oleh anggota di awal pembentukan usaha.

c. Pembagian Rasio Laba

Jangan lupa kamu dan semua yang terlibat harus menentukan rasio pembagian laba serta margin keuntungan dan kerugian dari awal mula pendirian. 

Nah bagaimana? Semoga sekarang kamu sudah jelas apa yang dimaksud dengan Joint Venture ya.

Artikel Lainnya